Media90 – Industri live commerce di China tengah mengalami transformasi besar. Jika sebelumnya kreator harus menghabiskan waktu berjam-jam di depan kamera, kini peran tersebut mulai digantikan oleh avatar berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mampu siaran tanpa henti selama 24 jam. Fenomena ini bukan lagi sekadar eksperimen, melainkan telah menjadi sumber pendapatan baru bagi banyak brand.
Cara kerjanya terbilang efisien. Kreator hanya perlu menyiapkan perangkat sederhana seperti green screen dan pencahayaan dasar. Selanjutnya, avatar AI—yang merupakan kloning digital dari kreator—akan tampil di layar. Avatar ini mampu berbicara, menjelaskan produk, hingga berinteraksi dengan penonton secara ekspresif layaknya manusia.
Bukti Efektivitas Avatar AI
Salah satu contoh sukses datang dari kreator ternama, Luo Yonghao. Bekerja sama dengan Baidu, ia menggunakan avatar AI untuk siaran live streaming selama enam jam. Hasilnya mengejutkan, dengan penjualan mencapai 55 juta yuan atau sekitar Rp930 miliar pada 2025. Angka ini bahkan melampaui performa saat ia melakukan siaran secara langsung.
Teknologi di balik avatar ini tidak sederhana. Sistem AI dilatih menggunakan data video kreator selama bertahun-tahun, sehingga mampu meniru gaya bicara, gestur, hingga ekspresi dengan tingkat akurasi tinggi.
Ledakan Industri Avatar Digital
Tren ini turut memicu pertumbuhan industri baru. Data menunjukkan lebih dari 993.000 perusahaan di China kini bergerak di sektor avatar digital, dengan lebih dari 400.000 di antaranya berdiri dalam beberapa tahun terakhir.
Pada festival belanja daring 618 Shopping Festival yang berlangsung 18 Juni, lebih dari 5.000 brand menggunakan avatar AI untuk live streaming. Hasilnya, siaran tersebut meraup lebih dari 100 juta penayangan dan mencatatkan lebih dari 5 juta interaksi.
Dari sisi ekonomi, dampaknya sangat besar. Pada 2023, pendapatan sektor avatar digital di China diperkirakan mencapai 333 miliar yuan. Angka ini diproyeksikan melonjak hingga 640 miliar yuan pada 2025, menandakan potensi pasar yang terus berkembang pesat.
Efisiensi vs Tantangan Transparansi
Keunggulan utama avatar AI terletak pada efisiensi. Tidak seperti manusia, avatar digital tidak membutuhkan istirahat, makan, atau libur. Brand dapat menjalankan siaran nonstop sepanjang hari, sekaligus menekan biaya produksi karena tidak memerlukan studio besar atau kru lengkap.
Namun, teknologi ini juga menghadapi tantangan. Sebagian penonton menilai interaksi AI masih terasa kaku dan kurang natural. Selain itu, isu transparansi menjadi sorotan, karena tidak semua penonton menyadari apakah host yang mereka lihat adalah manusia atau AI.
Regulasi Mulai Diperketat
Menanggapi tren ini, otoritas di China mulai menetapkan aturan. Platform seperti Douyin kini mewajibkan kreator memberikan label khusus jika menggunakan avatar AI dalam siaran. Selain itu, pengawasan manusia tetap diperlukan untuk memastikan konten tetap akurat dan sesuai aturan.
Meski masih menghadapi tantangan etika dan teknis, kehadiran avatar AI telah mengubah lanskap industri konten digital. Kini, kreator dapat “hadir” di berbagai tempat sekaligus, menjaga bisnis tetap berjalan 24 jam tanpa harus selalu berada di depan kamera.














