Media90 – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL), Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag., Ph.D., menegaskan pentingnya penguatan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) sebagai langkah strategis menuju akreditasi internasional.
Penegasan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Asesmen Rencana Pembelajaran Semester (RPS) OBE yang diselenggarakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) di Gedung Academic & Research Center UIN RIL, Senin (20/04/2026).
Menurut Rektor, asesmen RPS merupakan bagian dari percepatan langkah strategis kampus yang telah dirumuskan dalam rapat kerja pimpinan untuk menyongsong akreditasi internasional.
Ia menjelaskan bahwa kurikulum berbasis OBE menjadi salah satu aspek yang kerap menjadi perhatian dalam kerja sama global, terutama saat perguruan tinggi luar negeri menjajaki program pertukaran dosen dan mahasiswa.
“Ini sering ditanyakan, bagaimana standar kurikulum kita. Alhamdulillah kita sudah memulai. Tapi untuk memastikan OBE benar-benar membumi di UIN Raden Intan Lampung, kegiatan seperti ini harus terus dilakukan,” ujarnya.
Rektor juga mengungkapkan adanya minat dari mahasiswa luar negeri, termasuk dari Samarkand Bukhori, Uzbekistan, yang menanyakan peluang kelas internasional di UIN RIL. Namun demikian, ia menegaskan bahwa kesiapan tersebut masih perlu diperkuat, khususnya dari aspek kurikulum.
Ia menambahkan bahwa penguatan OBE menjadi bagian penting dalam menjawab tuntutan global, sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) yang mendorong perguruan tinggi keagamaan Islam negeri untuk go internasional.
Dalam arahannya, Rektor menekankan bahwa program studi merupakan garda terdepan layanan pendidikan. Oleh karena itu, ketua dan sekretaris program studi dituntut memiliki pemahaman yang kuat terkait implementasi OBE.
Ia juga meminta LPM bersama Gugus Penjaminan Mutu Fakultas (GPMF) untuk bekerja secara serius, terukur, dan terstruktur dalam menyiapkan setiap tahapan menuju akreditasi internasional.
Rektor menekankan pentingnya keselarasan implementasi OBE, mulai dari penurunan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) ke Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) dan sub-CPMK, penyusunan indikator yang terukur, hingga penerapan metode pembelajaran yang mendukung pencapaian kompetensi.
Ia juga menegaskan bahwa sistem penilaian harus mampu mengukur hasil belajar secara autentik, serta seluruh proses pembelajaran wajib selaras dengan prinsip student-centered learning, kebijakan Merdeka Belajar, perkembangan teknologi, dan kebutuhan dunia kerja.
Selain itu, Rektor menyoroti pentingnya penguatan tata kelola akademik yang melibatkan Pusat Teknologi Pembelajaran dan Inovasi Digital (PTPID), bidang akademik, serta kaprodi, sekprodi, dan GPMF agar dapat bersinergi secara optimal.
Ia juga menekankan pentingnya soliditas tim kerja dan loyalitas terhadap institusi. Rektor menegaskan bahwa seluruh elemen kampus harus berorientasi pada pengabdian dan kemajuan bersama.
“Kalau sebelumnya bertumbuh mendunia, sekarang ber-ISI (Intellectuality, Spirituality, dan Integrity) mendunia,” katanya.
Lebih lanjut, ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, terbuka terhadap masukan, serta aktif berdiskusi dan berbagi praktik baik antarprogram studi. Menurutnya, kualitas asesmen dan penyempurnaan RPS akan berdampak langsung pada peningkatan mutu lulusan yang unggul dan berdaya saing global.
Rektor juga meminta adanya laporan capaian kinerja secara berkala sebagai bentuk evaluasi berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa masa depan UIN RIL berada di tangan seluruh sivitas akademika.
“Saya titipkan masa depan UIN RIL kepada Bapak Ibu sekalian. Mari bersama kita tingkatkan mutu dan kualitas pendidikan,” tambahnya.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Indrawati, S.S., M.Pd., Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu LPM UIN Raden Fatah Palembang, dengan moderator Dr. Listiyani Siti Romlah, M.Pd., Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran LPM UIN RIL.














