OTOMOTIF

Bridgestone Bagikan Tips Persiapan Kendaraan Jelang Libur Sekolah untuk Perjalanan Aman

Solhan Khairi
7
×

Bridgestone Bagikan Tips Persiapan Kendaraan Jelang Libur Sekolah untuk Perjalanan Aman

Sebarkan artikel ini
Menyambut Libur Sekolah, Bridgestone Bagikan Panduan Persiapan Kendaraan untuk Perjalanan Aman
Menyambut Libur Sekolah, Bridgestone Bagikan Panduan Persiapan Kendaraan untuk Perjalanan Aman

Media90.id – PT Bridgestone Tire Indonesia membagikan sejumlah tips persiapan kendaraan bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan selama libur sekolah. Mulai dari pengecekan kondisi ban hingga langkah antisipasi darurat di jalan, seluruh persiapan ini dinilai penting untuk mendukung perjalanan yang aman, nyaman, dan lancar bersama keluarga.

Musim libur sekolah yang semakin dekat biasanya dimanfaatkan banyak keluarga untuk berwisata dan menghabiskan waktu bersama. Namun di sisi lain, peningkatan mobilitas selama periode ini juga berpotensi meningkatkan risiko gangguan kendaraan di jalan, terutama jika kendaraan tidak dipersiapkan dengan baik.

Ads
close ads

Bagi pengendara yang berencana melakukan perjalanan jauh menggunakan mobil pribadi, memastikan kendaraan dalam kondisi prima menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Persiapan yang matang tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keselamatan seluruh penumpang.

Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, menegaskan bahwa keselamatan berkendara harus menjadi prioritas utama selama masa liburan.

“Momentum liburan sekolah yang diiringi peningkatan mobilitas masyarakat menjadi pengingat pentingnya mempersiapkan kendaraan sebelum melakukan perjalanan,” ujarnya dalam keterangan resmi kepada Media90, Jumat (12/6/2026).

Pentingnya Persiapan Kendaraan Sebelum Perjalanan

Persiapan kendaraan sering kali dianggap sepele, padahal menjadi faktor penting yang menentukan kelancaran perjalanan. Kendaraan yang tidak dalam kondisi optimal berisiko mengalami gangguan di tengah jalan, yang dapat mengganggu kenyamanan hingga membahayakan keselamatan.

Dengan melakukan pengecekan sebelum berangkat, pengendara dapat meminimalkan risiko, menghindari kondisi darurat, serta menjaga efisiensi selama perjalanan berlangsung.

Tips Persiapan Kendaraan untuk Libur Sekolah

1. Pemeriksaan Kondisi Ban (Pre-Drive Check)

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah kondisi ban, baik ban utama maupun ban cadangan. Tekanan angin harus sesuai dengan rekomendasi pabrikan menggunakan alat ukur yang akurat.

Tekanan ban yang tepat tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga menjaga stabilitas kendaraan serta efisiensi bahan bakar.

Untuk kendaraan listrik, tekanan ban menjadi lebih krusial karena bobot kendaraan yang umumnya lebih berat.

Selain tekanan, kedalaman alur ban juga wajib diperiksa. Batas aman minimum adalah 1,6 mm. Ban yang sudah aus dapat mengurangi daya cengkeram, terutama di jalan basah atau licin.

Pemeriksaan fisik seperti retakan, benjolan, atau benda asing juga perlu dilakukan. Jika ditemukan kerusakan, ban sebaiknya segera diganti sebelum perjalanan.

2. Ban Cadangan dan Peralatan Darurat

Pastikan ban cadangan dan tire repair kit dalam kondisi siap pakai. Pengemudi juga disarankan memahami cara penggunaannya agar dapat menangani situasi darurat dengan cepat.

3. Perencanaan untuk Kendaraan Listrik dan PHEV

Pengguna kendaraan listrik maupun Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) perlu merencanakan lokasi pengisian daya atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk menghindari kehabisan daya di perjalanan.

4. Siapkan Kontak Darurat

Simpan nomor layanan darurat seperti derek jalan tol dan bantuan resmi dari agen pemegang merek untuk mengantisipasi kondisi tidak terduga.

Perilaku Berkendara yang Aman di Jalan

Selain kondisi kendaraan, perilaku pengemudi juga berperan penting dalam keselamatan perjalanan. Hindari pengereman mendadak dan pahami sistem regenerative braking pada kendaraan listrik maupun hybrid.

Pengemudi juga disarankan tidak menginjak pedal gas secara agresif serta selalu waspada terhadap pengguna jalan lain seperti pejalan kaki dan pesepeda.

Antisipasi Kelelahan dan Microsleep

Perjalanan jauh dapat memicu kelelahan yang berisiko menurunkan konsentrasi. Oleh karena itu, pengemudi disarankan beristirahat setiap dua jam atau setiap 200 km perjalanan.

Jika rasa kantuk muncul, segera menepi di tempat aman dan beristirahat. Tidur singkat sekitar 15 menit dapat membantu memulihkan fokus.

Protokol Darurat di Jalan

Jika terjadi kondisi darurat seperti ban bocor atau kendaraan mogok, pengemudi harus tetap tenang. Kurangi kecepatan secara bertahap, menepi ke lokasi aman, nyalakan lampu hazard, dan pasang segitiga pengaman.

Untuk kendaraan listrik, jika mogok atau kehabisan daya, disarankan menggunakan derek gendong karena derek konvensional berpotensi merusak sistem penggerak.

“Melalui tips ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi kendaraan, khususnya ban, serta menerapkan kebiasaan berkendara yang aman,” ujar Mukiat Sutikno.

Ia menambahkan bahwa persiapan yang baik dapat membantu menciptakan perjalanan yang lebih nyaman sekaligus mengurangi risiko di jalan.

Rekomendasi Perawatan Ban

Bridgestone Indonesia menyarankan pengendara untuk melakukan pengecekan dan perawatan ban di Toko Model (TOMO) Bridgestone atau bengkel ban terdekat sebelum melakukan perjalanan liburan.

Kesimpulan

Libur sekolah menjadi momen ideal untuk perjalanan bersama keluarga, namun juga menuntut kesiapan kendaraan yang lebih baik.

Pengecekan ban, kesiapan peralatan darurat, perencanaan pengisian daya, serta perilaku berkendara yang aman menjadi faktor penting untuk memastikan perjalanan berjalan lancar.

Bridgestone Indonesia menegaskan bahwa keselamatan selalu dimulai dari persiapan yang matang sebelum perjalanan dimulai.

FAQ

1. Apa saja tips persiapan kendaraan sebelum libur sekolah?
Pengecekan ban, tekanan angin, kondisi ban cadangan, rem, serta perlengkapan darurat seperti dongkrak dan tire repair kit.

2. Mengapa pengecekan ban sangat penting?
Karena ban adalah satu-satunya komponen yang bersentuhan langsung dengan jalan dan sangat berpengaruh pada keselamatan.

3. Seberapa sering pengemudi harus beristirahat saat perjalanan jauh?
Setiap 2 jam atau sekitar 200 km perjalanan untuk menghindari kelelahan dan microsleep.

4. Apa yang harus dilakukan jika ban bocor di jalan?
Menepi di tempat aman, nyalakan lampu hazard, pasang segitiga pengaman, lalu lakukan perbaikan atau minta bantuan.

5. Bagaimana jika mobil listrik kehabisan daya di jalan?
Gunakan derek gendong karena derek konvensional tidak disarankan untuk kendaraan listrik.

Tinggalkan Balasan