Media90 – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat dengan terjadinya erupsi pada Minggu, 29 Maret 2026 pukul 05.40 WIB.
Letusan menghasilkan kolom abu yang terpantau mencapai ketinggian sekitar 600 meter di atas puncak, atau sekitar 4.276 meter di atas permukaan laut. Kolom abu terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan bergerak ke arah barat. Hingga laporan ini disampaikan, aktivitas erupsi masih berlangsung, menunjukkan bahwa suplai material dari dalam gunung masih aktif.
Zona Bahaya yang Harus Dihindari
Masyarakat di sekitar Gunung Semeru diminta untuk tidak melakukan aktivitas di sejumlah wilayah rawan, antara lain:
- Sektor tenggara (Besuk Kobokan): hingga jarak 13 km dari puncak
- Area sempadan sungai: minimal 500 meter dari tepi sungai, dengan potensi bahaya hingga 17 km
- Radius 5 km dari kawah/puncak: rawan lontaran material pijar
Waspada Awan Panas dan Lahar
Selain erupsi, potensi bahaya lain yang perlu diwaspadai meliputi:
- Awan panas guguran (APG)
- Aliran lava
- Lahar, terutama saat terjadi hujan
Wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi aliran sungai seperti:
- Besuk Kobokan
- Besuk Bang
- Besuk Kembar
- Besuk Sat
Masyarakat diimbau untuk memantau terus informasi resmi terkait aktivitas Gunung Semeru dan mematuhi arahan pihak berwenang demi keselamatan bersama.














