Media90 – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan yang signifikan. Berdasarkan laporan pengamatan terbaru, gunung api ini masih mengalami suplai magma aktif yang berpotensi memicu guguran lava hingga awan panas.
Secara visual, puncak gunung terpantau cukup jelas dengan asap kawah utama berwarna putih. Asap tersebut memiliki intensitas sedang hingga tinggi dengan ketinggian mencapai sekitar 50 meter dari puncak.
Selain itu, aktivitas guguran lava tercatat cukup aktif. Dalam periode pengamatan, terjadi sebanyak 16 kali guguran lava yang mengarah ke Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter. Kondisi ini menunjukkan pergerakan material vulkanik yang masih intens di tubuh gunung.
Dari sisi kegempaan, aktivitas seismik juga terpantau cukup tinggi. Tercatat 32 kali gempa guguran dengan amplitudo antara 2 hingga 27 mm dan durasi hingga hampir 200 detik. Selain itu, terdapat 5 gempa hybrid atau fase banyak serta 1 gempa tektonik jauh yang ikut terekam dalam periode yang sama.
Kondisi cuaca di sekitar gunung dilaporkan cerah hingga berawan, dengan angin relatif tenang mengarah ke barat. Suhu udara berkisar antara 17,9 hingga 20,5 derajat Celsius, dengan tingkat kelembaban tinggi mencapai 94–100 persen.
Pihak berwenang mengingatkan bahwa potensi bahaya saat ini masih cukup tinggi, terutama di sektor selatan hingga barat daya. Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi aliran Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 km.
Sementara itu, sektor tenggara seperti Sungai Woro dan Sungai Gendol juga berisiko terdampak dengan jarak masing-masing hingga 3 km dan 5 km. Selain guguran lava, ancaman lain yang perlu diwaspadai adalah awan panas guguran (APG) dan lahar, terutama saat terjadi hujan di sekitar kawasan gunung.
Material vulkanik juga berpotensi terlontar hingga radius 3 km dari puncak jika terjadi erupsi eksplosif. Masyarakat di sekitar kawasan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di zona rawan bencana.
Warga juga diminta untuk selalu waspada terhadap potensi abu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari. Pemantauan terus dilakukan, dan apabila terjadi peningkatan aktivitas yang signifikan, status aktivitas gunung akan segera ditinjau kembali oleh pihak terkait.














