Media90.id – Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak banjir di Desa Sipange, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara. Bantuan tersebut dikirim menyusul banjir yang terjadi akibat meluapnya Sungai Aek Si Laga-laga setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Banjir terjadi pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Curah hujan yang tinggi menyebabkan sungai meluap dan merendam permukiman warga, sehingga ratusan jiwa terdampak.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan bantuan logistik telah dikirim dari Gudang Sentra Insyaf Medan menuju Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Tengah untuk segera didistribusikan kepada para penyintas.
“Barang dikirim dari Gudang Sentra Insyaf Medan ke Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Tengah,” kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Senin (20/7/2026).
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi 350 paket lauk pauk siap saji, 160 paket perlengkapan anak (kidsware), 200 paket family kit, 150 lembar kasur, 200 lembar selimut, 100 lembar tenda gulung, serta 17 unit tenda gulung portabel.
Berdasarkan data sementara, banjir tersebut berdampak terhadap sekitar 300 jiwa yang tersebar di wilayah terdampak.
Selain menyalurkan bantuan logistik, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah juga telah mendirikan dapur umum lapangan di Aula Gereja HKBP Sipange. Dapur umum yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Tapanuli Tengah itu mampu menyediakan sekitar 300 porsi makanan setiap hari bagi warga terdampak.
Gus Ipul menjelaskan, pemerintah bersama berbagai pihak juga telah melakukan sejumlah langkah penanganan darurat, mulai dari mengevakuasi warga ke lokasi yang lebih aman hingga melakukan asesmen di lapangan guna mengidentifikasi dampak serta kebutuhan mendesak masyarakat.
“Upaya yang telah dilakukan adalah evakuasi warga terdampak ke lokasi yang lebih aman dan asesmen menyeluruh di setiap lokasi kejadian untuk mengidentifikasi dampak dan kebutuhan mendesak,” jelasnya.
Saat ini, kondisi banjir di Desa Sipange dilaporkan telah berangsur surut. Warga yang sebelumnya terdampak mulai kembali ke rumah masing-masing untuk melakukan pembersihan lumpur dan sisa material yang terbawa banjir.
Pemerintah terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi selama proses pemulihan pascabencana berlangsung.














