Media90.id – Pemerintah China resmi merilis standar industri nasional terbaru yang telah direvisi untuk kendaraan Extended Range Electric Vehicle (EREV). Regulasi ini menggantikan aturan lama yang sudah berlaku sejak delapan tahun lalu dan dinilai tidak lagi relevan dengan perkembangan teknologi elektrifikasi modern.
Dikutip dari Car News China, Senin (8/6/2026), aturan baru tersebut akan mulai diberlakukan pada 1 November 2026. Fokus utama revisi ini adalah memperketat standar teknis, mulai dari akurasi kontrol daya, Electromagnetic Compatibility (EMC), hingga kualitas kenyamanan kendaraan melalui pengujian Noise, Vibration, and Harshness (NVH).
Pemerintah China menilai bahwa EREV kini bukan lagi sekadar teknologi transisi menuju kendaraan listrik murni, melainkan telah menjadi segmen penting dalam industri otomotif nasional.
Standar Baru EREV Beralih ke Sistem yang Lebih Terukur
Perubahan paling signifikan dalam regulasi ini adalah peralihan dari standar kualitatif menjadi sistem evaluasi yang lebih terukur dan seragam.
Pada aturan sebelumnya, banyak parameter teknis ditentukan oleh masing-masing produsen, sehingga kualitas antarproduk menjadi tidak konsisten. Kini, pemerintah menetapkan tolok ukur yang jelas dan wajib dipenuhi seluruh produsen.
Salah satu poin penting adalah akurasi kontrol daya generator. Untuk sistem hingga 50 kW, toleransi output ditetapkan sebesar ±1,5 kW. Sementara untuk sistem di atas itu, tingkat akurasi harus berada di kisaran 3 persen.
Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong industri menghadirkan teknologi yang lebih matang sekaligus mengurangi produk dengan performa rendah.
Integrasi Powertrain Jadi Arah Baru Industri
Regulasi baru juga mengakui pentingnya sistem penggerak listrik terintegrasi yang menggabungkan fungsi generator dan motor dalam satu unit.
Pendekatan ini mencerminkan arah industri otomotif China yang semakin mengarah pada efisiensi ruang dan bobot kendaraan, sekaligus meningkatkan performa dan efisiensi energi.
Dengan semakin banyak komponen yang digabungkan, kendaraan diharapkan menjadi lebih ringan, responsif, serta memiliki daya tahan lebih baik untuk penggunaan jangka panjang.
EMC dan NVH Kini Jadi Parameter Wajib
Dalam revisi terbaru ini, aspek Electromagnetic Compatibility (EMC) dan NVH (Noise, Vibration, and Harshness) menjadi perhatian utama.
EMC memastikan seluruh sistem elektronik kendaraan dapat bekerja tanpa gangguan elektromagnetik, terutama pada kendaraan modern yang semakin bergantung pada sistem digital.
Sementara NVH berfokus pada kenyamanan berkendara, termasuk tingkat kebisingan, getaran, dan kualitas pengalaman pengguna di dalam kabin.
Dengan masuknya kedua aspek ini dalam standar nasional, produsen dituntut menghadirkan kendaraan EREV yang tidak hanya efisien, tetapi juga nyaman dan berkelas premium.
Uji Daya Tahan Lebih Ketat dan Realistis
Regulasi baru juga memperketat standar daya tahan kendaraan melalui pengujian yang lebih realistis berdasarkan kondisi penggunaan sehari-hari.
Kendaraan EREV kini harus menjalani uji beban bergantian selama 750 jam serta 100.000 siklus start-stop, yang setara dengan simulasi jarak tempuh hingga sekitar 300.000 km.
Pengujian ini dirancang untuk mencerminkan kondisi nyata, seperti lalu lintas perkotaan yang padat dan siklus mesin yang sering aktif kembali.
Tujuannya adalah memastikan kendaraan tetap andal dalam jangka panjang tanpa penurunan performa signifikan.
Lonjakan Penjualan EREV Jadi Pemicu Utama
Revisi aturan ini tidak lepas dari pertumbuhan pasar EREV yang sangat pesat di China.
Penjualan kendaraan EREV tercatat melampaui 1 juta unit pada 2024, dan meningkat menjadi sekitar 1,2 juta unit pada 2025.
Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa konsumen semakin menerima EREV sebagai alternatif EV murni, terutama karena teknologi ini menawarkan fleksibilitas jarak tempuh berkat adanya mesin generator.
Sejumlah produsen seperti Seres, Li Auto, Deepal, dan Leapmotor terus memperluas portofolio EREV mereka untuk memenuhi permintaan pasar.
Model Premium Dorong Popularitas EREV
Segmen EREV juga mulai merambah pasar premium. Salah satu model yang paling berpengaruh adalah Aito M9, yang berhasil meningkatkan popularitas teknologi ini di China.
Model lain seperti IM Motors, Zeekr 8X, dan Zeekr 9X juga turut memperkuat tren tersebut dengan pendekatan yang lebih fokus pada kualitas, kenyamanan, dan integrasi teknologi.
Bahkan Zeekr 9X mencatat lebih dari 50.000 unit pengiriman dalam waktu singkat setelah peluncuran, serta dipersiapkan untuk ekspansi ke Timur Tengah, Asia Tengah, hingga Eropa.
Fenomena ini menunjukkan bahwa EREV kini telah berevolusi menjadi teknologi yang semakin matang dan kompetitif di pasar global.
Kesimpulan
Regulasi baru EREV di China menandai babak baru dalam perkembangan kendaraan elektrifikasi. Pemerintah tidak hanya mengejar pertumbuhan pasar, tetapi juga memperketat standar kualitas, keamanan, dan kenyamanan kendaraan.
Dengan pasar yang telah menembus jutaan unit per tahun, EREV kini menjadi salah satu pilar penting industri otomotif China.
Standar baru ini diperkirakan akan mendorong lahirnya generasi kendaraan yang lebih canggih, andal, dan siap bersaing di pasar global.
FAQ
Apa itu EREV?
EREV (Extended Range Electric Vehicle) adalah kendaraan listrik yang menggunakan mesin bensin sebagai generator untuk mengisi daya baterai saat diperlukan.
Kapan aturan EREV China yang baru berlaku?
Regulasi baru akan mulai diterapkan pada 1 November 2026.
Mengapa China memperbarui aturan EREV?
Karena standar lama dianggap tidak lagi sesuai dengan perkembangan teknologi kendaraan elektrifikasi saat ini.
Apa fokus utama aturan baru EREV?
Fokusnya mencakup kontrol daya, EMC, NVH, integrasi powertrain, serta uji daya tahan kendaraan.
Mengapa EREV semakin populer di China?
Karena menawarkan kombinasi efisiensi kendaraan listrik dengan fleksibilitas jarak tempuh yang lebih panjang.














