Media90 – Di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap pencurian identitas dan penyalahgunaan data pribadi (doxing), Google resmi menghadirkan pembaruan penting pada sistem keamanannya.
Pada Februari 2026, Google mengumumkan peningkatan fitur privasi yang memungkinkan pengguna memantau sekaligus meminta penghapusan informasi pribadi sensitif dari hasil pencarian. Data yang bisa dilindungi mencakup nomor identitas pemerintah, alamat rumah, hingga nomor telepon.
Langkah ini menjadi respons terhadap semakin kompleksnya jejak digital di era modern, di mana data seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), paspor, atau SIM bisa tersebar tanpa persetujuan pemiliknya.
Fitur “Results About You”, Kontrol Privasi di Tangan Pengguna
Pembaruan utama terletak pada fitur bernama Results about you (Hasil tentang Anda). Fitur ini sebenarnya sudah diperkenalkan sebelumnya, namun kini hadir dengan kemampuan yang jauh lebih canggih dan proaktif.
Jika sebelumnya pengguna harus mencari sendiri apakah data mereka bocor di internet, kini sistem akan bekerja otomatis.
Cara Kerjanya:
- Watchlist Data Pribadi
Pengguna dapat memasukkan data sensitif ke dalam daftar pemantauan. - Pemindaian Otomatis
Sistem Google akan memindai miliaran halaman web setiap hari untuk mencari kecocokan data. - Notifikasi Cepat
Jika ditemukan data yang cocok, pengguna akan langsung menerima peringatan. - Pengajuan Penghapusan Mudah
Pengguna bisa langsung mengajukan penghapusan hanya dalam beberapa klik.
Dengan sistem ini, pengguna tidak lagi harus melakukan pengecekan manual yang memakan waktu.
Jenis Data yang Bisa Dilindungi
Google memperluas kategori data yang bisa dihapus dari hasil pencarian. Tidak hanya email dan nomor telepon, kini juga mencakup:
- Nomor identitas pemerintah (KTP, NIK, paspor, SIM)
- Alamat rumah
- Nomor telepon
- Informasi pribadi sensitif lainnya
- Konten eksplisit non-konsensual (tanpa persetujuan)
Perlindungan ini sangat penting karena data identitas bersifat permanen dan tidak bisa diganti dengan mudah. Jika bocor, data tersebut bisa disalahgunakan untuk berbagai kejahatan, seperti:
- Penipuan finansial
- Pembukaan rekening ilegal
- Pemalsuan identitas
- Kejahatan siber lainnya
Tidak Menghapus dari Internet, Hanya dari Pencarian
Meski sangat membantu, pengguna perlu memahami batasan fitur ini.
Google hanya dapat menghapus data dari hasil pencarian, bukan dari sumber aslinya. Artinya, data tersebut masih tetap ada di situs web tempat data itu dipublikasikan.
Jika ingin menghapus data secara permanen, pengguna tetap harus:
- Menghubungi pemilik situs
- Mengajukan permintaan penghapusan langsung
Fitur ini berfungsi sebagai “perisai visibilitas” yang membuat data lebih sulit ditemukan, namun tidak menghapusnya sepenuhnya dari internet.
Sejalan dengan Tren “Right to be Forgotten”
Langkah Google ini sejalan dengan konsep global Right to be Forgotten, yaitu hak seseorang untuk menghapus data pribadinya dari ruang publik digital.
Dengan fitur ini, Google membantu pengguna awam untuk:
- Mengontrol jejak digital
- Melindungi identitas pribadi
- Mengurangi risiko kejahatan siber
Ke depan, pengelolaan data pribadi diprediksi akan menjadi kebutuhan utama, bukan sekadar fitur tambahan.
Ketersediaan Fitur
Saat ini, fitur ini mulai dirilis secara bertahap. Pengguna di Amerika Serikat menjadi yang pertama mendapat akses, kemudian akan menyusul ke berbagai negara lain, termasuk Indonesia dan wilayah Asia Tenggara.
Cara Menggunakan Fitur “Results About You”
Jika fitur sudah tersedia di wilayah Anda, berikut cara mengaksesnya:
- Buka aplikasi Google atau browser
- Klik foto profil akun Google di pojok kanan atas
- Pilih menu “Results about you” / “Hasil tentang Anda”
- Masukkan data pribadi yang ingin dipantau
- Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan peringatan
Kesimpulan
Fitur terbaru dari Google ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan keamanan data pribadi di internet. Dengan kemampuan memantau dan menghapus informasi sensitif dari hasil pencarian, pengguna kini memiliki kontrol lebih besar atas privasi mereka.
Meski tidak menghapus data dari sumber aslinya, fitur ini tetap efektif untuk mengurangi risiko penyalahgunaan data dan melindungi identitas digital Anda.
Di era digital seperti sekarang, menjaga privasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.














