Media90 – Perkembangan terbaru aktivitas Gunung Merapi menunjukkan kondisi yang masih cukup aktif. Secara visual, gunung api terlihat jelas dengan asap dari kawah utama berwarna putih dan berintensitas tebal, dengan tinggi kolom asap teramati mencapai sekitar 375 meter dari puncak.
Cuaca di sekitar gunung dilaporkan cerah hingga berawan, dengan arah angin cenderung tenang ke barat, sehingga kondisi cuaca yang relatif stabil turut memengaruhi arah sebaran material vulkanik.
Aktivitas Lava dan Guguran
Dalam periode pengamatan terbaru, tercatat 6 kali guguran lava yang mengarah ke Kali Krasak. Jarak luncur lava mencapai maksimum 2.000 meter, menunjukkan masih adanya suplai material dari dalam gunung.
Kondisi Klimatologi
Pengamatan klimatologi mencatat kondisi berikut:
- Suhu udara: 19 – 20,3°C
- Kelembaban: 83,9 – 93,3%
- Tekanan udara: 871,9 – 915,5 mmHg
Kegempaan
Selain aktivitas visual, kegempaan di Gunung Merapi juga masih cukup intens:
- 36 kali gempa guguran
- 21 kali gempa hybrid/fase banyak
- 4 kali gempa tektonik jauh
Data ini menunjukkan bahwa pergerakan magma di dalam gunung masih aktif, sehingga potensi bahaya tetap tinggi.
Potensi Bahaya
Saat ini, potensi bahaya meliputi:
- Sektor selatan-barat daya: Sungai Boyong (hingga 5 km), Bedog, Krasak, Bebeng (hingga 7 km)
- Sektor tenggara: Sungai Woro (3 km) dan Gendol (5 km)
- Material vulkanik dari letusan eksplosif berpotensi menjangkau radius hingga 3 km dari puncak
Imbauan untuk Masyarakat
Masyarakat di sekitar Gunung Merapi diimbau untuk:
- Tidak beraktivitas di zona rawan
- Waspada terhadap awan panas guguran (APG)
- Mengantisipasi potensi lahar saat hujan
- Siap menghadapi gangguan akibat abu vulkanik
Pantau terus update aktivitas Gunung Merapi dan ikuti arahan resmi demi keselamatan bersama.














