Media90.id – Sebuah akun TikTok bernama “PERTAMINA_SPBU” mengunggah video yang menawarkan lowongan kerja operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan menarik perhatian banyak pengguna media sosial.
Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa lowongan tersedia untuk sejumlah kota besar di Indonesia, seperti Medan, Surabaya, Makassar, hingga Jakarta. Video tersebut juga memuat informasi mengenai posisi yang dibuka, kualifikasi pelamar, hingga kisaran gaji yang ditawarkan.
Menurut narasi yang beredar, posisi operator SPBU memiliki sejumlah tugas operasional harian, di antaranya melayani pengisian bahan bakar dengan ramah dan jujur, menjaga kebersihan area kerja, menyiapkan stok bahan bakar minyak (BBM), melakukan pencatatan harian per shift, serta membuat laporan pekerjaan.
Sementara itu, kualifikasi yang disebutkan dalam unggahan tersebut meliputi pria dan wanita berusia 18 hingga 30 tahun, lulusan minimal SMA atau SMK, memiliki sikap jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta bersedia bekerja dengan sistem shift.
Video tersebut juga menawarkan gaji berkisar antara Rp3 juta hingga Rp3,5 juta per bulan. Selain itu, disebutkan pula sejumlah fasilitas seperti uang makan, uang lembur, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan seragam kerja.
Namun, ketika pengguna mengakses tautan yang terdapat pada bio akun TikTok tersebut, mereka diarahkan ke sebuah formulir digital yang meminta berbagai data pribadi, mulai dari nama lengkap, alamat, hingga nomor Telegram.
Pola semacam ini menimbulkan kecurigaan karena tidak sesuai dengan mekanisme rekrutmen resmi yang umumnya diterapkan oleh perusahaan besar. Penggunaan formulir tidak resmi yang meminta data pribadi juga sering ditemukan dalam berbagai modus penipuan berkedok lowongan kerja yang beredar di media sosial.
Berdasarkan informasi resmi, proses rekrutmen di lingkungan Pertamina hanya dilakukan melalui kanal resmi perusahaan. Masyarakat yang ingin memperoleh informasi mengenai lowongan kerja di Pertamina dapat mengakses situs rekrutmen resmi perusahaan.
Pertamina sendiri telah menegaskan bahwa seluruh informasi terkait penerimaan pegawai hanya diumumkan melalui kanal resmi yang telah ditetapkan perusahaan.
Selain itu, perlu dipahami bahwa proses perekrutan operator SPBU umumnya tidak dilakukan langsung oleh Pertamina sebagai perusahaan induk. Pengelolaan SPBU di berbagai daerah dijalankan oleh masing-masing manajemen atau operator SPBU yang memiliki kebijakan rekrutmen tersendiri.
Karena itu, informasi lowongan operator SPBU yang beredar di media sosial belum tentu berasal dari Pertamina maupun kanal resmi perusahaan.
Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati terhadap informasi lowongan kerja yang menggunakan akun media sosial tidak terverifikasi, mengarahkan pengguna ke link bio atau formulir yang tidak jelas asal-usulnya, serta meminta data pribadi secara berlebihan.
Selain itu, pelamar juga perlu waspada terhadap tawaran pekerjaan yang menjanjikan proses cepat tanpa tahapan seleksi yang jelas dan transparan.
Kasus yang melibatkan akun TikTok “PERTAMINA_SPBU” ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi informasi melalui sumber resmi sebelum mengirimkan data pribadi atau mengikuti proses pendaftaran kerja.
Dengan meningkatnya penyebaran informasi lowongan kerja melalui media sosial, kewaspadaan menjadi langkah penting agar masyarakat terhindar dari potensi penipuan dan penyalahgunaan data pribadi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.














