Media90.id – Setelah sukses memperkenalkan chipset mobile berbasis fabrikasi 2nm melalui Exynos 2600, Samsung kini mulai melangkah ke tahap pengembangan teknologi berikutnya, yaitu fabrikasi 1.4nm. Meski produksi massalnya masih diperkirakan baru akan dimulai beberapa tahun lagi, perusahaan asal Korea Selatan tersebut dilaporkan sudah mulai menguji prototipe chipset generasi terbaru dengan spesifikasi yang cukup agresif.
Prototipe Exynos 1.4nm dengan CPU 10-Core
Chip Exynos generasi baru ini masih bersifat misterius, namun bocoran menyebutkan bahwa perangkat tersebut mengusung konfigurasi CPU 10-core dengan skema 2+4+4. Dua core performa utamanya bahkan dikabarkan mampu mencapai kecepatan hingga 4,50GHz, jauh lebih tinggi dibandingkan Exynos 2600 yang saat ini berada di kisaran 3,8GHz.
Peningkatan ini menunjukkan ambisi Samsung untuk mendorong batas performa chipset mobile ke level yang lebih tinggi, terutama dalam menghadapi persaingan di segmen flagship.
Cache Super Besar 96MB Jadi Sorotan
Salah satu aspek paling menarik dari chipset ini adalah penggunaan System Level Cache (SLC) berkapasitas 96MB. Angka ini tergolong sangat besar untuk standar chipset smartphone modern, yang biasanya hanya memiliki cache dalam kisaran belasan megabyte.
Cache besar tersebut dikombinasikan dengan desain bus ultra-wide yang dirancang untuk mengurangi latency antara CPU dan GPU. Dengan arsitektur ini, transfer data menjadi lebih cepat, sekaligus meningkatkan efisiensi daya karena komponen seperti GPU, NPU, dan ISP tidak perlu terus aktif untuk mengakses data secara berulang.
Performa Tinggi, Tapi Ada Tantangan Besar
Meskipun terdengar menjanjikan, desain ini juga membawa sejumlah tantangan. Ukuran die chip yang semakin besar berpotensi meningkatkan biaya produksi secara signifikan. Selain itu, implementasinya pada smartphone juga bisa menjadi sulit karena keterbatasan ruang dan kebutuhan efisiensi daya.
Karena itu, banyak analis menilai bahwa desain seperti ini mungkin lebih cocok untuk perangkat dengan ruang lebih luas atau kebutuhan daya yang lebih fleksibel, bukan hanya smartphone konvensional.
Masih dalam Tahap Pengembangan Jangka Panjang
Samsung saat ini masih berfokus pada peningkatan yield produksi untuk proses 2nm sebelum benar-benar beralih ke node 1.4nm. Produksi massal teknologi ini sendiri diperkirakan baru akan dimulai sekitar tahun 2029.
Artinya, spesifikasi awal dari chip Exynos generasi 1.4nm ini masih sangat mungkin berubah selama proses pengembangan berlangsung, tergantung pada hasil uji coba dan efisiensi manufaktur ke depannya.
Dengan langkah ini, Samsung menunjukkan ambisinya untuk terus bersaing di lini chipset kelas atas dan mengejar lompatan teknologi besar di masa depan.














