NASIONAL

Geger Penemuan Jasad Bayi di Buleleng, Polisi Ungkap Pelaku Ternyata Masih Siswi SMA

Avatar
67
×

Geger Penemuan Jasad Bayi di Buleleng, Polisi Ungkap Pelaku Ternyata Masih Siswi SMA

Sebarkan artikel ini
Penemuan Jasad Bayi di Buleleng Hebohkan Warga, Polisi Ungkap Pelaku Remaja
Penemuan Jasad Bayi di Buleleng Hebohkan Warga, Polisi Ungkap Pelaku Remaja

Media90 – Suasana tenang di Banjar Dinas Sema, Desa Sangsit, Kabupaten Buleleng, mendadak berubah geger setelah warga menemukan jasad bayi perempuan di area dekat Pura Surelepang.

Peristiwa tersebut langsung menyita perhatian masyarakat karena kondisi jasad yang memprihatinkan. Informasi mengenai kejadian ini mulai ramai beredar di media sosial pada Sabtu (10/5/2026).

Ads
close ads

Ditemukan oleh Siswa SD

Penemuan jasad bayi itu pertama kali diketahui oleh seorang siswa sekolah dasar yang tengah bermain layang-layang di sekitar lokasi. Anak tersebut merasa curiga melihat seekor anjing liar terus mengendus tanah di area dekat permukiman warga.

Karena penasaran, ia mendekati lokasi tersebut. Namun saat diperiksa, ia justru menemukan jasad bayi perempuan yang sudah mengeluarkan bau menyengat.

Kondisi jasad dilaporkan sudah tidak utuh karena diduga sempat digigit hewan liar. Temuan itu kemudian segera dilaporkan kepada warga sekitar dan diteruskan ke pihak kepolisian.

Polisi Ungkap Terduga Pelaku

Setelah melakukan penyelidikan, aparat dari Polres Buleleng berhasil mengungkap identitas terduga pelaku. Polisi menyebut pelaku merupakan seorang siswi SMA.

Dari hasil pemeriksaan awal, remaja tersebut mengaku melahirkan bayinya seorang diri di kamar mandi rumah pada Jumat malam (9/5/2026).

Tak lama setelah persalinan, bayi itu diduga dibawa ke lokasi dekat Pura Surelepang dan dikuburkan secara diam-diam sekitar pukul 21.00 WITA.

Penyelidikan Masih Berlangsung

Saat ini pihak kepolisian masih mendalami motif di balik peristiwa tersebut, termasuk kondisi psikologis terduga pelaku. Sejumlah saksi juga tengah diperiksa untuk melengkapi proses penyelidikan.

Kasus ini memicu perhatian luas masyarakat sekaligus menjadi pengingat pentingnya pendampingan keluarga serta edukasi bagi remaja, khususnya terkait kesehatan reproduksi dan pergaulan.