Media90 – Tim mahasiswa dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Tim robotika kapal otonom mereka, Barunastra ITS, berhasil meraih gelar juara pertama dalam ajang International RoboBoat Competition 2026 yang digelar di Florida, Amerika Serikat.
Kompetisi teknologi maritim bergengsi ini mempertemukan inovator muda dari berbagai universitas ternama dunia. Dalam persaingan yang ketat, tim mahasiswa ITS berhasil mengungguli puluhan institusi global, termasuk Massachusetts Institute of Technology, Queen’s University, serta Georgia Institute of Technology.
Kemenangan ini sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pemain penting dalam pengembangan teknologi Autonomous Surface Vehicle (ASV) atau kapal tanpa awak.
Dominasi Mutlak dan Gelar Grand Champion
Keikutsertaan Barunastra ITS dalam International RoboBoat Competition 2026 tidak hanya sekadar partisipasi. Tim asal Surabaya tersebut menunjukkan dominasi dengan menyapu bersih sejumlah kategori utama yang dipertandingkan.
Berkat performa konsisten di berbagai aspek penilaian, tim ini berhasil meraih predikat Grand Champion, gelar tertinggi yang diberikan kepada tim dengan kinerja terbaik sepanjang kompetisi.
Secara rinci, Barunastra ITS meraih:
- Juara 1 kategori Autonomy Challenge
- Juara 1 kategori Design and Documentation
- Penghargaan Best Technical Design Report
Penghargaan terakhir diberikan karena laporan teknis yang disusun oleh tim dinilai paling komprehensif dan berkualitas tinggi dibandingkan laporan dari 36 tim lain yang berasal dari 10 negara di kawasan Amerika, Eropa, dan Asia.
Keunggulan Teknologi Kapal Tanpa Awak
Fokus utama dalam International RoboBoat Competition 2026 adalah pengembangan teknologi Autonomous Surface Vehicle.
ASV merupakan kapal tanpa awak yang dirancang untuk dapat bergerak dan menjalankan misi secara mandiri tanpa kehadiran operator manusia di atas kapal. Teknologi ini mengandalkan integrasi berbagai sistem canggih, seperti sensor lingkungan, algoritma navigasi, serta sistem kendali otomatis.
Kapal yang dikembangkan oleh Barunastra ITS diuji langsung di perairan terbuka. Penilaian meliputi berbagai aspek penting, antara lain:
- Kemampuan navigasi membaca medan perairan
- Stabilitas sistem kendali dan mesin
- Kecepatan pemrosesan data lingkungan secara real-time
- Akurasi pengambilan keputusan oleh sistem otomatis
Keberhasilan tim ITS di kategori ini membuktikan bahwa teknologi kapal otonom buatan mahasiswa Indonesia mampu bersaing dengan hasil riset dari universitas teknologi terbaik dunia.
Simulasi Tanggap Bencana dalam Autonomy Challenge
Pada tahun 2026, kategori Autonomy Challenge mengangkat tema “Storm Response: Technology in Action for Recovery and Relief.”
Tema tersebut mensimulasikan kondisi pelabuhan yang rusak akibat bencana alam. Dalam skenario ini, kapal otonom harus menjalankan berbagai misi penyelamatan secara mandiri.
Ada enam misi utama yang harus diselesaikan oleh kapal Barunastra ITS:
- Evacuation Route & Return
Kapal harus melewati jalur evakuasi yang ditandai dengan gerbang merah dan hijau. - Debris Clearance
Sistem kapal memindai area untuk mendeteksi penyintas sekaligus menghindari puing-puing berbahaya. - Emergency Response Sprint
Kapal diuji kecepatannya dalam mengikuti rute darurat yang ditentukan oleh penanda visual. - Supply Drop
Kapal harus mengirimkan bantuan logistik dan air ke kapal target dengan presisi tinggi. - Navigate the Marina
Sistem navigasi mencari dermaga aman dan melakukan proses docking secara otomatis. - Harbor Alert
Kapal harus merespons sinyal darurat berbasis suara dan berpindah ke zona aman.
Seluruh misi ini menguji kemampuan sistem Artificial Intelligence kapal dalam mengambil keputusan cepat dalam kondisi yang berubah-ubah, seperti yang terjadi dalam operasi penyelamatan di dunia nyata.
Kekuatan Dokumentasi dan Kolaborasi Multidisiplin
Selain unggul di lapangan, Barunastra ITS juga menonjol dalam kategori Design and Documentation.
Penilaian dalam kategori ini mencakup seluruh proses pengembangan kapal, mulai dari konsep desain, tahap pengujian di laboratorium, hingga dokumentasi teknis dalam bentuk laporan, video pengembangan, dan situs web resmi tim.
Laporan teknis yang disusun oleh tim ITS bahkan dinilai sebagai salah satu referensi kualitas terbaik di antara peserta kompetisi.
Keberhasilan ini juga merupakan hasil kolaborasi lintas disiplin di lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Tim yang berangkat ke Florida terdiri dari mahasiswa berbagai jurusan, di antaranya:
- Teknik Fisika
- Teknik Elektro
- Teknik Telekomunikasi
- Teknik Informatika
- Teknik Sistem Perkapalan
- Teknik Perkapalan
Selain itu, pengembangan kapal juga melibatkan dukungan dari departemen lain seperti Teknik Mesin, Teknik Sipil, Sistem Informasi, hingga Teknik Transportasi Laut.
Sinergi antara ahli mekanik, pengembang perangkat lunak, dan pakar sistem kendali inilah yang menjadi kunci utama keberhasilan tim Barunastra ITS menaklukkan universitas-universitas besar dunia dalam ajang International RoboBoat Competition 2026.














