Media90.id – Perkembangan kendaraan elektrifikasi di Indonesia membuat istilah hybrid dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) semakin akrab di telinga masyarakat. Berbagai produsen seperti Toyota, Honda, Chery, BYD, hingga GWM kini menawarkan model dengan kedua teknologi tersebut sebagai alternatif kendaraan yang lebih hemat bahan bakar sekaligus ramah lingkungan.
Meski sama-sama memadukan mesin bensin dan motor listrik, mobil hybrid dan PHEV memiliki karakteristik yang berbeda. Perbedaan tersebut mencakup cara kerja, kapasitas baterai, metode pengisian daya, hingga biaya kepemilikan.
Lantas, apa saja perbedaan hybrid dan PHEV? Berikut penjelasan lengkapnya.
Perbedaan Hybrid dan PHEV dari Cara Kerja
Perbedaan paling mendasar terletak pada sistem penggeraknya.
Mobil hybrid menggabungkan mesin bensin dan motor listrik yang bekerja secara otomatis. Energi listrik berasal dari baterai yang diisi melalui regenerative braking atau ketika mesin sedang beroperasi.
Pengemudi tidak perlu mengisi ulang baterai menggunakan charger eksternal karena seluruh proses pengisian berlangsung otomatis selama kendaraan digunakan.
Sementara itu, Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) juga mengombinasikan mesin bensin dan motor listrik, tetapi dibekali baterai berkapasitas lebih besar. Baterai tersebut dapat diisi ulang menggunakan charger eksternal layaknya mobil listrik murni.
Dengan kapasitas baterai yang lebih besar, PHEV mampu melaju menggunakan tenaga listrik saja dalam jarak tertentu sebelum mesin bensin mulai bekerja.
Kapasitas Baterai Menjadi Pembeda Utama
Ukuran baterai menjadi salah satu aspek yang paling membedakan kedua teknologi tersebut.
Pada mobil hybrid, kapasitas baterai relatif kecil karena hanya berfungsi membantu kerja mesin bensin, terutama saat akselerasi, kecepatan rendah, atau ketika membutuhkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik.
Sebaliknya, PHEV menggunakan baterai yang beberapa kali lebih besar dibandingkan hybrid konvensional.
Kapasitas tersebut memungkinkan kendaraan menempuh perjalanan puluhan hingga lebih dari 100 kilometer hanya menggunakan tenaga listrik, tergantung model dan spesifikasi kendaraan.
Perbedaan Konsumsi BBM
Kedua teknologi sama-sama menawarkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik dibandingkan mobil bermesin bensin konvensional.
Pada mobil hybrid, motor listrik membantu meringankan kerja mesin sehingga konsumsi BBM menjadi lebih hemat, terutama saat berkendara di jalan perkotaan yang padat.
Sementara itu, PHEV memiliki potensi penghematan yang lebih besar. Jika baterainya rutin diisi ulang, perjalanan harian dapat dilakukan hampir sepenuhnya menggunakan tenaga listrik.
Dalam kondisi tersebut, penggunaan bensin dapat ditekan secara signifikan sehingga biaya operasional harian menjadi lebih rendah.
Pengisian Daya Berbeda
Salah satu faktor yang paling mudah dikenali adalah cara pengisian baterainya.
Mobil hybrid tidak memerlukan charger eksternal karena sistem kendaraan akan mengisi baterai secara otomatis melalui pengereman regeneratif dan kerja mesin.
Sebaliknya, PHEV membutuhkan pengisian daya secara berkala menggunakan home charger atau fasilitas pengisian umum agar kemampuan berkendara menggunakan tenaga listrik dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Apabila baterai PHEV jarang diisi ulang, efisiensi kendaraan akan menurun dan penggunaan bensin menjadi lebih dominan.
Perbedaan Harga
Harga juga menjadi salah satu pertimbangan penting bagi calon konsumen.
Secara umum, mobil hybrid memiliki harga yang lebih terjangkau karena menggunakan baterai yang lebih kecil dan sistem elektrifikasi yang lebih sederhana.
Di sisi lain, PHEV biasanya dibanderol lebih mahal akibat penggunaan baterai berkapasitas besar, sistem pengisian daya tambahan, serta teknologi yang lebih kompleks.
