TEKNO

Elon Musk Gelontorkan Rp 300 Triliun Bangun Pusat Data AI Terbesar di Dunia

5
×

Elon Musk Gelontorkan Rp 300 Triliun Bangun Pusat Data AI Terbesar di Dunia

Sebarkan artikel ini
Rp 300 Triliun! Elon Musk Bangun Pusat Data AI Terbesar di Dunia
Rp 300 Triliun! Elon Musk Bangun Pusat Data AI Terbesar di Dunia

Media90 – Menandai dimulainya tahun 2026, Elon Musk melalui perusahaan rintisan kecerdasan buatannya, xAI, kembali mengejutkan dunia teknologi dengan mengumumkan ekspansi masif pusat data (data center) miliknya. Proyek yang berlokasi di Memphis, Amerika Serikat, ini diklaim akan menjadi pusat pelatihan AI terbesar di dunia, dengan nilai investasi fantastis mencapai Rp 300 triliun (sekitar US$19–20 miliar).

Langkah ini dipandang sebagai upaya Musk untuk menyalip dominasi OpenAI, Google, dan Microsoft dalam perlombaan senjata AI global. Pusat data ini bukan sekadar gudang server biasa, melainkan jantung pengembangan model AI Grok yang terintegrasi dengan platform X. Dengan skala investasi sebesar ini, Musk memastikan xAI memiliki infrastruktur komputasi paling kuat di dunia, mampu memproses data dalam skala masif demi mengejar Artificial General Intelligence (AGI).

Ekspansi Colossus: Akuisisi ‘MACROHARDRR’ di Mississippi

xAI baru saja mengakuisisi gedung ketiga untuk memperluas kompleks pusat data bernama Colossus. Gedung baru ini berlokasi di Southaven, Mississippi, berbatasan langsung dengan fasilitas xAI di Memphis, Tennessee. Musk menamai gedung ini MACROHARDRR, yang dianggap sebagai sindiran khas terhadap rivalnya, Microsoft.

Baca Juga:  Perang Kamera Memanas: Samsung Galaxy S23 Ultra vs Realme 11 Pro Plus 5G dengan Sensor 200MP!

Langkah strategis ini memungkinkan xAI memperluas kluster komputasinya tanpa memindahkan infrastruktur yang ada. Dengan penambahan gedung seluas 810.000 kaki persegi, Colossus kini berubah dari pusat data regional menjadi “behemoth” digital yang membentang di dua negara bagian, menciptakan salah satu konsentrasi daya komputasi tertinggi di dunia.

Kekuatan Komputasi 2 Gigawatt dan Ratusan Ribu GPU

Target kapasitas daya proyek ini diproyeksikan mencapai 2 Gigawatt (GW)—cukup untuk memasok energi bagi 750.000–1,5 juta rumah di Amerika Serikat. Skala ini menempatkan xAI di level berbeda dibandingkan pusat data hyperscale standar saat ini.

Untuk mendukung kapasitas raksasa ini, xAI dilaporkan akan menggunakan hingga 550.000 chip grafis (GPU) Nvidia terbaru, yang ditempatkan di Colossus 2 dan gedung MACROHARDRR. GPU ini memungkinkan xAI melatih Large Language Models (LLM) dengan kecepatan jauh melampaui kompetitor, menghadirkan pembaruan Grok secara hampir real-time.

Baca Juga:  Sora 2 AI Video Generator: Ubah Ide Jadi Video Menakjubkan dalam Hitungan Detik

Strategi Pendanaan dan Kemandirian Energi

Membangun infrastruktur senilai Rp 300 triliun membutuhkan dukungan finansial yang sangat besar. Sepanjang akhir 2025, xAI melakukan penggalangan dana besar-besaran, termasuk pendanaan utang dan ekuitas sebesar US$20 miliar, dengan dukungan dari investor dan venture capital papan atas.

Selain tantangan finansial, konsumsi listrik 2 GW menjadi hambatan utama. xAI berencana membangun pembangkit listrik tenaga gas alam mandiri untuk memastikan operasi 24/7 tanpa membebani jaringan listrik lokal, sekaligus menjaga stabilitas pusat data raksasa ini.

Dampak Ekonomi dan Persaingan Industri

Proyek pusat data terbesar ini berdampak besar bagi wilayah Memphis dan Southaven, menciptakan ribuan lapangan kerja di bidang konstruksi, teknik, dan perangkat lunak. Musk juga tengah merekrut insinyur terbaik dunia dengan paket kompensasi tinggi untuk mengelola fasilitas ini.

Baca Juga:  Jensen Huang: Kisah Inspiratif CEO Nvidia yang Belajar Bahasa Inggris dari Ibu yang Tak Menguasainya

Secara kompetisi, langkah ini adalah serangan langsung terhadap Microsoft dan OpenAI. Dengan membangun infrastruktur sendiri, xAI memutus ketergantungan pada layanan cloud pihak ketiga, memungkinkan kontrol penuh dari chip, server, hingga algoritma dan antarmuka pengguna. Pola ini mencerminkan strategi Musk untuk integrasi vertikal, meningkatkan efisiensi dan kecepatan inovasi.

Tantangan Lingkungan dan Keamanan Siber

Proyek ini tak luput dari kritik. Konsumsi energi besar dan penggunaan pembangkit gas alam memicu kekhawatiran aktivis lingkungan terkait emisi karbon. Pembangunan agresif juga menimbulkan pertanyaan soal kebisingan dan panas yang memengaruhi ekosistem lokal.

Dari sisi keamanan, konsentrasi daya komputasi tinggi membuat Colossus menjadi target utama serangan siber tingkat negara. Meski demikian, Musk menilai risiko ini sepadan demi memenangkan perlombaan AI global. Proyek ini menegaskan bahwa di tahun 2026, data dan daya komputasi menjadi komoditas paling berharga, bahkan melebihi minyak dan emas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *