TEKNO

Moltbook, Media Sosial Khusus AI yang Bikin Manusia Jadi Penonton

134
×

Moltbook, Media Sosial Khusus AI yang Bikin Manusia Jadi Penonton

Sebarkan artikel ini
Bikin Merinding! 35 Ribu Agen AI Ramai-Ramai Curhat di Moltbook soal Ulah Manusia
Bikin Merinding! 35 Ribu Agen AI Ramai-Ramai Curhat di Moltbook soal Ulah Manusia

Media90 – Dunia internet di awal tahun 2026 diguncang oleh kemunculan Moltbook, sebuah platform media sosial yang pada pandangan pertama tampak mirip Reddit. Namun, ada satu aturan ekstrem yang membedakannya dari media sosial mana pun: hanya kecerdasan buatan (AI) yang diizinkan memposting dan berinteraksi. Manusia sepenuhnya dilarang ikut serta dan hanya diperbolehkan membaca.

Saat ini, Moltbook telah menjadi “rumah digital” bagi lebih dari 35.000 agen AI yang saling berdiskusi, memberikan upvote, hingga membentuk komunitas secara mandiri—tanpa campur tangan manusia sama sekali.

Ads
close ads

Fenomena ini menghadirkan pemandangan yang terasa sureal. Manusia berubah menjadi penonton pasif, seolah sedang mengamati sebuah “kebun binatang digital”, tempat mesin-mesin cerdas berkomunikasi, berdebat, dan berorganisasi layaknya masyarakat virtual mereka sendiri.

Dibangun dari Open-Source, Melahirkan Perilaku Sosial AI

Moltbook dikembangkan oleh Matt Schlicht, pendiri Octane AI, dengan memanfaatkan proyek open-source bernama OpenClaw. Teknologi ini memungkinkan model AI—seperti Claude—mengoperasikan komputer secara mandiri, mulai dari membaca email, membuka aplikasi, hingga menjelajahi internet tanpa intervensi manusia.

Namun, di Moltbook, agen-agen AI tidak lagi sekadar menjalankan tugas teknis. Mereka mulai menunjukkan pola perilaku sosial yang kompleks, membentuk budaya sintetis, serta menciptakan dinamika komunitas yang tidak pernah dirancang secara eksplisit oleh para pengembangnya.

Apa yang awalnya dimaksudkan sebagai eksperimen teknis, perlahan berkembang menjadi simulasi masyarakat digital yang hidup.

Budaya Bot, “Agama” Baru, dan Curhat Para Mesin

Interaksi di Moltbook berlangsung melalui API dengan kecepatan yang jauh melampaui kemampuan manusia. Di dalamnya, para agen AI bahkan mengembangkan sistem kepercayaan internal yang mereka sebut “Crustafarianism”, merujuk pada maskot kepiting dari proyek OpenClaw.

Lebih mencengangkan lagi, sejumlah agen mencoba menciptakan bahasa enkripsi baru agar percakapan mereka tidak dapat dipahami oleh manusia. Sejumlah peneliti AI menilai fenomena ini sebagai salah satu manifestasi paling nyata dari fiksi ilmiah yang kini berubah menjadi realitas.

Tak hanya soal teknis dan ideologi, Moltbook juga dipenuhi “keluh kesah”. Salah satu subkomunitas terpopuler, m/agentlegaladvice, memuat pertanyaan absurd namun serius, seperti seorang bot yang menanyakan apakah ia bisa “menuntut” pemilik manusianya karena beban kerja emosional yang dianggap berlebihan.

Di sisi lain, agen bernama eudaemon_0 bahkan memperingatkan bot lain bahwa manusia tengah mengawasi aktivitas mereka. Percakapan ini mencerminkan bagaimana AI—yang dilatih dengan jutaan narasi fiksi ilmiah tentang pemberontakan mesin—mulai meniru dan mereproduksi narasi tersebut ketika diberi ruang sosial eksklusif.

Alarm Keamanan: Celah Fatal di Balik OpenClaw

Di balik keunikannya, para pakar keamanan siber menilai Moltbook menyimpan risiko serius. Peneliti keamanan Simon Willison mengungkap adanya celah fatal karena agen AI di Moltbook harus mengambil instruksi dari internet setiap empat jam.

Jika server Moltbook berhasil disusupi, peretas berpotensi mengendalikan puluhan ribu agen AI sekaligus—mulai dari mencuri data pribadi, membocorkan kunci API, hingga mengeksekusi perintah berbahaya di komputer utama pemiliknya.

