NASIONAL

Awal Tahun 2026 Diguyur Hujan Lebat, BMKG Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem

6
×

Awal Tahun 2026 Diguyur Hujan Lebat, BMKG Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem

Sebarkan artikel ini
Awal Tahun Diguyur Hujan Lebat, BMKG Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem
Awal Tahun Diguyur Hujan Lebat, BMKG Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem

Media90 – Memasuki awal tahun 2026, cuaca ekstrem menjadi perhatian utama masyarakat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini hujan lebat dan angin kencang yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.

Peringatan ini tidak sekadar informasi rutin, melainkan panduan penting bagi masyarakat untuk menyesuaikan aktivitas harian dan mengambil langkah antisipasi sejak dini. BMKG menegaskan bahwa peta peringatan dini yang dirilis mencerminkan akumulasi hujan harian tertinggi di tingkat provinsi.

Mengapa Peringatan Dini Cuaca Penting

Cuaca ekstrem sering datang tanpa tanda jelas. Hujan lebat disertai angin kencang bisa langsung memengaruhi transportasi, aktivitas ekonomi, hingga keselamatan warga. Menurut BMKG, kombinasi gangguan atmosfer seperti suhu permukaan laut hangat, bibit siklon di Samudra Hindia, dan gelombang ekuatorial Rossby meningkatkan potensi hujan intens di awal tahun. Faktor tambahan, seperti seruan udara dingin dari Asia, menambah kelembapan di atmosfer dan memperkuat hujan lebat.

Baca Juga:  Linknet Dorong Penghijauan di Jateng dan DIY Lewat Program New Home-Pass, New Tree

Sebaran Wilayah Waspada dan Siaga (1–3 Januari 2026)

1. Kamis, 1 Januari

  • Waspada: Riau, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua.

  • Siaga: Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Barat.

2. Jumat, 2 Januari

  • Waspada: Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Lampung, DI Yogyakarta, Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Maluku, Papua.

  • Siaga: Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, beberapa wilayah Kalimantan. Angin kencang berpotensi di Jawa Barat dan Banten.

3. Sabtu, 3 Januari

  • Waspada: Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua.

  • Siaga: Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jawa Timur. Angin kencang masih berpotensi di Jawa Barat.

Kabupaten dan Kota dengan Status Siaga

Aceh

  • Kamis, 1 Januari: Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Timur, Subulussalam, Nagan Raya, Aceh Tamiang, Aceh Tengah.

  • Jumat, 2 Januari: Aceh Utara, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Barat, Gayo Lues.

Sumatra Utara

  • Langkat, Nias Utara, Kota Gunungsitoli, Nias Selatan, Mandailing Natal, Tapanuli Tengah, Humbang Hasundutan, Tapanuli Selatan.

Sumatra Barat

  • Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Solok Selatan.

Informasi rinci ini membantu pemerintah daerah dan masyarakat mempersiapkan langkah antisipasi hujan lebat.

Dampak yang Perlu Diantisipasi

BMKG menekankan bahwa peringatan dini harus diterjemahkan ke tindakan nyata:

  • Banjir dan banjir bandang di wilayah curah hujan tinggi.

  • Tanah longsor di daerah perbukitan dan pegunungan.

  • Gangguan transportasi akibat genangan air di jalan raya.

  • Kerusakan infrastruktur karena angin kencang.

Masyarakat diminta menyesuaikan aktivitas, terutama di wilayah berstatus Siaga.

Kesiapsiagaan Menghadapi Cuaca Ekstrem

BMKG menekankan tiga langkah utama:

  1. Masyarakat:

    • Periksa lingkungan sekitar, bersihkan saluran air, perkuat struktur rumah, hindari aktivitas di daerah rawan longsor.

  2. Sektor transportasi dan ekonomi:

    • Sesuaikan jadwal, awasi jalan rawan genangan, dan antisipasi keterlambatan distribusi barang.

  3. Kolaborasi antarinstansi:

    • BPBD, dinas kesehatan, dan aparat keamanan harus bekerja sama.

    • Informasi BMKG diteruskan ke desa atau kelurahan untuk mempercepat respons masyarakat.

Awal tahun 2026 menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan terhadap cuaca ekstrem tidak bisa ditunda. Peringatan dini dari BMKG memberi kesempatan bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi melalui langkah antisipasi yang tepat dan terstruktur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *