Media90 – Aktivitas vulkanik Gunung Ibu kembali menunjukkan peningkatan setelah terjadi erupsi pada Selasa pagi, 5 Mei 2026. Letusan tercatat berlangsung pada pukul 08.02 WIT dan terekam oleh alat pemantauan seismik.
Kolom abu hasil erupsi teramati mencapai ketinggian sekitar 300 meter di atas puncak, atau kurang lebih 1.625 meter di atas permukaan laut. Material vulkanik tampak berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah timur laut mengikuti arah angin saat kejadian.
Berdasarkan data pengamatan, erupsi ini memiliki amplitudo maksimum 28 mm dengan durasi sekitar 50 detik. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan aktivitas dari dalam gunung masih berlangsung dan berpotensi memicu erupsi lanjutan.
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat di sekitar kawasan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif. Selain itu, terdapat perluasan area berbahaya hingga 3,5 kilometer ke arah utara, mengikuti bukaan kawah.
Warga juga diminta menggunakan pelindung seperti masker dan kacamata apabila terjadi hujan abu, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan. Langkah ini penting guna meminimalisir dampak kesehatan akibat paparan abu vulkanik.
Pemerintah daerah di wilayah Halmahera Barat diminta terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk memastikan informasi yang diterima masyarakat tetap akurat dan terkini.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya serta menjaga situasi tetap kondusif. Update aktivitas gunung dapat dipantau melalui kanal resmi pemerintah maupun aplikasi pemantauan kebencanaan.
Dengan kondisi aktivitas yang masih fluktuatif, kewaspadaan menjadi kunci utama bagi masyarakat di sekitar Gunung Ibu guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.














