TEKNO

Tak Perlu Buat Akun Baru, Alamat Gmail Kini Bisa Diubah Secara Langsung

23
×

Tak Perlu Buat Akun Baru, Alamat Gmail Kini Bisa Diubah Secara Langsung

Sebarkan artikel ini
Tak Perlu Ganti Akun, Alamat Gmail Kini Bisa Diubah Langsung
Tak Perlu Ganti Akun, Alamat Gmail Kini Bisa Diubah Langsung

Media90 – Google akhirnya menghadirkan solusi yang telah lama dinantikan oleh para penggunanya. Mulai akhir Desember 2025, raksasa teknologi asal Amerika Serikat ini secara bertahap meluncurkan fitur baru yang memungkinkan pengguna mengubah alamat email @gmail.com secara langsung, tanpa harus membuat akun baru.

Terobosan ini sekaligus mengakhiri praktik lama yang kerap merepotkan, di mana pengguna terpaksa membuat akun baru dan memindahkan data secara manual—sebuah proses yang berisiko dan memakan waktu.

Mengutip laporan CNBC Indonesia, fitur ini disebut sebagai “hadiah Natal” bagi jutaan pengguna Gmail di seluruh dunia. Terutama bagi mereka yang membuat alamat email bertahun-tahun lalu dengan nama yang kini terasa kurang profesional atau tidak lagi relevan.

Dengan fitur baru ini, pengguna dapat memperbarui identitas digital mereka tanpa kehilangan arsip penting, mulai dari email lama, dokumen di Google Drive, hingga koleksi foto yang tersimpan selama bertahun-tahun.

Mengakhiri Era Identitas Email Permanen

Selama lebih dari dua dekade, alamat Gmail dikenal sebagai identitas digital permanen yang hampir mustahil diubah. Jika seseorang membuat email sejak masa sekolah dengan nama yang tidak formal, alamat tersebut kerap tetap digunakan hingga memasuki dunia kerja profesional.

Baca Juga:  Langkah Mudah Pindahkan Aplikasi Ponsel ke Kartu Mikro SD

Google melihat perubahan kebutuhan ini sebagai sesuatu yang wajar. Seiring perkembangan karier dan gaya hidup pengguna, alamat email pun perlu ikut beradaptasi.

Melalui fitur terbaru ini, pengguna dapat mengganti alamat Gmail hanya melalui pengaturan akun. Google memastikan seluruh data tetap utuh dan berpindah otomatis, termasuk pesan masuk, draf, kontak, hingga keterkaitan dengan layanan pihak ketiga.

Sistem Alias Jamin Email Lama Tetap Aktif

Salah satu kekhawatiran utama pengguna adalah risiko kehilangan email yang masih dikirim ke alamat lama. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Google menerapkan sistem Alias Utama.

Alamat Gmail lama tidak akan langsung dinonaktifkan, melainkan berfungsi sebagai alias. Artinya, semua pesan yang dikirim ke alamat lama tetap akan masuk ke inbox alamat baru.

Baca Juga:  Telkomsel Mengokohkan Jaringan VoLTE, Merambah ke Seluruh Penjuru Indonesia

Selain itu, pengguna masih bisa memakai alamat lama untuk login ke berbagai layanan Google, seperti Google Drive, Google Maps, YouTube, hingga Google Play Store. Sinkronisasi akun di perangkat Android dan iOS pun tetap berjalan normal karena identitas akun di sisi sistem tidak berubah.

Dengan kata lain, yang berubah hanyalah alamat email yang terlihat secara publik, sementara seluruh ekosistem akun tetap sama.

India Jadi Wilayah Uji Coba Awal

Menariknya, panduan resmi terkait fitur ini pertama kali muncul di halaman dukungan Google versi bahasa Hindi. Hal tersebut mengindikasikan bahwa Google menerapkan strategi peluncuran regional sebelum fitur tersedia secara global.

India dikenal sebagai salah satu pasar pengguna Android terbesar di dunia. Dengan melakukan uji coba di wilayah dengan basis pengguna masif, Google dapat memantau stabilitas sistem, terutama saat terjadi migrasi akun dalam skala besar.

Sementara itu, halaman dukungan berbahasa Inggris masih mencantumkan keterangan lama bahwa alamat Gmail “umumnya tidak dapat diubah”. Namun, pembaruan global diperkirakan akan segera menyusul dalam waktu dekat.

Baca Juga:  Google Peringatkan Pengguna Android: Hindari WiFi Publik, Ini Alasannya!

Ada Batasan, Tidak Bisa Gonta-ganti Bebas

Meski menawarkan fleksibilitas baru, Google tetap menerapkan aturan ketat untuk menjaga keamanan dan mencegah penyalahgunaan. Salah satu aturan terpenting adalah batasan 12 bulan.

Pengguna yang telah mengganti alamat Gmail tidak diperbolehkan melakukan perubahan lagi atau membuat alamat Gmail baru dalam kurun waktu satu tahun. Selain itu, nama pengguna baru harus tersedia dan belum digunakan orang lain.

Alamat baru yang sudah dipilih juga tidak bisa dibatalkan secara sembarangan. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah praktik spam, penyamaran identitas, maupun manipulasi sistem keamanan.

Langkah Strategis Jaga Loyalitas Pengguna

Para analis teknologi menilai langkah ini sebagai strategi Google untuk mempertahankan loyalitas pengguna di tengah persaingan layanan email global. Di era digital saat ini, kontrol atas identitas dan data pribadi menjadi faktor krusial.

Dengan memberikan kebebasan lebih besar dalam mengelola alamat email, Google tidak hanya menawarkan layanan komunikasi, tetapi juga ekosistem digital yang mampu tumbuh dan beradaptasi bersama penggunanya.

Kini, pengguna Gmail tak lagi harus terjebak dengan alamat email masa lalu. Masa depan Gmail mengarah pada fleksibilitas, keamanan, dan kemudahan—semua dalam satu akun yang tetap utuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *