TEKNO

Laporan Reuters Ungkap “Akal-akalan” Meta Sembunyikan Iklan Penipuan

140
×

Laporan Reuters Ungkap “Akal-akalan” Meta Sembunyikan Iklan Penipuan

Sebarkan artikel ini
Reuters Ungkap Cara Meta Menyembunyikan Iklan Penipuan
Reuters Ungkap Cara Meta Menyembunyikan Iklan Penipuan

Media90 – Awal tahun 2026, dunia teknologi dikejutkan oleh hasil investigasi yang menyoroti sisi gelap operasional Meta, perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Menurut laporan khusus Reuters, perusahaan besutan Mark Zuckerberg diduga menjalankan strategi untuk menyembunyikan iklan penipuan dari pantauan regulator di berbagai negara. Alih-alih memberantas konten berbahaya secara total, Meta dituding memanipulasi data transparansi agar terhindar dari tekanan hukum dan kebijakan verifikasi ketat.

Dokumen Internal Ungkap Strategi Manipulasi

Investigasi ini berdasarkan dokumen internal Meta selama periode 2022–2026, mencakup catatan dari tim keuangan, hukum, kebijakan publik, hingga divisi keamanan siber. Dokumen-dokumen tersebut mengungkap bagaimana Meta secara sadar membersihkan hasil pencarian regulator tanpa benar-benar mengurangi jumlah iklan penipuan yang muncul bagi pengguna umum.

Ads
close ads

Eksploitasi Ad Library: Ilusi Kepatuhan

Inti taktik Meta terletak pada Ad Library (Perpustakaan Iklan). Fitur ini dipublikasikan sebagai alat transparansi untuk melacak iklan aktif, termasuk iklan penipuan atau investasi palsu.

Namun, laporan Reuters mengungkap bahwa Meta memiliki panduan internal untuk memetakan kata kunci yang biasa digunakan regulator. Setelah kata kunci teridentifikasi, tim internal Meta secara otomatis menghapus iklan yang muncul dalam hasil pencarian regulator.

Hasilnya: regulator melihat sedikit iklan bermasalah, seolah platform sudah bersih. Sementara itu, bagi pengguna biasa yang tidak menggunakan kata kunci tersebut, iklan penipuan tetap muncul di feed. Trik ini menciptakan ilusi kepatuhan hukum yang meyakinkan namun menyesatkan.

Dari Jepang ke Seluruh Dunia: Global Playbook

Investigasi mengungkap bahwa strategi ini pertama kali diadopsi di Jepang, saat pemerintah setempat menyiapkan aturan verifikasi pengiklan akibat lonjakan iklan investasi palsu, termasuk yang menggunakan Deepfake dan AI.

Meta dilaporkan “membersihkan” Ad Library di Jepang sehingga regulator mengira masalah sudah teratasi, membatalkan rencana aturan ketat tersebut.

Keberhasilan ini mendorong Meta menyusun dokumen “Global Playbook”, panduan standar bagi kantor-kantor Meta di seluruh dunia untuk menyembunyikan iklan palsu. Strategi ini diterapkan di pasar besar lainnya, termasuk:

  1. Amerika Serikat: Menghadapi pengawasan FTC terkait penipuan konsumen

  2. Eropa: Menghindari denda Digital Services Act (DSA)

  3. Australia & India: Merespons maraknya penipuan finansial berbasis AI

  4. Brasil: Mengatasi penipuan identitas di platform sosial

“Sandiwara Regulasi” dan Risiko Bagi Pengguna

Sandeep Abraham, konsultan keamanan siber dan mantan penyelidik penipuan di Meta, menyebut taktik ini sebagai “Regulatory Theater” atau sandiwara regulasi. Strategi ini menyimpang dari tujuan transparansi dan membahayakan jutaan pengguna. Dengan menyembunyikan bukti dari regulator, sindikat penipu tetap bisa beroperasi dan meraup keuntungan dari pengguna biasa.

Laporan internal bahkan menunjukkan Meta mendapatkan keuntungan finansial signifikan dari iklan penipuan tersebut. Meskipun perusahaan mengklaim menghabiskan miliaran dolar untuk keamanan, efektivitasnya dipertanyakan.

Tanggapan Meta

Meta membantah tudingan manipulasi ini. Dalam pernyataan resmi, perusahaan menyebut penghapusan iklan dari Ad Library adalah bagian dari penegakan hukum internal yang sah. Mereka menekankan tim keamanan bekerja siang malam untuk mendeteksi penipuan, dan penghapusan iklan menunjukkan sistem mereka efektif.

Namun, bukti dokumen Global Playbook yang menargetkan regulator secara spesifik membuat argumen ini sulit diterima. Skandal ini diprediksi akan memicu penyelidikan baru di berbagai negara, termasuk kemungkinan sanksi denda lebih besar karena unsur kesengajaan dalam mengelabui otoritas.

