Media90 – Qualcomm kembali membuka peluang kerja sama dengan Samsung untuk memproduksi SoC flagship mereka di masa mendatang. Kabar ini mencuat setelah CEO Qualcomm, Cristiano Amon, diketahui melakukan kunjungan ke Korea Selatan dan bertemu langsung dengan jajaran eksekutif Samsung Electronics.
Pertemuan tersebut disebut berfokus pada pembahasan produksi chip dengan proses fabrikasi 2nm, sebuah teknologi yang saat ini juga sedang dipersiapkan Samsung melalui lini Exynos generasi terbaru.
Salah satu nama yang mulai ramai dibicarakan dalam diskusi ini adalah Snapdragon 8 Elite Gen 6, yang berpotensi diproduksi oleh Samsung apabila kesepakatan kerja sama benar-benar tercapai dalam waktu dekat. Menariknya, pembahasan ini bukan hal baru, karena isu tersebut sudah sempat muncul sejak ajang CES awal tahun ini.
Bukan Kerja Sama Pertama Qualcomm dan Samsung
Kerja sama antara Qualcomm dan Samsung sebenarnya bukan hal baru di industri semikonduktor. Sebelumnya, Samsung sempat menjadi mitra produksi untuk sejumlah chip flagship Qualcomm.
Beberapa SoC yang pernah diproduksi oleh Samsung antara lain:
- Snapdragon 820 / 821
- Snapdragon 865
- Snapdragon 888
- Snapdragon 8 Gen 1
Namun, setelah periode tersebut, Qualcomm mulai beralih ke TSMC untuk produksi chip berikutnya. Peralihan ini terjadi karena pada saat itu Samsung menghadapi tantangan terkait efisiensi daya, panas berlebih, serta stabilitas yield produksi.
Kenapa Qualcomm Bisa Kembali ke Samsung?
Jika kerja sama ini kembali terjadi, artinya Qualcomm akan “reuni” dengan Samsung setelah berpisah sejak 2022. Pada masa itu, Qualcomm memilih TSMC karena masalah performa produksi di Samsung Foundry.
Namun kini situasinya mulai berubah. Samsung dikabarkan telah melakukan sejumlah perbaikan signifikan pada proses manufaktur mereka, termasuk peningkatan yield dan efisiensi daya pada teknologi node terbaru.
Di sisi lain, faktor biaya juga menjadi pertimbangan penting. Biaya produksi di TSMC yang terus meningkat membuat Qualcomm mulai mencari alternatif manufaktur yang lebih kompetitif secara harga, tanpa mengorbankan performa.
Persaingan 2nm Jadi Kunci Utama
Rencana kerja sama ini juga tidak bisa dilepaskan dari persaingan teknologi fabrikasi 2nm yang sedang menjadi “medan perang” baru industri semikonduktor.
Samsung saat ini tengah mengembangkan proses 2nm yang diklaim akan menjadi salah satu yang pertama di pasar melalui Exynos generasi terbaru. Jika Qualcomm ikut memanfaatkan teknologi ini, maka persaingan dengan TSMC akan semakin ketat di level produksi chip flagship.
Masih Tahap Diskusi, Belum Final
Meski rumor semakin kuat, kerja sama ini masih berada pada tahap pembahasan awal. Belum ada konfirmasi resmi apakah Snapdragon 8 Elite Gen 6 benar-benar akan diproduksi oleh Samsung atau tetap menggunakan TSMC sebagai mitra utama.
Namun satu hal yang jelas, dinamika industri chip global kembali menunjukkan persaingan yang semakin ketat, di mana faktor teknologi, biaya, dan efisiensi menjadi penentu utama keputusan besar seperti ini.
Jika kesepakatan benar-benar terjadi, maka ini akan menjadi salah satu kolaborasi paling menarik di industri semikonduktor dalam beberapa tahun terakhir.














