Media90 – Gunung aktif Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Kamis pagi, 26 Maret 2026. Letusan terjadi sekitar pukul 06.05 WIB dengan tinggi kolom abu terpantau mencapai ±500 meter di atas puncak.
Erupsi ini menjadi perhatian karena abu vulkanik yang dihasilkan teramati cukup tebal dan mengarah ke wilayah timur laut, sehingga berpotensi memberikan dampak pada area di sekitarnya.
Detail Erupsi Semeru Pagi Ini
Berdasarkan hasil pengamatan, erupsi yang terjadi memiliki karakteristik sebagai berikut:
- Tinggi kolom abu: ±500 meter di atas puncak (±4176 mdpl)
- Warna abu: Kelabu dengan intensitas tebal
- Arah sebaran: Timur laut
- Amplitudo maksimum: 22 mm
- Durasi erupsi: 148 detik
Aktivitas ini juga terekam pada alat seismograf, yang menunjukkan adanya tekanan magma cukup signifikan di dalam tubuh gunung.
Zona Bahaya yang Harus Dihindari
Masyarakat serta wisatawan diimbau untuk tidak mendekati area rawan bencana, khususnya pada sektor-sektor berikut:
Sektor Tenggara – Besuk Kobokan
- Dilarang beraktivitas dalam jarak 13 km dari puncak
- Area sempadan sungai hingga 500 meter dari tepi sungai harus steril
- Potensi bahaya dapat meluas hingga 17 km akibat awan panas dan lahar
Radius Kawah
- Aktivitas dilarang dalam radius 5 km dari kawah/puncak
- Risiko utama berupa lontaran batu pijar
Selain erupsi, terdapat pula potensi bahaya lanjutan yang perlu diwaspadai, antara lain:
- Awan panas guguran
- Aliran lava
- Lahar hujan di sepanjang aliran sungai
Wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi aliran:
- Besuk Kobokan
- Besuk Bang
- Besuk Kembar
- Besuk Sat
Termasuk juga anak-anak sungai yang terhubung dengan aliran utama tersebut.
Imbauan untuk Masyarakat
Untuk meminimalkan risiko, masyarakat di sekitar Gunung Semeru diimbau untuk:
- Tidak beraktivitas di zona rawan bencana
- Mengikuti arahan resmi dari petugas berwenang
- Menggunakan masker saat terjadi hujan abu
- Memantau informasi terbaru terkait aktivitas gunung
Erupsi Gunung Semeru pada 26 Maret 2026 ini menunjukkan kolom abu setinggi 500 meter yang mengarah ke timur laut. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan mematuhi seluruh imbauan resmi guna menjaga keselamatan.














