OTOMOTIF

Bocoran DFSK E5 Plus Jelang GIIAS 2026, SUV PHEV Ini Diklaim Tembus 1.300 Km

Solhan Khairi
8
×

Bocoran DFSK E5 Plus Jelang GIIAS 2026, SUV PHEV Ini Diklaim Tembus 1.300 Km

Sebarkan artikel ini
Bocoran SUV Baru DFSK E5 Plus: Debut di GIIAS 2026, Jangkauan 1.300 Km
Bocoran SUV Baru DFSK E5 Plus: Debut di GIIAS 2026, Jangkauan 1.300 Km

Media90.id – PT Sokonindo Automobile sebagai Agen Pemegang Merek DFSK dan Seres di Indonesia mulai membuka sejumlah informasi awal mengenai DFSK E5 Plus. Model ini diproyeksikan menjadi amunisi baru di segmen kendaraan elektrifikasi Tanah Air yang semakin kompetitif.

Menjelang peluncurannya di GIIAS 2026, SUV ini sudah menjalani rangkaian uji jalan untuk memastikan ketangguhan di berbagai kondisi jalan Indonesia.

Ads
close ads

Sudah Diuji 50 Ribu Km di Jalan Indonesia

Pihak Sokonindo mengungkap bahwa DFSK E5 Plus telah melewati uji jalan sejauh 50.000 km di berbagai karakter jalan, termasuk jalur Pantura di Pulau Jawa.

“Untuk test E5 Plus ini hasilnya bagus,” ujar Cin Hok Rifin, Direktur Sales & Marketing Sokonindo Automobile.

Pengujian ini dilakukan untuk memastikan SUV PHEV tersebut mampu beradaptasi dengan kondisi jalan di Indonesia yang sangat beragam, mulai dari jalan mulus hingga jalan yang kurang ideal.

SUV PHEV dengan Klaim Jarak Tempuh 1.300 Km

DFSK E5 Plus hadir dengan teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), yang menggabungkan mesin bensin dan motor listrik.

Salah satu daya tarik utamanya adalah klaim jarak tempuh yang bisa mencapai lebih dari 1.300 km dalam kondisi tertentu.

“Jakarta ke Lombok sampai tidak perlu berhenti. Lebih dari 1.300 km tanpa isi BBM,” jelas Cin Hok Rifin.

Teknologi ini membuat E5 Plus menjadi salah satu kandidat SUV dengan efisiensi tinggi di segmennya.

Dimensi Besar untuk Kenyamanan Keluarga

Meski belum diumumkan resmi untuk pasar Indonesia, DFSK E5 Plus disebut memiliki dimensi besar yang memberikan ruang kabin lebih lega.

Sebagai referensi dari model serupa di China (Seres Landian E5 Plus), SUV ini memiliki ukuran:

  • Panjang: 4.760 mm
  • Lebar: 1.865 mm
  • Tinggi: 1.710 mm
  • Wheelbase: 2.785 mm

Dimensi tersebut membuatnya ideal sebagai SUV keluarga dengan kenyamanan kabin yang lebih lapang.

Fitur Hiburan untuk Semua Penumpang

DFSK juga menegaskan bahwa E5 Plus bukan hanya kendaraan pribadi, tetapi juga mobil keluarga modern.

Fitur hiburannya dirancang tidak hanya untuk pengemudi, tetapi juga penumpang baris kedua.

“Entertainment itu bukan hanya di baris pertama, tapi juga di baris kedua,” ujar pihak DFSK.

Dibekali ADAS Level 2+

Dari sisi keselamatan, E5 Plus akan hadir dengan teknologi Advanced Driver Assistance System (ADAS) Level 2+.

Fitur ini membantu pengemudi dalam berbagai kondisi berkendara, mulai dari menjaga lajur hingga bantuan pengereman otomatis.

“Sudah ada ADAS level 2 plus-plus,” tambah pihak DFSK.

Diproduksi Lokal di Cikande

Menariknya, DFSK E5 Plus akan diproduksi secara lokal di pabrik Sokonindo di Cikande, Banten.

Produksi lokal ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memperkuat industri otomotif nasional sekaligus meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Targetnya, TKDN E5 Plus bisa menembus lebih dari 40 persen.

Menuju Peluncuran Resmi di GIIAS 2026

Sebelum peluncuran resmi, DFSK akan membuka periode pre-booking mulai 23 Juni 2026.

Sementara harga resmi akan diumumkan pada 29 Juli 2026 di ajang GIIAS 2026.

Kesimpulan

DFSK E5 Plus menjadi salah satu SUV PHEV paling menarik yang akan hadir di Indonesia. Dengan klaim jarak tempuh hingga 1.300 km, fitur ADAS Level 2+, dimensi besar, serta produksi lokal, model ini menunjukkan keseriusan DFSK dalam bersaing di pasar elektrifikasi.

Kehadirannya di GIIAS 2026 diperkirakan akan menjadi salah satu sorotan utama di segmen SUV hybrid dan elektrifikasi.

FAQ

1. Kapan DFSK E5 Plus diluncurkan?
Pada 29 Juli 2026 di GIIAS 2026.

2. Berapa jarak tempuh DFSK E5 Plus?
Lebih dari 1.300 km dalam kondisi tertentu.

3. Apakah DFSK E5 Plus sudah bisa dipesan?
Belum, namun pre-booking dibuka mulai 23 Juni 2026.

4. Apakah mobil ini diproduksi di Indonesia?
Ya, diproduksi di pabrik Cikande, Banten.

5. Apa teknologi utama yang digunakan?
Menggunakan teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dengan sistem ADAS Level 2+.

Tinggalkan Balasan