Inggris Jadi Negara Pertama Dapat TikTok Ad-Free, Ini Harga Langganannya
TEKNO

Media90 – TikTok resmi memperkenalkan layanan langganan baru bernama TikTok Ad-Free di wilayah United Kingdom mulai Senin (11/5/2026). Layanan ini memungkinkan pengguna menikmati pengalaman menonton tanpa iklan, sekaligus menawarkan peningkatan kontrol privasi dengan biaya berlangganan sebesar 3,99 poundsterling per bulan atau sekitar Rp94.669. Langkah ini menandai perubahan besar dalam model bisnis TikTok yang selama ini sangat bergantung pada iklan berbasis data pengguna.Ads close ads Model “Bayar atau Setuju”: Perubahan Besar di Ekosistem Media Sosial Peluncuran TikTok Ad-Free disebut mengikuti tren industri yang sebelumnya telah diterapkan oleh Meta di kawasan Eropa dan Inggris. Model ini dikenal sebagai “consent or pay”, di…

Simbol @, Tanda Kecil dengan Sejarah Besar dari Perdagangan hingga Email
TEKNO

Media90 – Di era digital saat ini, simbol @ hampir selalu hadir dalam aktivitas sehari-hari. Mulai dari menulis alamat email, mendaftar akun media sosial, hingga kebutuhan kerja online, tanda kecil ini menjadi bagian penting dalam komunikasi modern. Namun, di balik perannya yang sangat vital, simbol @ ternyata memiliki perjalanan sejarah panjang yang jauh lebih tua dari internet itu sendiri. Bermula dari Perdagangan Anggur di Abad ke-16 Menurut catatan sejarah yang dirujuk oleh Smithsonian Magazine, simbol @ pertama kali tercatat pada tahun 1536 dalam sebuah surat pedagang asal Florence, Italia. Pada masa itu, simbol ini bukan bagian dari teknologi, melainkan digunakan…

iPhone 17e Resmi Hadir di Indonesia, Dibanderol Mulai Rp 13 Jutaan
TEKNO

Media90 – iPhone 17e akhirnya resmi hadir di Indonesia. Smartphone terbaru dari Apple ini mulai tersedia melalui distributor dan reseller resmi pada Mei 2026. Kehadirannya menjadi opsi baru bagi pengguna yang ingin menikmati pengalaman iPhone generasi terbaru dengan harga yang lebih terjangkau dibanding varian reguler maupun Pro. Menariknya, iPhone 17e membawa sejumlah peningkatan penting, salah satunya adalah dukungan MagSafe yang kini resmi hadir di lini “e”. Fitur ini memungkinkan pengguna menggunakan berbagai aksesori magnetik seperti wireless charger, dompet magnetik, hingga stand dengan lebih praktis.Ads close ads Harga iPhone 17e di Indonesia Apple menghadirkan iPhone 17e dalam dua varian penyimpanan dengan…

Kabar Baik! MacBook Neo Masuk Indonesia, Preorder Mulai 15 Mei 2026
TEKNO

Media90 – MacBook Neo akhirnya resmi dibawa ke Indonesia oleh Apple. Kehadiran laptop ini langsung menyita perhatian karena disebut sebagai MacBook paling terjangkau yang pernah masuk pasar resmi Tanah Air. Program preorder MacBook Neo akan dibuka pada Jumat, 15 Mei 2026 melalui jaringan Apple Authorized Reseller di Indonesia. Sementara itu, penjualan resmi dijadwalkan mulai 22 Mei 2026.Ads close ads Dengan harga yang lebih rendah dibanding MacBook Air maupun MacBook Pro, perangkat ini diprediksi menjadi incaran pelajar, mahasiswa, hingga pekerja yang ingin masuk ke ekosistem Apple tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Desain Premium, Tetap Ringan dan Modern Meski masuk kategori entry-level,…

Hadapi Gelombang AI, Sagara Fokus Tingkatkan Skill dan Kesiapan Kerja
TEKNO

Media90 – Diskusi tentang kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang akan menggantikan pekerjaan manusia sudah terlalu sering mengisi ruang publik. Namun ada pertanyaan yang jauh lebih penting dan jarang dijawab secara konkret: skill spesifik apa yang membuat seorang talenta digital tidak hanya bertahan, tetapi benar-benar berkembang di era AI ini? Ketakutan terhadap AI hanya menjadi nyata bagi mereka yang tidak mempersiapkan diri dengan tepat. Bagi talenta yang memiliki kompetensi relevan, justru era ini membuka peluang lebih besar dari sebelumnya. Pertanyaannya bukan lagi apakah perlu upskilling, melainkan ke arah mana dan bagaimana cara melakukannya.Ads close ads Jebakan yang Tidak Disadari…

SuperMaker, Platform Kreatif All-in-One dengan Fitur Paling Komprehensif
TEKNO

Media90 – Sebagian besar kreator saat ini masih mengandalkan banyak aplikasi berbeda untuk menyelesaikan satu proyek—mulai dari pembuatan video, desain gambar, musik, hingga voice over. Proses berpindah antar tools ini tidak hanya memakan waktu, tetapi juga sering menimbulkan masalah kompatibilitas dan mengganggu alur kerja kreatif. SuperMaker AI hadir dengan pendekatan berbeda. Platform ini dirancang sebagai creative suite all-in-one yang mengintegrasikan seluruh proses produksi—video, gambar, musik, dan suara—dalam satu workflow tanpa perlu berpindah aplikasi.Ads close ads Apa Itu SuperMaker AI? SuperMaker AI merupakan platform kreatif berbasis browser yang menggabungkan empat tools utama: AI Video Maker, AI Image Maker, AI Music Maker,…

iPhone Dikabarkan Akan Gunakan Sensor Kamera 200 MP di Masa Depan
TEKNO

Media90 – Apple kembali menjadi sorotan setelah muncul rumor terbaru mengenai rencana peningkatan kamera iPhone di masa depan. Informasi ini berasal dari leaker Digital Chat Station yang dikenal kerap membocorkan rencana produk teknologi besar, termasuk perangkat dari Apple. Meski saat ini iPhone masih dianggap tertinggal dalam hal resolusi megapiksel dibanding sejumlah pesaing Android, kabar terbaru menyebutkan bahwa Apple mulai menyiapkan peningkatan besar secara bertahap pada sistem kameranya.Ads close ads Awal Perubahan Dimulai di iPhone 18 Pro Menurut rumor yang beredar, perubahan awal akan dimulai pada seri iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Kedua model tersebut disebut akan membawa…