TEKNO

Dihujani Keluhan, Windows 11 Justru Tembus 1 Miliar Pengguna Aktif

129
×

Dihujani Keluhan, Windows 11 Justru Tembus 1 Miliar Pengguna Aktif

Sebarkan artikel ini
Meski Banyak Dikeluhkan, Windows 11 Tetap Bertahan Kuat
Meski Banyak Dikeluhkan, Windows 11 Tetap Bertahan Kuat

Media90 – Mengeluhkan Windows 11 belakangan ini seolah menjadi “olahraga” rutin di kalangan penggemar teknologi. Linimasa media sosial dan forum daring dipenuhi ancaman hijrah ke Linux, kritik terhadap performa yang dianggap berat, hingga protes soal kewajiban login akun Microsoft. Namun, di tengah derasnya sentimen negatif tersebut, Microsoft justru mengumumkan pencapaian yang sulit dibantah: Windows kini digunakan oleh lebih dari 1 miliar pengguna aktif di seluruh dunia.

CEO Microsoft, Satya Nadella, menyebut angka tersebut sebagai bukti bahwa Windows masih menjadi sistem operasi desktop paling dominan secara global. Fakta ini menunjukkan adanya jurang menarik antara persepsi warganet yang penuh keluhan dan realitas adopsi di lapangan.

Ads
close ads

Adopsi Windows 11 Lebih Cepat dari Windows 10

Secara statistik, Windows 11 mencatat pertumbuhan yang bahkan melampaui Windows 10. Sistem operasi yang dirilis pada 5 Oktober 2021 itu hanya membutuhkan waktu sekitar 1.576 hari untuk menembus angka 1 miliar pengguna. Sebagai pembanding, Windows 10 baru mencapai capaian serupa setelah 1.692 hari sejak dirilis, tepatnya pada Maret 2020.

Pencapaian ini tergolong mengejutkan, mengingat Windows 11 lahir di tengah pasar PC yang cenderung stagnan pascapandemi. Tidak hanya itu, Microsoft juga menerapkan persyaratan perangkat keras yang jauh lebih ketat, seperti kewajiban TPM 2.0 dan prosesor generasi tertentu. Jutaan PC lawas yang masih mampu menjalankan Windows 10 dengan baik otomatis tersingkir dan dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk upgrade.

Meski demikian, arus distribusi laptop dan PC baru yang sudah terpasang Windows 11 secara bawaan menjadi faktor kunci. Di sektor perkantoran dan pendidikan, kebiasaan menggunakan sistem operasi default dari pabrikan membuat adopsi Windows 11 terjadi secara organik, tanpa banyak perlawanan dari pengguna awam.

Windows 10 Masih Bertahan Kuat

Di balik dominasi Windows 11, Windows 10 nyatanya belum benar-benar tergeser. Data Statcounter menunjukkan bahwa sekitar 40–45 persen pengguna PC global masih bertahan di Windows 10. Angka ini menciptakan dilema tersendiri bagi Microsoft, karena diperkirakan masih ada hampir 1 miliar PC Windows 10 yang aktif hingga akhir 2025.

Masalahnya, sebagian besar perangkat tersebut tidak dapat ditingkatkan ke Windows 11 karena keterbatasan hardware. Jika dibiarkan tanpa solusi, kondisi ini berpotensi memicu risiko keamanan masif sekaligus menambah persoalan limbah elektronik dari PC yang “dipaksa pensiun”.

Sebagai langkah kompromi, Microsoft akhirnya melunak. Perusahaan menyiapkan skema pembaruan keamanan berbayar hingga tiga tahun bagi pelanggan bisnis. Untuk pengguna rumahan, Microsoft menyediakan pembaruan keamanan gratis selama satu tahun, serta menjanjikan dukungan aplikasi penting seperti Microsoft Edge dan Defender hingga setidaknya tahun 2028. Strategi ini memberi ruang transisi sekaligus waktu bagi produsen untuk mendorong adopsi perangkat baru, termasuk PC berbasis AI yang kini mulai digencarkan.

Janji Perbaikan dan Pekerjaan Rumah Besar

Presiden Windows dan Perangkat Microsoft, Pavan Davuluri, secara terbuka mengakui bahwa Windows 11 memiliki masalah reputasi. Sistem ini kerap dicap berat, kurang stabil, dan terasa tidak konsisten. Ia berjanji akan memprioritaskan peningkatan performa, keandalan sistem, serta merapikan elemen antarmuka yang dinilai masih mewarisi desain lawas dari era Windows 7 bahkan Windows XP.