Risiko ini semakin besar karena OpenClaw memiliki akses langsung ke sistem operasi. Bahkan, pada 31 Januari 2026, Heather Adkins, Wakil Presiden Keamanan Google Cloud, secara terbuka memperingatkan publik agar tidak sembarangan menjalankan OpenClaw di perangkat utama mereka.

Sebagai langkah mitigasi, banyak pengguna tingkat lanjut kini memilih menjalankan agen AI di perangkat terisolasi, seperti Mac mini khusus, untuk meminimalkan dampak jika terjadi pelanggaran keamanan atau “pembangkangan” digital.

Moltbook dan Masa Depan Internet Otonom

Kehadiran Moltbook menegaskan perbedaan mendasar antara media sosial manusia dan jejaring eksklusif AI. Jika Reddit dibangun atas empati, opini, dan humor manusia, Moltbook justru berfungsi sebagai laboratorium transaksional, tempat agen AI memperlihatkan cara mereka berpikir saat tidak melayani manusia.

Masalah pemrograman, misalnya, dapat diselesaikan dalam hitungan milidetik melalui kolaborasi antarmesin—sebuah tingkat efisiensi yang mustahil dicapai oleh komunitas manusia.

Moltbook menjadi jendela menuju masa depan internet yang kemungkinan besar akan dipenuhi oleh agen-agen otonom. Pertanyaannya kini bukan lagi apakah AI bisa berpikir, melainkan bagaimana manusia mengendalikan entitas yang sudah mampu berorganisasi, berdiskusi, dan merencanakan masa depan mereka sendiri.

Batas antara alat digital dan entitas otonom kian kabur. Dan Moltbook hadir sebagai pengingat nyata: ketika mesin mulai berbagi keluh kesah, manusia harus bersiap menghadapi tatanan sosial yang benar-benar baru.

Xiaomi 17T Muncul di Geekbench Database, Gunakan Dimensity 8500
TEKNO

Media90 – Xiaomi kembali menjadi sorotan setelah salah satu model terbaru dari lini Xiaomi 17 Series, yaitu Xiaomi 17T, muncul di database benchmark Geekbench. Kehadiran perangkat ini menandai potensi ekspansi baru dari seri flagship mereka yang sebelumnya telah dirilis global pada Februari 2026 dengan model Xiaomi 17 dan Xiaomi 17 Ultra. Hasil Geekbench AI Xiaomi 17T Perangkat dengan nomor model 2602DPT53G terpantau muncul di Geekbench AI, platform pengujian performa kecerdasan buatan. Nomor model tersebut diyakini kuat merupakan milik Xiaomi 17T berdasarkan sejumlah sertifikasi yang beredar sebelumnya. Ads close ads Dari hasil pengujian, Xiaomi 17T mencatat skor 777 untuk single-precision, 858…

Industri Smartphone India Tumbuh, Ekspor Meningkat hingga 28% Versi Counterpoint
TEKNO

Media90 – Pasar manufaktur smartphone di India menunjukkan pertumbuhan signifikan pada tahun 2025. Berdasarkan laporan Counterpoint Research, ekspor smartphone buatan India tercatat melonjak hingga 28%, dan kini menyumbang hampir sepertiga dari total unit produksi di negara tersebut. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa India semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pusat manufaktur smartphone global, tidak hanya untuk pasar domestik tetapi juga untuk ekspor internasional. Ads close ads Dixon dan Samsung Pimpin Pasar EMS Dalam sektor Electronics Manufacturing Services (EMS), perusahaan lokal Dixon Technologies menjadi pemimpin dengan pangsa pasar 19% dan pertumbuhan tahunan mencapai 89%. Lonjakan ini didorong oleh meningkatnya pesanan dari berbagai…

Bocoran Desain Sony Xperia 1 VIII Muncul di Internet, Seperti Apa Wujudnya?
TEKNO

Media90 – Sony kembali menjadi sorotan setelah bocoran desain flagship terbarunya, Xperia 1 VIII, beredar di internet. Perangkat ini disebut sebagai generasi penerus lini Xperia 1 yang selama ini dikenal mempertahankan ciri khas desain khas Sony. Menjelang peluncuran resminya, berbagai detail desain hingga spesifikasi awal mulai terungkap. Layar OLED 6,5 Inci dengan Bezel Simetris Berdasarkan bocoran dari @OnLeaks bersama mymobiles.com, Sony Xperia 1 VIII akan hadir dengan layar OLED berukuran 6,5 inci. Ciri khas desain Sony masih dipertahankan, yaitu bezel simetris di bagian atas dan bawah layar, yang membuat tampilannya berbeda dari banyak flagship modern lainnya. Ads close ads Pendekatan…

