Media90.id – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung menegaskan bahwa cabang olahraga tenis meja merupakan salah satu andalan daerah yang memiliki peluang besar untuk kembali menyumbangkan medali emas pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mendatang.
Komitmen tersebut disampaikan seiring upaya pembinaan yang terus dilakukan, termasuk melalui pelaksanaan sertifikasi pelatih tingkat provinsi yang digelar oleh Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Lampung.
Wakil Ketua Umum II KONI Lampung, Riagus Ria, mengatakan bahwa tenis meja telah membuktikan kualitasnya di tingkat nasional. Pada PON 2024 lalu, cabang olahraga ini berhasil menyumbangkan dua medali emas untuk Lampung, sehingga menempatkannya sebagai salah satu cabang unggulan daerah.
“Tenis meja Lampung saat ini sudah memiliki nama di tingkat nasional, khususnya di ajang PON. Pada PON 2024, tenis meja berhasil meraih dua medali emas, sehingga menjadi salah satu cabang olahraga unggulan yang diharapkan kembali berprestasi pada PON 2028,” ujar Riagus Ria.
Menurutnya, keberhasilan mempertahankan prestasi tidak hanya bergantung pada atlet, tetapi juga membutuhkan dukungan penuh dari seluruh elemen olahraga, mulai dari pengurus, pembina, pelatih, hingga masyarakat pencinta tenis meja di Lampung.
Ia menegaskan bahwa seluruh insan olahraga harus bersinergi untuk memberikan motivasi dan dukungan agar pembinaan atlet dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
“Semua pihak harus memberikan dukungan kepada pengurus, pembina, pelatih, dan atlet agar terus berkarya dan mengharumkan nama tenis meja Lampung di tingkat nasional,” katanya.
Riagus menilai pelaksanaan sertifikasi pelatih yang digelar PTMSI Lampung merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembinaan olahraga. Menurutnya, pelatih memiliki peran penting sebagai ujung tombak dalam mencetak atlet berprestasi.
KONI Lampung juga mendorong seluruh cabang olahraga untuk memberikan perhatian lebih terhadap peningkatan kompetensi pelatih. Pasalnya, sertifikasi kepelatihan kini menjadi salah satu syarat penting bagi pelatih pendamping yang akan mendampingi atlet pada berbagai kejuaraan nasional.
“Kami sangat mengapresiasi PTMSI Lampung yang telah menyelenggarakan sertifikasi pelatih. Ini menunjukkan keseriusan dalam mempersiapkan prestasi menuju PON 2028. Bahkan mereka menghadirkan pelatih internasional dari luar negeri untuk meningkatkan kualitas pelatihan,” ungkapnya.
Selain menjadi bagian dari persiapan menuju PON 2028, sertifikasi pelatih ini juga diharapkan menjadi bekal penting bagi para pelatih dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Lampung yang dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun 2026.
Melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor kepelatihan, KONI Lampung optimistis pembinaan atlet tenis meja akan semakin terarah dan mampu menghasilkan prestasi yang lebih baik pada berbagai ajang kompetisi mendatang.
KONI Lampung juga berharap kepengurusan PTMSI Lampung di bawah kepemimpinan Juwita dapat terus membawa kemajuan bagi olahraga tenis meja di provinsi tersebut. Dengan program pembinaan yang berkelanjutan dan dukungan seluruh pihak, tenis meja Lampung diharapkan mampu mempertahankan bahkan menambah raihan medali emas pada PON 2028 nanti.
Langkah penguatan kompetensi pelatih melalui sertifikasi ini menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun prestasi olahraga yang berkesinambungan, sekaligus memperkuat posisi tenis meja sebagai salah satu cabang olahraga andalan Lampung di tingkat nasional.














