TEKNO

Exynos 2600 Baru Meluncur, Samsung Sudah Siapkan Exynos 2800 untuk Galaxy S28

13
×

Exynos 2600 Baru Meluncur, Samsung Sudah Siapkan Exynos 2800 untuk Galaxy S28

Sebarkan artikel ini
Belum Lama Meluncur, Exynos 2600 Sudah Punya Penerus Exynos 2800
Belum Lama Meluncur, Exynos 2600 Sudah Punya Penerus Exynos 2800

Media90 – Samsung terus menunjukkan ambisinya di pasar chipset mobile. Belum lama merilis Exynos 2600 melalui seri Galaxy S26 dan S26+, perusahaan ini sudah menyiapkan generasi berikutnya hingga beberapa tahun ke depan.

Saat ini, Samsung tengah mengembangkan Exynos 2700 yang disebut berjalan cukup mulus. Chipset ini masih mengandalkan proses fabrikasi 2nm, yang menjadi fokus utama perusahaan dalam meningkatkan performa dan efisiensi.

Ads
close ads

Namun, langkah Samsung tidak berhenti di situ. Laporan terbaru dari Korea menyebut bahwa Samsung sudah mulai menggarap Exynos 2800, yang diproyeksikan akan digunakan pada lini Galaxy S28 di tahun 2028.

Gunakan Teknologi 2nm Generasi Lanjutan

Exynos 2800 dikabarkan akan dibangun menggunakan proses 2nm generasi lanjutan, yakni SF2P+. Samsung menargetkan tahap desain chip ini rampung dalam tahun ini, sebelum diserahkan ke divisi foundry untuk memasuki fase pembuatan sampel.

Setelah desain selesai, chip tidak langsung diproduksi massal. Prosesnya akan melalui beberapa tahap pembuatan sampel dengan berbagai penyempurnaan hingga siap masuk produksi skala besar.

Sebagai tambahan, Exynos 2700 disebut memiliki codename “Ulysses”, sementara Exynos 2800 akan dikenal dengan nama “Vanguard”.

Fokus ke Stabilitas, Bukan Sekadar Node Lebih Kecil

Sebelumnya, Samsung sempat menargetkan penggunaan proses 1.4nm mulai tahun 2027. Namun, rencana tersebut kini mengalami perubahan. Perusahaan memilih untuk lebih fokus pada stabilitas dan optimalisasi teknologi 2nm dibanding memaksakan transisi ke node yang lebih kecil.

Langkah ini mencerminkan perubahan tren di industri semikonduktor, di mana peningkatan teknologi tidak lagi bisa dilakukan secepat sebelumnya, terutama untuk chipset mobile.

Sebagai gantinya, Samsung mulai mengandalkan pendekatan design-technology co-optimization, yaitu menyelaraskan desain chip dengan proses manufaktur agar tetap menghasilkan performa optimal meskipun teknologi fabrikasi belum mencapai titik maksimalnya.

Ke depan, menarik untuk melihat apakah strategi ini mampu menghadirkan peningkatan signifikan pada setiap generasi Exynos, atau justru menjadi tantangan baru bagi Samsung dalam bersaing di pasar chipset flagship.

Tinggalkan Balasan