Media90.id – Anggota DPRD Provinsi Lampung, Andika Wibawa, menggelar kegiatan sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (IPWK) di Kecamatan Langkapura, Kota Bandar Lampung, Sabtu (13/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Andika menyoroti tantangan kebangsaan yang dihadapi masyarakat di era digital. Menurutnya, derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi saat ini tidak hanya membawa manfaat, tetapi juga menghadirkan ancaman terhadap nilai-nilai kebangsaan yang tumbuh secara perlahan dari lingkungan terdekat, yakni keluarga.
Andika menjelaskan bahwa keluarga sejatinya merupakan benteng utama dalam pembentukan karakter generasi penerus bangsa. Namun, perubahan pola hidup masyarakat di era digital membuat fungsi tersebut mulai mengalami pergeseran.
Ia menilai interaksi antaranggota keluarga kini semakin berkurang karena banyak waktu tersita oleh penggunaan gawai dan media sosial. Kondisi tersebut berdampak pada berkurangnya ruang komunikasi serta pendidikan karakter di lingkungan keluarga.
“Kerusakan karakter hari ini banyak bermula dari rumah, karena anak sibuk dengan ponsel, orang tua larut dalam drama Cina dan media sosial. Akhirnya tidak ada lagi ruang dialog, tidak ada lagi pendidikan karakter,” kata Andika Wibawa.
Menurutnya, fenomena tersebut menjadi tantangan serius bagi masa depan bangsa. Tanpa fondasi karakter yang kuat sejak dini, generasi muda dinilai akan semakin rentan terhadap berbagai pengaruh negatif, mulai dari intoleransi hingga lunturnya rasa cinta terhadap tanah air.
Karena itu, Andika menegaskan bahwa sosialisasi ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan tidak boleh dipandang sekadar sebagai agenda seremonial. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang strategis untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menilai masyarakat pada dasarnya sudah mengenal dan memahami Pancasila. Namun yang menjadi tantangan saat ini adalah bagaimana nilai-nilai tersebut terus dipraktikkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Bukan karena masyarakat tidak hafal Pancasila, justru karena Pancasila harus terus dihidupkan, dipraktikkan, dan diwariskan, maka nilai gotong royong, toleransi, dan saling menghormati tidak boleh hilang dari kehidupan,” ujarnya.
Selain itu, Andika juga mengingatkan bahwa perkembangan media sosial telah menciptakan ruang yang sangat mudah memicu perpecahan di tengah masyarakat. Perbedaan pandangan yang seharusnya menjadi kekuatan dalam sistem demokrasi sering kali berubah menjadi konflik akibat rendahnya pemahaman terhadap nilai persatuan dan kebersamaan.
Oleh sebab itu, ia mengajak masyarakat untuk kembali menjadikan keluarga sebagai pusat pendidikan karakter, tempat menanamkan nilai toleransi, gotong royong, serta semangat kebangsaan yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, Andika berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan semakin meningkat. Dengan demikian, keluarga dapat kembali berperan sebagai benteng utama dalam membentuk generasi yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki komitmen kuat terhadap persatuan bangsa.














