Media90 – Hubei Humanoid Robot Innovation Center di Provinsi Hubei, China, resmi menerapkan sistem pemberian nomor identitas unik atau “KTP” khusus bagi robot humanoid. Kebijakan ini menjadi langkah perdana di dunia yang bertujuan untuk memastikan pelacakan penuh serta akuntabilitas operasional perangkat robotika.
Sistem identitas ini dirancang untuk merekam seluruh riwayat aktivitas robot sepanjang masa pakainya. Langkah tersebut diambil untuk mengurangi risiko keamanan sekaligus mempermudah penentuan tanggung jawab hukum apabila terjadi kerusakan atau malfungsi pada robot.
Identitas Digital Berisi Data Lengkap Robot
Melansir China Daily, Chief Operating Officer Hubei Humanoid Robot Innovation Center, Liu Chuanhou, menjelaskan bahwa nomor identitas unik tersebut terdiri dari 29 karakter yang merupakan kombinasi angka dan huruf Inggris.
Kode ini tidak hanya berfungsi sebagai penanda identitas, tetapi juga memuat informasi penting seperti asal pabrikan, jenis perangkat, hingga spesifikasi teknis robot.
Adapun data yang tercakup dalam sistem identitas digital ini meliputi:
- Nama pabrikan pembuat robot
- Parameter perangkat keras (hardware)
- Tingkat kecerdasan sistem robot
- Catatan pemeliharaan secara real-time
Menurut Liu Chuanhou, sistem ini memungkinkan proses penelusuran yang lebih efisien. “Jika robot rusak, kita dapat memeriksa log operasional dan catatan pemeliharaannya melalui ID uniknya untuk menemukan lokasi malfungsi, menentukan kewajiban, dan melakukan pemeliharaan yang efisien,” ujarnya.
Sistem Pemantauan dan Transparansi Kinerja
Nomor identitas digital ini terhubung dengan platform manajemen khusus yang memungkinkan pemantauan kondisi robot secara berkala.
Melalui sistem tersebut, pengguna dapat melihat tingkat keausan komponen, status baterai, hingga akurasi operasional robot secara langsung.
Selain meningkatkan transparansi, sistem ini juga memudahkan pengguna baru dalam melakukan verifikasi performa robot tanpa harus menjalani proses pengujian ulang yang memakan waktu.
Dalam situasi darurat seperti insiden keselamatan atau potensi penyalahgunaan data, sistem ID ini juga dapat mempercepat proses pelacakan, sehingga tanggung jawab hukum dapat ditentukan dengan lebih jelas.
Dorong Standarisasi dan Efisiensi Industri
Kebijakan ini mulai diadopsi oleh sejumlah produsen robot humanoid di China, termasuk Maxnova yang telah menyelesaikan proses pengkodean dan pengarsipan untuk lini produk mereka.
Standarisasi ini dinilai membantu industri dalam memenuhi aspek kepatuhan (compliance) sekaligus menekan biaya operasional di pasar berskala besar.
Business Director Maxnova, Liu Jieni, menyebut bahwa partisipasi dalam sistem ini memperkuat daya saing perusahaan di tingkat global serta membantu mengatasi tantangan regulasi di industri robotika yang berkembang cepat.
China Kuasai Pasar Robot Humanoid Global
China saat ini tercatat sebagai pemimpin pasar robot humanoid dunia. Berdasarkan data tahun 2025, negara tersebut menguasai sekitar 84,7 persen pengiriman global dengan total sekitar 14.400 unit.
Penerapan nomor identitas unik ini menjadi bagian dari upaya China memperkuat fondasi regulasi dan keamanan dalam pengembangan teknologi robotika. Dengan sistem ini, integrasi robot ke dalam kehidupan sehari-hari diharapkan dapat berjalan lebih aman, terkontrol, dan transparan sesuai standar yang ditetapkan.














