TEKNO

AI SleepFM Ungkap Risiko Penyakit Lewat Pola Tidur, Bahkan Sebelum Gejala Muncul

119
×

AI SleepFM Ungkap Risiko Penyakit Lewat Pola Tidur, Bahkan Sebelum Gejala Muncul

Sebarkan artikel ini
Hebat! AI SleepFM Bisa Mendeteksi Risiko 130 Penyakit Lewat Pola Tidur
Hebat! AI SleepFM Bisa Mendeteksi Risiko 130 Penyakit Lewat Pola Tidur

Media90 – Tidur selama ini dikenal sebagai waktu istirahat bagi tubuh. Namun, bagi para peneliti di Amerika Serikat, tidur justru menyimpan petunjuk penting tentang kondisi kesehatan seseorang di masa depan. Sebuah model kecerdasan buatan (AI) terbaru bernama SleepFM dikembangkan untuk membaca sinyal tubuh saat tidur dan memprediksi risiko berbagai penyakit, bahkan sebelum gejala pertama muncul.

Hanya dengan satu malam tidur di laboratorium, SleepFM diklaim mampu memperkirakan risiko sekitar 130 jenis penyakit, mulai dari penyakit jantung, Parkinson, demensia, hingga beberapa jenis kanker seperti kanker prostat dan payudara. Temuan ini membuka kemungkinan baru dalam dunia deteksi dini penyakit berbasis data tidur.

Ads
close ads

Prediksi Jauh Sebelum Gejala Muncul

Menurut James Zou, profesor ilmu data biomedis di Universitas Stanford sekaligus penulis utama studi SleepFM, kemampuan AI ini terletak pada pola tersembunyi dalam tidur manusia. SleepFM mampu membuat prediksi bertahun-tahun sebelum tanda-tanda klinis penyakit benar-benar terlihat.

“Tidur menyimpan banyak sinyal biologis yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal,” kata Zou.

Studi ini dipublikasikan pada awal Januari dalam jurnal ilmiah Nature Medicine, salah satu jurnal medis paling bergengsi di dunia.

Data Tidur Jadi Bahan Analisis AI

Untuk mengembangkan model tersebut, SleepFM dilatih menggunakan hampir 600.000 jam data tidur yang dikumpulkan dari sekitar 65.000 orang. Data ini berasal dari pemeriksaan tidur yang dikenal sebagai polisomnografi, metode medis yang memantau berbagai sinyal fisiologis selama seseorang tidur.

Polisomnografi merekam aktivitas gelombang otak, detak jantung, pola pernapasan, ketegangan otot, serta pergerakan mata dan kaki. Dalam proyek SleepFM, sebagian besar data diperoleh dari Sleep Medicine Center Universitas Stanford di California.

Dari Pola Tidur Normal hingga Riwayat Penyakit

Pada tahap awal, SleepFM diperkenalkan pada pola tidur “normal” berdasarkan analisis statistik. Setelah itu, AI dilatih untuk mengenali berbagai gangguan tidur, termasuk sleep apnea, kondisi yang ditandai dengan henti napas berulang saat tidur.

Langkah berikutnya adalah mengaitkan data tidur tersebut dengan rekam medis elektronik hingga 25 tahun ke belakang. Dari sinilah SleepFM belajar menghubungkan pola tidur tertentu dengan kemungkinan diagnosis penyakit di masa depan.

Dari 1.000 Penyakit Menjadi 130 Prediksi Akurat

Dari sekitar 1.000 penyakit yang dianalisis, SleepFM berhasil mengidentifikasi 130 penyakit yang dapat diprediksi dengan tingkat akurasi sedang hingga tinggi hanya dari data tidur.

Menurut Rahul Thapa, mahasiswa doktoral sekaligus salah satu penulis utama studi, hasil ini memperkuat pandangan bahwa tidur merupakan biomarker penting untuk kesehatan jangka panjang.

“Risiko stroke, gagal jantung, demensia, bahkan kematian dapat diperkirakan cukup baik dari sinyal-sinyal tidur,” jelasnya.

Kombinasi Sinyal Tubuh Jadi Kunci

Analisis lanjutan menunjukkan bahwa tidak semua sinyal tubuh memiliki peran yang sama. Sinyal jantung saat tidur lebih relevan untuk memprediksi penyakit kardiovaskular, sementara aktivitas otak berkaitan erat dengan gangguan neurologis dan psikologis.

