Media90.id – Sebuah laporan dari analis Ming-Chi Kuo menyebutkan bahwa OpenAI tengah mengembangkan smartphone buatannya sendiri yang akan menghadirkan kemampuan AI agenik (agentic AI) secara penuh. Perangkat ini disebut-sebut akan menjadi langkah besar OpenAI dalam memperluas ekosistem AI ke perangkat keras konsumen.
Melansir GSMArena, smartphone tersebut diperkirakan memasuki tahap produksi massal pada tahun 2028. Perangkat ini akan mengandalkan kombinasi pemrosesan AI langsung di perangkat (on-device AI) serta komputasi cloud untuk tugas-tugas yang lebih berat.
OpenAI Disebut Kembangkan Chip Kustom
Dalam laporan yang sama, Kuo menyebutkan bahwa OpenAI saat ini tengah berdiskusi dengan dua raksasa semikonduktor, yakni MediaTek dan Qualcomm, untuk mengembangkan chipset khusus yang akan digunakan pada smartphone mereka di masa depan.
Selain itu, Luxshare juga disebut akan terlibat sebagai mitra eksklusif dalam desain sekaligus proses manufaktur perangkat tersebut.
Antarmuka Baru: “Task Stream” Pengganti Aplikasi Tradisional
Menariknya, smartphone OpenAI ini tidak akan sepenuhnya mengandalkan tampilan antarmuka berbasis aplikasi seperti pada smartphone modern saat ini.
Sebagai gantinya, perangkat ini dikabarkan akan menggunakan konsep UI baru yang disebut “task stream”, yaitu tampilan terpadu yang menampilkan tugas, konteks, dan status secara langsung di layar utama.
Pendekatan ini memungkinkan pengguna berinteraksi dengan perangkat berbasis aktivitas, bukan lagi sekadar membuka aplikasi secara terpisah.
Ekosistem AI Agenik dan Integrasi Pengembang Pihak Ketiga
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa OpenAI berencana membangun ekosistem AI berbasis agen (AI agent ecosystem) yang benar-benar baru, termasuk membuka peluang bagi pengembang pihak ketiga untuk berpartisipasi.
Dengan pendekatan ini, smartphone OpenAI diharapkan mampu menjalankan berbagai tugas secara otomatis berdasarkan konteks pengguna, bukan hanya perintah manual.
Perangkat Selalu Memahami Konteks Pengguna
Salah satu konsep utama dari perangkat ini adalah kemampuannya untuk “terus memahami konteks pengguna”. Hal ini mengindikasikan bahwa smartphone akan memiliki fungsi yang selalu aktif di level chipset, memungkinkan respons AI yang lebih cepat dan adaptif.
OpenAI juga diperkirakan akan mengintegrasikan berbagai layanan AI miliknya langsung ke dalam perangkat, menciptakan pengalaman yang lebih terhubung antara hardware dan software.
Menuju Era Baru Smartphone Berbasis AI
Jika laporan ini terealisasi, kehadiran smartphone OpenAI berpotensi membawa perubahan besar pada cara pengguna berinteraksi dengan perangkat mobile.
Dengan kombinasi chip kustom, AI agenik, dan antarmuka berbasis “task stream”, perangkat ini diprediksi menjadi salah satu inovasi paling ambisius di industri smartphone dalam beberapa tahun ke depan.