Meski demikian, biaya operasional harian PHEV berpotensi lebih rendah apabila pemilik memanfaatkan mode listrik secara optimal.
Kelebihan Mobil Hybrid
Mobil hybrid menawarkan berbagai keuntungan bagi pengguna yang ingin beralih ke kendaraan elektrifikasi tanpa mengubah kebiasaan berkendara.
Beberapa keunggulannya antara lain:
- Tidak memerlukan pengisian daya eksternal.
- Konsumsi BBM lebih hemat dibanding mobil bensin biasa.
- Cocok untuk perjalanan jarak jauh.
- Tidak bergantung pada ketersediaan stasiun pengisian kendaraan listrik.
- Jaringan layanan purnajual sudah semakin luas di Indonesia.
Kelebihan Mobil PHEV
Sementara itu, mobil PHEV menawarkan fleksibilitas lebih tinggi karena mampu menggabungkan keunggulan mobil listrik dan mobil berbahan bakar bensin.
Keunggulannya meliputi:
- Dapat digunakan menggunakan tenaga listrik murni untuk perjalanan harian.
- Konsumsi bensin jauh lebih rendah jika baterai rutin diisi ulang.
- Tetap bisa digunakan untuk perjalanan jauh karena masih memiliki mesin bensin.
- Emisi gas buang lebih rendah dibandingkan hybrid konvensional.
- Cocok bagi pengguna yang memiliki akses pengisian daya di rumah.
Mana yang Lebih Cocok?
Pilihan antara hybrid dan PHEV sangat bergantung pada pola penggunaan kendaraan.
Jika Anda menginginkan kendaraan yang hemat bahan bakar tanpa perlu repot mengisi baterai, maka mobil hybrid menjadi pilihan yang lebih praktis.
Namun, apabila aktivitas sehari-hari didominasi perjalanan dalam kota dan tersedia fasilitas pengisian daya di rumah, PHEV dapat memberikan penghematan biaya operasional yang lebih besar karena lebih sering menggunakan tenaga listrik.
Seiring berkembangnya infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia, kedua teknologi tersebut diperkirakan akan terus diminati sebagai solusi mobilitas yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Kesimpulan
Perbedaan utama antara mobil hybrid dan PHEV terletak pada kapasitas baterai, metode pengisian daya, kemampuan berkendara menggunakan tenaga listrik, serta harga kendaraan.
Hybrid menawarkan kemudahan penggunaan karena tidak memerlukan charging eksternal, sedangkan PHEV menghadirkan efisiensi energi yang lebih tinggi berkat kemampuan melaju menggunakan listrik dalam jarak tertentu.
Pemilihan teknologi yang tepat sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan mobilitas, ketersediaan fasilitas pengisian daya, serta anggaran yang dimiliki.
FAQ
Apa itu mobil PHEV?
PHEV atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle merupakan mobil yang menggabungkan mesin bensin dan motor listrik serta memiliki baterai yang dapat diisi ulang menggunakan charger eksternal.
Apa perbedaan utama hybrid dan PHEV?
Perbedaan utamanya terletak pada kapasitas baterai dan sistem pengisian daya. PHEV memiliki baterai lebih besar dan dapat dicas melalui charger eksternal, sedangkan hybrid tidak.
Apakah mobil hybrid perlu dicas?
Tidak. Mobil hybrid mengisi baterainya secara otomatis melalui regenerative braking dan kerja mesin sehingga tidak memerlukan pengisian daya dari luar.
Apakah mobil PHEV bisa berjalan tanpa bensin?
Ya. Selama baterai masih memiliki daya, PHEV dapat melaju menggunakan tenaga listrik saja dalam jarak tertentu sebelum mesin bensin bekerja.
Mana yang lebih hemat, hybrid atau PHEV?
PHEV berpotensi lebih hemat apabila baterainya rutin diisi ulang karena perjalanan harian bisa dilakukan menggunakan tenaga listrik. Namun jika jarang dicas, efisiensinya dapat mendekati mobil hybrid konvensional.