Namun, informasi paling kaya justru muncul ketika berbagai sinyal digabungkan. Misalnya, kondisi ketika otak menunjukkan tidur yang stabil tetapi jantung tampak lebih aktif. Ketidaksesuaian ini dapat menjadi tanda adanya tekanan fisik tersembunyi yang berkaitan dengan penyakit tahap awal.

Bukan Pengganti Dokter, tapi Alat Bantu Kuat

Meski hasilnya menjanjikan, para peneliti menegaskan bahwa SleepFM bukan alat diagnosis mutlak. AI ini bekerja dengan menemukan korelasi statistik, bukan hubungan sebab-akibat langsung. Oleh karena itu, hasil prediksi tetap harus ditafsirkan oleh tenaga medis profesional.

Selain itu, sebagian besar data SleepFM berasal dari pasien laboratorium tidur di wilayah dengan akses layanan kesehatan tinggi. Artinya, kelompok masyarakat dengan gangguan tidur yang belum terdiagnosis atau berasal dari wilayah kurang terlayani secara medis masih belum sepenuhnya terwakili.

Potensi Besar untuk Dunia Medis

Meski belum bisa menggantikan peran dokter, kehadiran AI seperti SleepFM menunjukkan bagaimana teknologi dapat menjadi alat pendukung yang sangat kuat dalam dunia medis. Model ini berpotensi membantu dokter mengidentifikasi pasien berisiko tinggi lebih awal, mempercepat deteksi dini, serta memperdalam pemahaman tentang proses biologis yang terganggu sejak fase awal penyakit.

Jika dikembangkan dengan data yang lebih beragam dan dikombinasikan dengan penilaian klinis, pendekatan berbasis tidur berpeluang membawa perubahan besar dalam pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan masyarakat di masa depan.

iPhone Dikabarkan Akan Gunakan Sensor Kamera 200 MP di Masa Depan
TEKNO

Media90 – Apple kembali menjadi sorotan setelah muncul rumor terbaru mengenai rencana peningkatan kamera iPhone di masa depan. Informasi ini berasal dari leaker Digital Chat Station yang dikenal kerap membocorkan rencana produk teknologi besar, termasuk perangkat dari Apple. Meski saat ini iPhone masih dianggap tertinggal dalam hal resolusi megapiksel dibanding sejumlah pesaing Android, kabar terbaru menyebutkan bahwa Apple mulai menyiapkan peningkatan besar secara bertahap pada sistem kameranya. Ads close ads Awal Perubahan Dimulai di iPhone 18 Pro Menurut rumor yang beredar, perubahan awal akan dimulai pada seri iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Kedua model tersebut disebut akan…

Motorola Luncurkan Moto Buds Loop, TWS Open-Ear Kini Masuk Indonesia
TEKNO

Media90 – Motorola kembali memperluas lini perangkat audionya dengan meluncurkan TWS open-ear perdana di Indonesia, yaitu Moto Buds Loop. Produk ini hadir dengan pendekatan desain terbuka yang dipadukan dengan teknologi audio hasil tuning dari Bose, menghadirkan pengalaman mendengarkan yang lebih imersif sekaligus tetap sadar dengan lingkungan sekitar. Moto Buds Loop mengusung desain berbentuk huruf “C” yang cara pakainya dijepit di daun telinga. Konsep open-ear yang digunakan memang tengah menjadi tren karena memungkinkan pengguna tetap mendengar suara di sekitar tanpa sepenuhnya menutup telinga, sehingga lebih aman digunakan untuk aktivitas outdoor maupun mobilitas harian. Ads close ads Audio Imersif dengan Tuning Bose…

Motorola Edge 70 Pro Resmi Debut, Ditenagai Dimensity 8500 Extreme dan Triple Kamera 50 MP
TEKNO

