Media90.id – Lebih dari 800 ribu orang disebut telah menantikan kehadiran AI Studio Mobile di smartphone. Namun, menjelang peluncurannya, Google justru memutuskan membatalkan aplikasi tersebut dan memastikan AI Studio Mobile tidak akan pernah dirilis.
Keputusan tersebut diumumkan melalui akun resmi Google AI Studio di X. Pembatalan ini cukup mengejutkan mengingat AI Studio Mobile sebelumnya telah diperkenalkan pada Mei sebagai aplikasi untuk perangkat Android dan iOS.
Melalui aplikasi tersebut, developer awalnya diharapkan dapat membuat, menguji, hingga menyinkronkan proyek berbasis kecerdasan buatan langsung dari smartphone.
AI Studio Mobile Bakal Digabung ke Gemini
Google menyadari besarnya minat pengguna terhadap AI Studio Mobile. Meski demikian, perusahaan ternyata memiliki strategi berbeda untuk pengembangan layanan AI di perangkat mobile.
Alih-alih menghadirkan AI Studio sebagai aplikasi mandiri, Google berencana memindahkan berbagai kemampuan utamanya ke Gemini. Dengan strategi tersebut, Gemini diposisikan sebagai pintu masuk utama untuk berbagai layanan dan fitur AI Google.
Keputusan ini berarti pengguna nantinya tidak perlu memasang aplikasi AI Studio Mobile secara terpisah. Berbagai pengalaman untuk membuat aplikasi AI akan dihadirkan langsung melalui percakapan dengan Gemini.
Pengembangan AI Akan Terintegrasi dengan Gemini
Google ingin membuat proses pengembangan aplikasi berbasis AI terasa lebih alami. Nantinya, pengguna dapat memanfaatkan kemampuan tersebut melalui interaksi dengan Gemini tanpa harus berpindah ke aplikasi khusus.
Strategi ini juga memungkinkan Google menyatukan chatbot, asisten AI, hingga berbagai alat produktivitas dalam satu ekosistem.
Namun, Google belum mengungkapkan secara pasti kapan seluruh kemampuan AI Studio akan tersedia di Gemini.
Kondisi tersebut membuat pengguna yang sebelumnya telah melakukan pre-order AI Studio Mobile harus menunggu pembaruan Gemini di masa mendatang untuk mengetahui kapan fitur yang dijanjikan benar-benar hadir.
AI Studio Versi Web Tetap Berjalan
Meskipun versi mobile dibatalkan, AI Studio versi web tetap tersedia dan beroperasi seperti biasa.
Keputusan mempertahankan versi web juga cukup masuk akal karena aktivitas pengembangan dan coding umumnya lebih nyaman dilakukan menggunakan perangkat dengan layar besar serta keyboard fisik.
Pengembangan aplikasi AI melalui smartphone memiliki sejumlah keterbatasan, terutama untuk proyek yang membutuhkan proses coding lebih kompleks.
Karena itu, bagi developer yang selama ini menggunakan AI Studio, versi web masih menjadi salah satu pilihan utama untuk mengembangkan dan menguji proyek mereka.
Google Ingin Gemini Jadi Pusat Layanan AI
Pembatalan AI Studio Mobile menunjukkan perubahan strategi Google dalam menghadirkan layanan kecerdasan buatan.
Daripada mempertahankan banyak aplikasi dengan fungsi berbeda, Google tampaknya ingin menjadikan Gemini sebagai pusat berbagai layanan AI. Pendekatan tersebut dapat membuat pengguna lebih mudah mengakses berbagai fitur tanpa harus berpindah-pindah aplikasi.
Di sisi lain, pengguna yang sudah menantikan AI Studio Mobile mungkin merasa kecewa karena aplikasi yang telah mereka tunggu akhirnya dibatalkan.
Terlebih, jumlah pengguna yang disebut telah melakukan pre-order mencapai lebih dari 800 ribu orang.
Kini, menarik untuk melihat bagaimana Google mengintegrasikan kemampuan AI Studio ke dalam Gemini. Jika seluruh fitur dapat dihadirkan dengan pengalaman penggunaan yang baik, keputusan membatalkan aplikasi khusus tersebut mungkin dapat diterima.
Namun, jika integrasinya justru membuat proses pengembangan AI menjadi lebih rumit, sebagian developer mungkin tetap berharap Google menyediakan aplikasi khusus di masa mendatang.












