BERITA

Wagub Jihan Nurlela Dampingi Mensos Tinjau Sekolah Rakyat di Lampung Selatan

Luluk RJMP
9
×

Wagub Jihan Nurlela Dampingi Mensos Tinjau Sekolah Rakyat di Lampung Selatan

Sebarkan artikel ini
Wagub Jihan Nurlela Bersama Mensos Saifullah Yusuf Cek Pelaksanaan Sekolah Rakyat di Lampung Selatan
Wagub Jihan Nurlela Bersama Mensos Saifullah Yusuf Cek Pelaksanaan Sekolah Rakyat di Lampung Selatan

Media90 – Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mendampingi Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf meninjau pelaksanaan Sekolah Rakyat Menengah Atas 32 di Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Minggu (26/4/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memastikan program Sekolah Rakyat berjalan optimal sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Lampung.

Ads
close ads

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Gubernur bersama Menteri Sosial meninjau berbagai fasilitas sementara Sekolah Rakyat, melihat langsung proses pembelajaran, berdialog dengan para guru, serta menyapa para siswa.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menilai pelaksanaan pembelajaran di Sekolah Rakyat Lampung telah berjalan dengan baik, baik dari sisi tata kelola maupun pelaksanaan kegiatan belajar yang dinilai sesuai dengan standar operasional prosedur.

Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif serta menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pendidikan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa evaluasi berkala akan terus dilakukan agar tata kelola program semakin optimal, termasuk melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan.

Dalam arahannya, Menteri Sosial juga mendorong peningkatan kapasitas tenaga pendidik melalui berbagai pelatihan sesuai bidang masing-masing agar mampu menjawab tantangan pembelajaran dengan karakteristik siswa yang beragam.

Ia menyoroti bahwa siswa Sekolah Rakyat berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, sehingga membutuhkan pendekatan pembelajaran yang adaptif. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi tenaga pendidik, karena ada siswa yang cepat beradaptasi, namun ada pula yang masih membutuhkan pendampingan dasar meski berada pada jenjang setara SMA.

Meski demikian, ia optimistis bahwa melalui pembinaan yang tepat, para siswa Sekolah Rakyat memiliki peluang besar untuk berkembang. Berdasarkan pemaparan yang disampaikan, sekitar 75 persen siswa memiliki cita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sementara sebagian lainnya diarahkan memasuki dunia kerja melalui berbagai skema pemberdayaan.

“Dengan hadirnya Sekolah Rakyat, kita diajak memberi perhatian lebih kepada anak-anak yang belum mendapatkan akses pendidikan yang layak,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan