Media90.id – Politeknik Negeri Lampung (Polinela) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong transformasi pendidikan vokasi berbasis teknologi. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah menggelar pelatihan sekaligus diseminasi hasil riset Explainable Artificial Intelligence (XAI) bagi guru Bahasa Inggris Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Kota Metro.
Kegiatan yang berlangsung di Aula SMKN 1 Metro ini diikuti sebanyak 28 guru Bahasa Inggris dan menjadi bagian dari agenda resmi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris SMK Kota Metro. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) guna mendukung proses pembelajaran hingga evaluasi peserta didik di sekolah vokasi.
Ketua MGMP Bahasa Inggris SMK Kota Metro, Widiani Trisnaningsih, S.Pd., M.Pd., membuka kegiatan sekaligus mengapresiasi kolaborasi antara MGMP dan Polinela. Menurutnya, penguasaan literasi digital serta kemampuan memanfaatkan AI secara tepat menjadi kebutuhan penting bagi tenaga pendidik agar pembelajaran semakin inovatif, berbasis data, dan selaras dengan kebutuhan dunia industri.
“Guru Bahasa Inggris SMK harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan industri,” ujar Widiani.
Pelatihan dipandu oleh tim dosen Polinela yang terdiri dari Yusep Windhu Ari Wibowo, S.Pd., M.Pd., Ali Murtopo, S.Pd., M.A., dan Muhammad Fadli, S.Pd., M.S. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari tiga mahasiswa, yakni Dio Gentano Ramadhan, Ahmad Azka Al Farid, dan Marisa Pangastuti.
Ketua tim peneliti, Yusep Windhu Ari Wibowo, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari penelitian terapan berjudul “Pengembangan Sistem Prediksi Kompetensi Bahasa Inggris Siswa SMK di Kota Metro Berbasis Explainable Artificial Intelligence.”
Penelitian itu mengintegrasikan teknologi machine learning, learning analytics, serta Explainable AI (XAI) untuk membantu guru memetakan kompetensi siswa secara lebih objektif, akurat, dan transparan.
Menurut Yusep, rendahnya kompetensi Bahasa Inggris lulusan SMK masih menjadi tantangan dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia. Padahal, sekolah telah memiliki banyak data pembelajaran digital melalui Learning Management System (LMS) yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
“Kami ingin menghadirkan teknologi yang tidak hanya mampu memprediksi kemampuan siswa, tetapi juga dapat menjelaskan alasan di balik hasil prediksi tersebut sehingga guru lebih mudah menentukan strategi pembelajaran yang tepat,” kata Yusep.
Simulasi Aplikasi Lingua Guard
Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah simulasi penggunaan Lingua Guard, sebuah aplikasi berbasis web yang dikembangkan untuk memprediksi kompetensi Bahasa Inggris siswa berdasarkan aktivitas belajar digital dan hasil evaluasi pembelajaran.
Melalui aplikasi tersebut, guru dapat memasukkan data siswa, melihat hasil prediksi tingkat kompetensi, sekaligus mengetahui faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap capaian belajar peserta didik.
Dengan pendekatan Explainable AI, sistem tidak hanya menyajikan hasil analisis, tetapi juga memberikan penjelasan yang mudah dipahami mengenai alasan di balik setiap prediksi. Hal ini memungkinkan guru menyusun strategi pembelajaran yang lebih tepat sasaran.
Hasil analisis dari Lingua Guard dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi siswa yang membutuhkan pendampingan, menentukan program remedial maupun pengayaan, memantau perkembangan kompetensi secara berkala, hingga menyusun pembelajaran berbasis data.
Selain membantu guru, aplikasi ini juga diharapkan mampu memberikan gambaran kepada siswa mengenai posisi kemampuan mereka serta aspek keterampilan Bahasa Inggris yang masih perlu ditingkatkan.
Dukung Pembelajaran Berbasis Data
Pelatihan berlangsung interaktif dengan diskusi aktif dari para peserta. Para guru menilai pemanfaatan AI yang transparan seperti Lingua Guard sangat relevan untuk mendukung pembelajaran Bahasa Inggris di SMK, khususnya dalam mendeteksi lebih dini siswa yang membutuhkan perhatian khusus.
Widiani menyebut pelatihan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkenalkan sistem evaluasi pembelajaran yang lebih objektif, terukur, dan berbasis teknologi.
Penelitian yang dikembangkan tim Polinela menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan target menghasilkan prototipe sistem pada Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) 5, sehingga siap diuji coba di sekolah mitra.
Selain menghasilkan prototipe sistem prediksi kompetensi Bahasa Inggris berbasis XAI, penelitian ini juga menargetkan berbagai luaran, mulai dari publikasi ilmiah, seminar nasional, video hasil penelitian, publikasi di media massa, hingga pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Melalui kegiatan ini, Politeknik Negeri Lampung menegaskan komitmennya sebagai salah satu pusat pengembangan Artificial Intelligence in Education pada pendidikan vokasi. Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan sekolah diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat daya saing lulusan SMK di Indonesia.