Media90 – Motorola resmi mengumumkan kehadiran Edge 70 Pro sebagai varian tertinggi dari lini Edge 70 untuk saat ini. Smartphone ini hadir dengan pendekatan serba seimbang, mulai dari performa, layar, hingga kemampuan kamera yang menjadi salah satu daya tarik utamanya. Dari sisi desain, Edge 70 Pro tampil dengan bodi berlekuk (curved) baik di bagian depan maupun belakang, memberikan kesan premium dan ergonomis saat digenggam. Di bagian depan, perangkat ini dibekali layar Extreme AMOLED berukuran 6,8 inci dengan refresh rate hingga 144 Hz. Ads close ads Layar tersebut juga diklaim memiliki tingkat kecerahan puncak mencapai 5200 nits serta dukungan warna 100%…

Apple AirTag 2 Kini Hadir di Indonesia, Segini Harga yang Ditawarkan
TEKNO

Media90 – Setelah diperkenalkan secara global pada Januari lalu, Apple AirTag 2 akhirnya resmi tersedia di Indonesia. Perangkat pelacak generasi kedua dari Apple ini kini sudah mulai dijual melalui berbagai distributor resmi Apple di Tanah Air. Berdasarkan pantauan di situs iBox, Apple AirTag 2 dibanderol dengan harga mulai dari Rp599.000 untuk satu unit. Sementara itu, tersedia juga paket bundling berisi 4 unit yang dijual seharga Rp1.799.000, yang membuat harga per unitnya menjadi lebih hemat dibanding pembelian satuan. Ads close ads Peningkatan Fitur dan Performa Sebagai generasi terbaru, AirTag 2 membawa sejumlah peningkatan penting dari sisi perangkat keras. Perangkat ini kini…

OPPO Luncurkan Pad 5 Pro, Tablet Flagship dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
TEKNO

Media90 – OPPO resmi meluncurkan tablet flagship terbaru mereka, OPPO Pad 5 Pro, di China. Berbeda dengan OPPO Pad Mini yang fokus pada gaming ringkas, tablet ini dirancang untuk menunjang produktivitas dan kreativitas dengan layar besar serta performa kelas atas. Perangkat ini menjadi penerus langsung OPPO Pad 4 Pro dengan peningkatan di sisi performa dan fitur pendukung kerja profesional. Ads close ads Layar Besar 13,2 Inci dengan Refresh Rate Adaptif OPPO Pad 5 Pro masih mempertahankan layar besar 13,2 inci dengan resolusi 3.4K (3392 x 2400 piksel). Panel ini menggunakan aspek rasio 7:5 yang lebih ideal untuk multitasking, membaca, hingga…

Redmi K Pad 2 Resmi Diumumkan, Tablet Gaming Ringkas dengan Dimensity 9500
TEKNO

Xiaomi resmi mengumumkan tablet gaming ringkas terbaru mereka di China, Redmi K Pad 2. Perangkat ini menjadi penerus generasi pertama dengan peningkatan signifikan, terutama pada performa chipset dan kapasitas baterai yang kini jauh lebih besar. Tablet ini dirancang sebagai perangkat gaming portable yang tetap bertenaga, cocok untuk pengguna yang menginginkan performa tinggi dalam ukuran ringkas. Ads close ads Layar 8,8 Inci 3K dengan Refresh Rate 165Hz Redmi K Pad 2 masih mempertahankan layar IPS LCD berukuran 8,8 inci dengan resolusi 3K (3008 x 1880 piksel). Panel ini mendukung refresh rate hingga 165Hz untuk pengalaman gaming yang lebih mulus. Selain itu,…

OPPO Luncurkan Find X9 Ultra, Smartphone dengan Kamera Monster 200MP Ganda
TEKNO

Media90 – OPPO akhirnya resmi memperkenalkan OPPO Find X9 Ultra dalam sebuah event peluncuran di China setelah lama dirumorkan. Smartphone ultra flagship ini langsung mencuri perhatian berkat konfigurasi kamera “monster” dengan empat kamera Hasselblad, termasuk dua sensor 200MP dan kemampuan zoom optik hingga 10x. Kamera Monster dengan Dual 200MP dan Periskop 10x Zoom Sektor kamera menjadi sorotan utama pada OPPO Find X9 Ultra. Di bagian belakang, OPPO menyematkan setup empat kamera Hasselblad yang sangat ambisius. Ads close ads Kamera utamanya menggunakan sensor 200MP Sony LYT-901 berukuran 1/1.12 inci dengan aperture f/1.5 dan dukungan OIS. Kamera kedua juga tak kalah gahar,…