Media90 – Film animasi karya anak bangsa kembali mencatat prestasi membanggakan. “Jumbo” berhasil menunjukkan eksistensinya di industri perfilman internasional dengan bertahan hingga 30 hari penayangan di Korea Selatan.
Sejak dirilis pada 18 Februari 2026, film besutan Ryan Adriandhy ini berhasil mencuri perhatian publik dan perlahan membangun basis penonton di negara dengan industri film yang sangat kompetitif.
Menurut data dari Dewan Perfilman Korea, akun resmi film @jumbofilm_id masih tetap ditayangkan hingga Jumat (20/3), meskipun jumlah layar dan penontonnya mengalami penurunan signifikan. Pada fase akhir penayangan, tepatnya hari ke-30, film ini hanya tersedia di empat layar dan berhasil menjual empat tiket, setara dengan US$20.
Meski demikian, performa awal film ini cukup mengejutkan. Pada pekan-pekan pertama penayangannya, “Jumbo” sempat menembus posisi 6 dan 7 dalam daftar box office harian Korea Selatan, menunjukkan antusiasme penonton yang tinggi.
Salah satu pencapaian paling signifikan terjadi pada Februari 2026, ketika “Jumbo” berhasil masuk dalam daftar film terlaris bulanan. Film ini menempati posisi ke-15 dengan total penjualan 49.753 tiket, tepat berada di bawah animasi populer dunia, Zootopia 2.
Jika dilihat secara keseluruhan hingga 21 Maret 2026, “Jumbo” kini berada di posisi ke-33 dalam daftar film terlaris di Korea Selatan tahun ini. Pencapaian ini menegaskan bahwa “Jumbo” bukan sekadar film lokal, melainkan karya animasi Indonesia yang mampu bersaing di level global.
Keberhasilan “Jumbo” membuktikan bahwa industri animasi Indonesia memiliki potensi untuk menembus pasar internasional, bahkan di tengah dominasi film-film global. Film ini menjadi bukti nyata bahwa kreativitas dan kualitas karya anak bangsa mampu menarik perhatian dunia.














