Media90.id – Spesifikasi perangkat tampilan untuk konferensi profesional kini berada pada level yang sebelumnya didominasi produk impor. Indonesia Digital Marketing Conference (IDMC) 2026 di ICE BSD menjadi salah satu contoh penerapan teknologi tersebut, dengan penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) 4K lengkap dengan fitur conference call yang dipasok oleh Fortu Digital.
Teknologi tampilan untuk industri event profesional di Indonesia mengalami perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Fitur-fitur yang dahulu hanya tersedia pada perangkat premium impor, seperti resolusi 4K, layar sentuh multi-titik, hingga integrasi konferensi video, kini mulai menjadi standar dalam berbagai konferensi dan acara berskala nasional.
Salah satu implementasinya terlihat pada IDMC 2026 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition pada 4–5 Juni 2026. Konferensi yang diselenggarakan oleh SVO.AI tersebut menggunakan lebih dari 20 unit digital signage dan Interactive Flat Panel beresolusi 4K yang disediakan oleh PT Fortu Digital Teknologi.
Resolusi 4K pada IFP dan Dampaknya bagi Konferensi Profesional
Resolusi 4K atau 3840 × 2160 piksel menawarkan kepadatan piksel empat kali lebih tinggi dibandingkan Full HD. Pada layar berukuran besar yang digunakan untuk presentasi, peningkatan kualitas ini memberikan tampilan yang jauh lebih tajam.
Teks pada slide presentasi tetap mudah dibaca, gambar produk terlihat lebih detail, dan video dapat ditampilkan dengan kualitas optimal tanpa terlihat pecah. Hal ini menjadi keuntungan besar bagi penyelenggara konferensi yang mengandalkan konten visual berkualitas tinggi.
Selain itu, visualisasi data yang kompleks dan penuh informasi dapat ditampilkan secara lebih jelas sehingga memudahkan peserta memahami materi yang disampaikan.
Fitur Conference Call Dukung Format Acara Hibrida
Salah satu keunggulan Interactive Flat Panel modern adalah integrasi fitur conference call yang menggabungkan layar interaktif dengan kamera, mikrofon, dan speaker dalam satu sistem.
Melalui fitur ini, pengguna dapat melakukan panggilan video, berbagi layar, hingga memberikan anotasi secara langsung selama sesi berlangsung.
Pada IDMC 2026, teknologi tersebut memungkinkan pelaksanaan konferensi dalam format hibrida. Pembicara dari luar kota maupun luar negeri dapat berpartisipasi tanpa harus hadir secara fisik di lokasi acara.
Kemampuan ini semakin relevan mengingat model kerja dan kolaborasi hibrida kini telah menjadi bagian dari berbagai sektor industri.
Touch Screen Multi-Titik untuk Kolaborasi Lebih Efektif
Interactive Flat Panel yang digunakan juga mendukung teknologi touch screen multi-titik yang memungkinkan beberapa pengguna berinteraksi dengan layar secara bersamaan.
Fitur ini sangat bermanfaat untuk sesi workshop, brainstorming, maupun diskusi panel yang membutuhkan kolaborasi aktif antar peserta.
Perangkat kelas profesional umumnya mendukung lebih dari 20 titik sentuh sekaligus dengan tingkat respons yang tinggi dan latensi rendah. Hasilnya, pengalaman menulis atau menggambar pada layar terasa lebih natural, menyerupai penggunaan papan tulis konvensional.
Implementasi Digital Signage dan IFP di IDMC 2026
Penerapan teknologi visual pada IDMC 2026 dibagi berdasarkan fungsi masing-masing area.
Unit digital signage yang umumnya dipasang secara vertikal ditempatkan di area pintu masuk, booth sponsor, dan jalur lalu lintas pengunjung. Perangkat ini berfungsi menampilkan informasi acara, materi promosi sponsor, hingga panduan navigasi peserta.
Sementara itu, unit Interactive Flat Panel berukuran besar dipasang di ruang konferensi utama dan area kelas. Konfigurasi tersebut dirancang untuk memberikan visibilitas yang optimal sekaligus mendukung interaksi antara pembicara dan audiens.
Menurut CEO Fortu Digital, kebutuhan teknologi untuk konferensi profesional kini semakin spesifik.
“Spesifikasi yang dibutuhkan konferensi profesional sudah cukup spesifik. Tidak hanya soal resolusi, tetapi juga kemampuan touch, latensi, hingga konektivitas dengan ekosistem perangkat lain. Pasar lokal sekarang sudah mampu menyediakan ini dan permintaannya memang menunjukkan kecenderungan terus naik,” ujar Jovian Alvin.
Tantangan Teknis dalam Industri Event
Instalasi perangkat visual pada lingkungan event memiliki tantangan tersendiri dibandingkan pemasangan permanen.
Faktor seperti pencahayaan venue, kestabilan jaringan internet, pengelolaan kabel di area dengan mobilitas tinggi, hingga waktu pemasangan yang terbatas menjadi aspek penting yang harus diperhitungkan sejak tahap perencanaan.
Selain itu, pengelolaan konten pada puluhan layar sekaligus memerlukan sistem manajemen konten atau Content Management System (CMS) yang mampu melakukan pembaruan secara terpusat.
Dengan sistem tersebut, penyelenggara dapat mengubah konten pada berbagai layar hanya melalui satu panel kontrol, sehingga proses operasional menjadi lebih efisien.
Masa Depan Teknologi Visual Mengarah ke AI dan Analytics
Ke depan, teknologi visual diperkirakan tidak hanya berfungsi sebagai media penampil informasi, tetapi juga akan semakin terintegrasi dengan kecerdasan buatan dan analisis data.
Perangkat layar masa depan berpotensi mampu mengenali karakteristik audiens, menyesuaikan konten berdasarkan profil pengunjung, hingga mengukur tingkat keterlibatan peserta secara real-time.
Bagi industri event, perkembangan ini membuka peluang lahirnya format konferensi yang lebih interaktif, personal, dan berbasis data. Setiap titik interaksi dengan peserta dapat dianalisis untuk memberikan pengalaman yang lebih relevan sekaligus membantu penyelenggara mengukur efektivitas acara secara lebih akurat.
Dengan semakin matangnya teknologi lokal dan meningkatnya kebutuhan akan pengalaman konferensi yang modern, penggunaan Interactive Flat Panel dan digital signage canggih diperkirakan akan terus berkembang dalam berbagai acara profesional di Indonesia.














