Media90 – Lenovo kembali menegaskan posisinya sebagai pionir inovasi teknologi dengan memamerkan sejumlah perangkat konsep masa depan dalam ajang Mobile World Congress 2026 yang digelar di Barcelona pada Selasa (3/3/2026).
Dalam pameran teknologi tahunan tersebut, Lenovo menampilkan dua inovasi yang paling mencuri perhatian, yakni Yoga Book Pro 3D Concept, laptop dengan layar 3D tanpa kacamata, serta Legion Go Fold Concept, konsol gim genggam pertama yang mengusung layar lipat futuristik.
Langkah ini merupakan bagian dari visi perusahaan bertajuk “AI for All”, di mana Lenovo berupaya menggabungkan kecerdasan buatan dengan perangkat keras yang lebih fleksibel dan adaptif. Senior Vice President Lenovo, Jun Ouyang, mengatakan inovasi tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan kreator dan gamer generasi baru yang membutuhkan performa tinggi dalam perangkat yang lebih cerdas.
Yoga Book Pro 3D: Era Baru Kreativitas Spasial
Salah satu perangkat yang menjadi pusat perhatian di MWC 2026 adalah Yoga Book Pro 3D Concept. Laptop ini menghadirkan pengalaman visual tiga dimensi tanpa memerlukan kacamata khusus seperti pada teknologi 3D konvensional.
Teknologi tersebut memanfaatkan kombinasi lensa lentikular dan kamera eye-tracking presisi tinggi yang mampu mendeteksi pergerakan mata pengguna. Dengan sistem ini, layar dapat menampilkan objek dengan kedalaman dan hubungan spasial secara alami langsung di layar.
Perangkat ini juga dibekali dual layar Lenovo PureSight Pro Tandem OLED yang mampu merender objek 3D secara real-time. Salah satu fitur berbasis AI paling menonjol adalah kemampuan konversi gambar 2D menjadi aset 3D secara otomatis, sehingga memudahkan kreator dalam membuat atau mengedit objek tiga dimensi.
Untuk menunjang performanya, laptop konsep ini dilengkapi prosesor Intel Core Ultra 7 serta kartu grafis NVIDIA GeForce RTX 5070.
Menariknya, bagian bawah perangkat tidak menggunakan keyboard permanen. Sebagai gantinya, terdapat layar sentuh kedua dengan snap-on pads magnetik yang berfungsi sebagai kontrol cepat untuk mengatur pencahayaan, sudut pandang, hingga warna saat mengedit objek 3D.
Legion Go Fold: Konsol Genggam dengan Layar Lipat
Selain laptop 3D, Lenovo juga memperkenalkan Legion Go Fold Concept, sebuah konsol gim genggam yang menghadirkan inovasi layar lipat. Perangkat ini dirancang untuk menjawab keterbatasan ukuran layar pada konsol handheld konvensional.
Konsol ini menggunakan layar pOLED berukuran 7,7 inci saat dilipat dan dapat diperluas hingga 11,6 inci ketika dibuka penuh, dengan refresh rate hingga 165Hz untuk pengalaman visual yang lebih mulus.
Legion Go Fold juga menghadirkan empat mode penggunaan utama, yakni:
- Standard Handheld Mode – Mode konsol genggam dengan pengontrol terpasang.
- Vertical Split-Screen Mode – Layar terbagi vertikal, memungkinkan gamer bermain sambil memantau streaming atau panduan permainan.
- Horizon Full Screen Mode – Mode layar penuh 11,6 inci untuk pengalaman gaming lebih imersif.
- Expanded Desktop Mode – Dengan keyboard nirkabel, konsol dapat berubah menjadi mini laptop berbasis Windows 11.
Secara spesifikasi, perangkat ini ditenagai prosesor Intel Core Ultra 7 258V dengan RAM 32GB dan penyimpanan 1TB.
Keunikan lainnya terletak pada controller kanan yang dilengkapi layar kecil sebagai touchpad sekaligus indikator performa. Controller tersebut juga dapat dilepas dan digunakan sebagai mouse vertikal, terutama untuk permainan bergenre FPS.
ThinkBook Modular dan Ekosistem AI Qira
Selain dua perangkat utama tersebut, Lenovo juga menampilkan ThinkBook Modular AI PC Concept, laptop 14 inci yang mengusung desain modular. Pengguna dapat melepas dan mengganti komponen seperti layar, keyboard, touchpad, hingga port I/O sesuai kebutuhan.
Bahkan, perangkat ini memungkinkan penambahan layar sekunder sehingga ruang kerja dapat diperluas hingga setara layar 19 inci.
Lenovo juga memperkenalkan ekosistem AI terbaru bernama Lenovo Qira, sebuah asisten cerdas yang dirancang menghubungkan berbagai perangkat mulai dari laptop, tablet hingga smartphone dari Motorola.
Sebagai pelengkap, Lenovo turut memamerkan AI Work Companion Concept, perangkat berbentuk jam meja pintar yang berfungsi membantu menyinkronkan tugas harian, menyusun rencana kerja, hingga memberikan pengingat kesehatan bagi pengguna yang terlalu lama bekerja di depan layar.
Meski sebagian besar perangkat tersebut masih berstatus konsep dan belum diproduksi secara massal dalam waktu dekat, kehadirannya di MWC 2026 memberikan gambaran arah masa depan komputasi personal yang semakin modular, spasial, dan terintegrasi dengan kecerdasan buatan.














