Media90 – Raksasa teknologi Meta Platforms Inc. kembali menghadirkan inovasi terbaru di dunia media sosial dengan meluncurkan fitur berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bernama AI Live Portrait. Fitur ini memungkinkan pengguna mengubah foto profil statis menjadi gambar bergerak yang tampak hidup dan interaktif.
Sebagai perusahaan induk dari platform populer seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp, Meta menilai inovasi ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi mereka dalam pengembangan teknologi Generative AI sekaligus memperbarui pengalaman identitas digital pengguna.
Transformasi Identitas Digital
Selama hampir dua dekade, foto profil di media sosial identik dengan gambar statis seperti JPEG atau PNG. Melalui AI Live Portrait, paradigma tersebut berubah. Pengguna cukup mengunggah satu foto wajah, lalu sistem AI akan menganalisis struktur wajah dan menghasilkan animasi mikro yang tampak natural.
Hasilnya, foto profil tidak lagi diam. Gambar dapat terlihat berkedip, tersenyum, bernapas, bahkan sedikit menoleh, menciptakan kesan hidup yang sebelumnya hanya identik dengan dunia fiksi seperti film Harry Potter.
Teknologi di Balik AI Live Portrait
Fitur ini tidak merekam video, melainkan menciptakan gerakan baru dari data statis menggunakan teknologi Generative Adversarial Networks (GANs). Sistem akan memetakan titik-titik wajah seperti mata, hidung, dan mulut, lalu menyimulasikan gerakan berdasarkan jutaan data ekspresi manusia.
Berbeda dengan GIF atau video loop yang cenderung kaku, animasi dari AI Live Portrait tampil lebih halus dan realistis, sehingga sulit dibedakan dari video asli.
Meta juga menyediakan tiga mode utama bagi pengguna:
- Mode Natural: Gerakan ringan seperti berkedip dan bernapas, cocok untuk profil profesional
- Mode Ekspresif: Animasi lebih interaktif, termasuk senyuman dan respons terhadap pengunjung
- Mode Nostalgia: Menghidupkan foto lama, termasuk foto hitam putih dengan fitur pewarnaan
Keamanan dan Isu Etika
Peluncuran teknologi manipulasi wajah berbasis AI tentu memunculkan kekhawatiran, terutama terkait deepfake dan penyalahgunaan identitas. Menanggapi hal ini, CEO Meta, Mark Zuckerberg, menegaskan bahwa perusahaan telah menyiapkan sistem keamanan berlapis.
Setiap gambar yang dihasilkan akan memiliki:
- Watermark visual berupa tanda “AI” yang tidak dapat dihapus
- Metadata C2PA (Coalition for Content Provenance and Authenticity) untuk menandai bahwa konten tersebut adalah hasil rekayasa AI
Selain itu, Meta membatasi penggunaan fitur ini pada tokoh publik tertentu guna mencegah penyalahgunaan dalam konteks politik.
Strategi Menghadapi Persaingan
Analis teknologi menilai fitur ini sebagai langkah Meta untuk menyegarkan platformnya, terutama Facebook, yang mulai ditinggalkan generasi muda. Dengan menghadirkan visual yang lebih dinamis, Meta berharap meningkatkan keterlibatan pengguna dan durasi penggunaan aplikasi.
AI Live Portrait juga menjadi bagian dari visi besar Meta menuju dunia metaverse, di mana identitas digital tidak lagi statis, melainkan hidup dan interaktif.
Ketersediaan
Fitur AI Live Portrait mulai diluncurkan secara bertahap untuk pengguna Android dan iOS di Amerika Utara dan Eropa sejak 12 Februari 2026. Meta berencana memperluas ketersediaannya ke pasar Asia, termasuk Indonesia, dalam beberapa minggu ke depan.
Pengguna disarankan untuk memperbarui aplikasi Facebook dan Instagram ke versi terbaru agar dapat menikmati fitur ini.














