Media90 – Aktivitas Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan. Berdasarkan laporan terbaru, gunung api ini masih aktif dengan guguran lava yang terus terjadi serta potensi awan panas yang perlu diwaspadai.
Secara visual, Gunung Merapi tampak jelas meski kondisi cuaca cenderung berawan hingga mendung. Asap dari kawah utama terlihat berwarna putih dengan intensitas sedang, membumbung setinggi sekitar 20 meter dari puncak. Arah angin terpantau tenang dan cenderung bergerak ke barat, yang berpotensi memengaruhi sebaran abu vulkanik jika terjadi erupsi lebih besar.
Guguran Lava Terpantau 8 Kali, Jarak Hingga 2 Km
Aktivitas signifikan terlihat dari guguran lava yang terjadi sebanyak delapan kali. Material pijar tersebut meluncur ke arah Kali Sat atau Kali Putih dengan jarak maksimum mencapai 2.000 meter dari puncak. Kondisi ini menandakan suplai magma masih berlangsung di dalam tubuh gunung.
Data Kegempaan Tunjukkan Aktivitas Tinggi
Selain aktivitas visual, pemantauan seismik juga menunjukkan peningkatan aktivitas internal, di antaranya:
- 30 kali gempa guguran dengan durasi hingga lebih dari 200 detik
- 22 kali gempa hybrid/fase banyak
- 5 kali gempa vulkanik dangkal
Data tersebut mengindikasikan adanya pergerakan magma yang masih aktif dan berpotensi memicu erupsi lanjutan.
Cuaca di sekitar Gunung Merapi didominasi kondisi berawan hingga mendung, dengan suhu udara berkisar antara 16,9 hingga 20,2 derajat Celsius. Kelembaban udara tercatat tinggi, mencapai 95,4 hingga 98,7 persen, sementara tekanan udara berada di kisaran 872,3 hingga 915,7 mmHg. Kondisi ini turut meningkatkan potensi hujan yang berisiko memicu aliran lahar.
Zona Bahaya Meluas, Ini Wilayah yang Perlu Diwaspadai
Potensi bahaya Gunung Merapi saat ini meliputi beberapa sektor:
Sektor Selatan – Barat Daya
- Sungai Boyong hingga 5 km
- Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 km
Sektor Tenggara
- Sungai Woro hingga 3 km
- Sungai Gendol hingga 5 km
Selain itu, jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius hingga 3 kilometer dari puncak.
Warga Diminta Hindari Area Rawan
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di wilayah yang masuk dalam zona bahaya guna menghindari risiko dari guguran lava maupun awan panas guguran (APG). Saat terjadi hujan di kawasan puncak, potensi aliran lahar meningkat dan dapat mengalir melalui sungai-sungai yang berhulu dari Merapi.
Abu vulkanik juga berpotensi mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat, sehingga penggunaan masker sangat disarankan saat terjadi hujan abu.
Pihak berwenang menegaskan bahwa aktivitas Gunung Merapi masih bersifat dinamis. Jika terjadi peningkatan signifikan, status aktivitas dapat ditinjau kembali sewaktu-waktu sesuai perkembangan kondisi di lapangan.