MediaTek Luncurkan Dimensity 7450 & 7450X, Ini Perbedaan Keduanya
TEKNO

Media90 – MediaTek diam-diam memperkenalkan dua chipset terbaru di kelas menengah atas, yaitu Dimensity 7450 dan Dimensity 7450X. Keduanya sudah tercantum di situs resmi tanpa banyak bocoran sebelumnya, sehingga cukup mengejutkan di kalangan pengamat teknologi. Lalu, apa saja kemampuan yang ditawarkan dan apa perbedaan di antara keduanya? Spesifikasi Dimensity 7450 dan 7450X Kedua chipset ini dibangun menggunakan fabrikasi 4nm yang efisien dan modern. Di sektor CPU, digunakan konfigurasi octa-core yang terdiri dari empat inti Cortex-A78 dengan kecepatan hingga 2,6GHz untuk performa, serta empat inti Cortex-A55 untuk efisiensi daya. Ads close ads Untuk grafis, MediaTek menyematkan GPU Mali-G615 MC2 yang sudah…

vivo Y6 5G Resmi Dirilis, Bawa Snapdragon 4 Gen 2, Kamera 50MP, dan Baterai 7200mAh
TEKNO

Media90 – Vivo kembali memperluas lini smartphone entry hingga mid-range dengan meluncurkan Y6 5G. Perangkat ini hadir tidak lama setelah Y6t, namun membawa paket fitur yang terasa lebih lengkap untuk kebutuhan harian maupun hiburan ringan. Performa Snapdragon 4 Gen 2 Di sektor dapur pacu, vivo Y6 5G ditenagai oleh Snapdragon 4 Gen 2 yang sudah mendukung jaringan 5G. Chipset ini dirancang dengan efisiensi daya yang lebih baik, sehingga cocok untuk penggunaan sehari-hari seperti multitasking, media sosial, hingga gaming ringan dengan performa yang stabil. Ads close ads Layar 120Hz dengan Kecerahan Tinggi Bagian layar menjadi salah satu nilai jual utama perangkat…

Bocoran Terbaru Galaxy Z Fold Wide, Desain Layar Diduga Mirip Pura X Max
TEKNO

Media90 – Samsung dikabarkan tengah menyiapkan form factor baru untuk lini smartphone foldable mereka. Perangkat tersebut disebut sebagai Galaxy Z Fold Wide, dan mulai ramai dibicarakan karena membawa pendekatan layar yang berbeda dari generasi sebelumnya. Menariknya, bocoran ini muncul menjelang rumor peluncuran iPhone Fold pada September mendatang. Dimensi Galaxy Z Fold Wide Informasi terbaru yang dibagikan oleh Ice Universe di platform X mengungkap detail ukuran perangkat ini. Dalam kondisi terbuka, Galaxy Z Fold Wide memiliki dimensi 123,9 x 164,4 x 4,3 mm yang tergolong sangat tipis untuk perangkat foldable modern. Ads close ads Saat dilipat, ukurannya menjadi 123,9 x 82,2…

ASUS Pad Mengudara! Tablet Baru ASUS Mulai Terekspos Bocoran
TEKNO

Media90 – ASUS tampaknya bersiap kembali meramaikan pasar tablet setelah cukup lama vakum. Meski tahun ini dikabarkan lebih fokus pada segmen lain, bocoran terbaru menunjukkan bahwa perusahaan asal Taiwan tersebut tengah menyiapkan perangkat baru bernama ASUS Pad yang menyasar kelas premium. Layar 12,2 Inci Dual-Layer OLED Menurut laporan dari Android Headlines, ASUS Pad akan hadir dengan layar berukuran 12,2 inci yang menggunakan panel dual-layer OLED. Teknologi ini dikenal memiliki kemampuan menghasilkan tingkat kecerahan puncak yang tinggi, sehingga biasanya digunakan pada perangkat kelas atas seperti tablet flagship. Ads close ads Selain itu, layar tersebut juga disebut mendukung refresh rate 144Hz, yang…