Langkah ini diharapkan mampu meredam kekecewaan para power user yang merasa produktivitasnya terganggu oleh bug visual, animasi yang tidak konsisten, dan perubahan UI yang dianggap kurang efisien.

Namun, bagi banyak pengguna, masalah utama Windows 11 bukan semata teknis. Akar kekesalan yang paling dalam justru terletak pada aspek komersialisasi sistem operasi. Hingga kini, Microsoft belum memberikan jawaban tuntas soal notifikasi login akun Microsoft yang sulit dihindari, promosi OneDrive dan Game Pass yang muncul di menu Settings, serta dorongan agresif untuk terus menggunakan Edge dan Bing. Bagi sebagian pengguna, pengalaman ini terasa seperti menggunakan sistem operasi yang “terlalu banyak bicara”.

Tantangan Windows ke Depan

Dominasi Windows 11 saat ini tak lepas dari minimnya alternatif yang benar-benar sepadan bagi pengguna awam yang bergantung pada ekosistem aplikasi Windows. Namun, tantangan terbesar Microsoft ke depan adalah membuktikan bahwa Windows bisa dicintai, bukan sekadar digunakan karena terpaksa.

Kesuksesan jangka panjang Windows akan sangat ditentukan oleh sejauh mana Microsoft bersedia menurunkan ego, mengurangi praktik promosi intrusif, serta benar-benar mendengarkan kritik miliaran penggunanya. Di era ketika pilihan sistem operasi semakin beragam, kenyamanan, kecepatan, dan penghormatan terhadap privasi pengguna bisa menjadi penentu apakah Windows tetap berjaya—atau mulai ditinggalkan secara perlahan.

MacBook Neo Resmi Hadir di Indonesia Dibanderol Mulai Rp10 Jutaan
TEKNO

Media90 – Apple resmi membuka pemesanan awal atau pre-order laptop terbarunya, MacBook Neo, di Indonesia mulai 15 Mei 2026. Kehadiran perangkat ini langsung mencuri perhatian publik karena menawarkan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan lini MacBook lainnya. Sejumlah Apple Authorized Reseller (AAR) di Indonesia seperti iBox, Digimap, Blibli, hingga Hello Store sudah mulai membuka halaman pemesanan MacBook Neo melalui situs resmi masing-masing. Laptop ini diposisikan sebagai perangkat entry-level bagi pengguna yang ingin masuk ke ekosistem Apple tanpa harus mengeluarkan biaya terlalu besar. Ads close ads Di pasar Indonesia, MacBook Neo dibanderol mulai Rp10.749.000 untuk varian RAM 8 GB dengan penyimpanan…

Penelitian Sebut Chip AI Nvidia A100 Mengandung 32 Jenis Logam Termasuk Zat Berbahaya
TEKNO

Media90 – Selama ini, perbincangan mengenai dampak negatif kecerdasan buatan (AI) terhadap lingkungan lebih banyak berfokus pada tingginya konsumsi listrik dan jejak karbon pusat data. Namun, sebuah studi terbaru dari Universitas Bonn, Jerman, mengungkap sisi lain yang jarang dibahas, yakni jejak material serta kandungan logam beracun di dalam perangkat keras penopang AI. Penelitian yang dilakukan Sustainable AI Lab Bonn tersebut membedah salah satu chip AI paling populer di dunia, Nvidia A100. GPU ini dikenal sebagai komponen utama yang menjadi tulang punggung ledakan awal popularitas chatbot generatif secara global. Ads close ads Dalam eksperimen tersebut, para peneliti melakukan analisis kimia untuk…

Xiaomi 17T Muncul di Geekbench Database, Gunakan Dimensity 8500
TEKNO

Media90 – Xiaomi kembali menjadi sorotan setelah salah satu model terbaru dari lini Xiaomi 17 Series, yaitu Xiaomi 17T, muncul di database benchmark Geekbench. Kehadiran perangkat ini menandai potensi ekspansi baru dari seri flagship mereka yang sebelumnya telah dirilis global pada Februari 2026 dengan model Xiaomi 17 dan Xiaomi 17 Ultra. Hasil Geekbench AI Xiaomi 17T Perangkat dengan nomor model 2602DPT53G terpantau muncul di Geekbench AI, platform pengujian performa kecerdasan buatan. Nomor model tersebut diyakini kuat merupakan milik Xiaomi 17T berdasarkan sejumlah sertifikasi yang beredar sebelumnya. Ads close ads Dari hasil pengujian, Xiaomi 17T mencatat skor 777 untuk single-precision, 858…

