Media90 – Xpeng kembali menjadi sorotan di industri kendaraan listrik global. Pada ajang Auto China 2026 atau Beijing Auto Show 2026 yang digelar mulai 24 April 2026, pabrikan asal Tiongkok ini akan memperkenalkan ekosistem Physical AI generasi terbaru yang diklaim membawa lompatan besar dalam teknologi mobilitas pintar.
Melalui pameran tersebut, Xpeng tidak hanya memamerkan kendaraan listrik, tetapi juga seluruh portofolio teknologi yang terintegrasi dalam konsep Physical AI, mulai dari sistem berkendara otonom, robotika, hingga pengembangan mobil terbang.
Physical AI Masuki Fase Produksi Massal
Tahun 2026 menjadi tonggak penting bagi Xpeng karena teknologi Physical AI kini resmi memasuki tahap produksi massal. Salah satu sorotan utama adalah sistem pengemudian cerdas VLA 2.0, yang menjadi bagian inti dari ekosistem tersebut.
VLA 2.0 disebut membawa perubahan besar dalam cara pengguna berinteraksi dengan mobil pintar. Sistem ini menghadirkan peningkatan respons, adopsi teknologi yang lebih luas, serta peningkatan minat terhadap varian berteknologi tinggi seperti Ultra.
Salah satu model yang menjadi contoh penerapan teknologi ini adalah Mona UltraSE, yang dirancang agar teknologi berkendara cerdas tingkat lanjut dapat diakses oleh segmen pengguna yang lebih muda dan lebih luas.
Pengunjung pameran nantinya juga dapat mencoba langsung fitur-fitur VLA 2.0, seperti navigasi otonom, parkir otomatis, hingga sistem bantuan berkendara di lingkungan perkotaan yang kompleks.
Robotika hingga Mobil Terbang Ikut Dipamerkan
Selain sistem berkendara cerdas, Xpeng juga akan menampilkan perkembangan terbaru di bidang robotika serta mobil terbang. Langkah ini memperkuat posisi Xpeng sebagai perusahaan teknologi yang tidak hanya fokus pada mobil listrik, tetapi juga ekosistem mobilitas masa depan secara menyeluruh.
Xpeng GX Jadi Sorotan SUV Baru
Di antara lini produk yang dipamerkan, Xpeng GX menjadi salah satu model yang paling disorot. SUV ini hadir dengan desain serba baru yang lebih modern dan futuristik.
Xpeng GX ditawarkan dalam dua pilihan teknologi penggerak, yaitu Battery Electric Vehicle (BEV) dan Range Extender Electric Vehicle (REEV/EREV).
Untuk versi BEV, SUV ini menggunakan motor listrik ganda depan dan belakang dengan tenaga hingga 362 hp, serta mampu menempuh jarak hingga 750 km dalam sekali pengisian penuh.
Sementara versi REEV mengombinasikan mesin 1.5T dengan motor listrik ganda yang menghasilkan tenaga gabungan 282 hp, dengan jarak tempuh total mencapai 1.585 km.
SUV ini dibanderol mulai dari 399.800 yuan atau sekitar Rp1,01 miliar.
Ekspansi Global Xpeng Terus Melaju
Di luar inovasi produk, Xpeng juga terus memperluas ekspansi globalnya. Saat ini, perusahaan telah hadir di lebih dari 60 negara dan wilayah, menjadikannya salah satu pemain EV China dengan pertumbuhan internasional paling agresif.
Sepanjang 2025, Xpeng mencatat pengiriman sekitar 45.000 unit kendaraan ke pasar luar negeri, meningkat hingga 95,6 persen dibanding tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini memperkuat posisi Xpeng sebagai salah satu eksportir kendaraan listrik terbesar dari China.
Penegasan Visi Mobilitas Masa Depan
Partisipasi Xpeng di Beijing Auto Show 2026 bukan sekadar pameran produk, tetapi juga penegasan visi jangka panjang perusahaan.
Melalui konsep Physical AI, Xpeng ingin menunjukkan bahwa masa depan mobilitas tidak hanya berbicara soal kendaraan listrik, tetapi juga integrasi kecerdasan buatan yang menyatu dalam kehidupan sehari-hari—mulai dari berkendara, interaksi pengguna, hingga ekosistem transportasi yang lebih luas.