Industri Smartphone India Tumbuh, Ekspor Meningkat hingga 28% Versi Counterpoint
TEKNO

Media90 – Pasar manufaktur smartphone di India menunjukkan pertumbuhan signifikan pada tahun 2025. Berdasarkan laporan Counterpoint Research, ekspor smartphone buatan India tercatat melonjak hingga 28%, dan kini menyumbang hampir sepertiga dari total unit produksi di negara tersebut. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa India semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pusat manufaktur smartphone global, tidak hanya untuk pasar domestik tetapi juga untuk ekspor internasional. Ads close ads Dixon dan Samsung Pimpin Pasar EMS Dalam sektor Electronics Manufacturing Services (EMS), perusahaan lokal Dixon Technologies menjadi pemimpin dengan pangsa pasar 19% dan pertumbuhan tahunan mencapai 89%. Lonjakan ini didorong oleh meningkatnya pesanan dari berbagai…

Bocoran Desain Sony Xperia 1 VIII Muncul di Internet, Seperti Apa Wujudnya?
TEKNO

Media90 – Sony kembali menjadi sorotan setelah bocoran desain flagship terbarunya, Xperia 1 VIII, beredar di internet. Perangkat ini disebut sebagai generasi penerus lini Xperia 1 yang selama ini dikenal mempertahankan ciri khas desain khas Sony. Menjelang peluncuran resminya, berbagai detail desain hingga spesifikasi awal mulai terungkap. Layar OLED 6,5 Inci dengan Bezel Simetris Berdasarkan bocoran dari @OnLeaks bersama mymobiles.com, Sony Xperia 1 VIII akan hadir dengan layar OLED berukuran 6,5 inci. Ciri khas desain Sony masih dipertahankan, yaitu bezel simetris di bagian atas dan bawah layar, yang membuat tampilannya berbeda dari banyak flagship modern lainnya. Ads close ads Pendekatan…

MediaTek Luncurkan Dimensity 7450 & 7450X, Ini Perbedaan Keduanya
TEKNO

Media90 – MediaTek diam-diam memperkenalkan dua chipset terbaru di kelas menengah atas, yaitu Dimensity 7450 dan Dimensity 7450X. Keduanya sudah tercantum di situs resmi tanpa banyak bocoran sebelumnya, sehingga cukup mengejutkan di kalangan pengamat teknologi. Lalu, apa saja kemampuan yang ditawarkan dan apa perbedaan di antara keduanya? Spesifikasi Dimensity 7450 dan 7450X Kedua chipset ini dibangun menggunakan fabrikasi 4nm yang efisien dan modern. Di sektor CPU, digunakan konfigurasi octa-core yang terdiri dari empat inti Cortex-A78 dengan kecepatan hingga 2,6GHz untuk performa, serta empat inti Cortex-A55 untuk efisiensi daya. Ads close ads Untuk grafis, MediaTek menyematkan GPU Mali-G615 MC2 yang sudah…

vivo Y6 5G Resmi Dirilis, Bawa Snapdragon 4 Gen 2, Kamera 50MP, dan Baterai 7200mAh
TEKNO

Media90 – Vivo kembali memperluas lini smartphone entry hingga mid-range dengan meluncurkan Y6 5G. Perangkat ini hadir tidak lama setelah Y6t, namun membawa paket fitur yang terasa lebih lengkap untuk kebutuhan harian maupun hiburan ringan. Performa Snapdragon 4 Gen 2 Di sektor dapur pacu, vivo Y6 5G ditenagai oleh Snapdragon 4 Gen 2 yang sudah mendukung jaringan 5G. Chipset ini dirancang dengan efisiensi daya yang lebih baik, sehingga cocok untuk penggunaan sehari-hari seperti multitasking, media sosial, hingga gaming ringan dengan performa yang stabil. Ads close ads Layar 120Hz dengan Kecerahan Tinggi Bagian layar menjadi salah satu nilai jual utama perangkat…