Media90 – Kemajuan teknologi kini tidak hanya terasa di gadget atau kendaraan, tetapi juga mulai merambah ke dunia pariwisata dan perhotelan. Jika dulu menginap di hotel identik dengan interaksi hangat bersama staf manusia, kini pengalaman tersebut perlahan berubah. Di Jepang, sebuah hotel bernama Henn-na Hotel menghadirkan konsep futuristik di mana tamu dilayani sepenuhnya oleh robot sejak langkah pertama mereka masuk ke lobby.
Hotel Pertama dengan Staf Robot
Henn-na Hotel dikenal sebagai hotel pertama di dunia yang mengandalkan robot sebagai tenaga operasional. Alih-alih menemukan resepsionis manusia di meja depan, tamu akan disambut robot yang bertugas untuk membantu proses check-in, memberikan informasi, hingga menangani layanan dasar hotel.
Nama “Henn-na” dalam bahasa Jepang berarti aneh atau tidak lazim. Nama ini bukan tanpa alasan, sebab hotel tersebut sengaja menghadirkan pengalaman yang benar-benar berbeda dari hotel konvensional—mulai dari teknologi robot, sistem otomatis, hingga minimnya campur tangan manusia dalam pelayanan harian.
Masuk Guinness World Records
Hotel yang berlokasi di kawasan taman hiburan Huis Ten Bosch, Prefektur Nagasaki ini dibuka pada Juli 2015 dan mendunia setelah dicatat oleh Guinness World Records sebagai hotel pertama yang menggunakan robot sebagai staf utama.
Mengusung konsep efisiensi layanan berbasis teknologi, proses check-in dilakukan melalui layar digital dengan bantuan robot interaktif. Di beberapa cabang, robot-robot tersebut bahkan dibuat menyerupai dinosaurus, menjadikannya salah satu ikon unik yang membuat hotel ini semakin viral dan menarik perhatian wisatawan.
Tidak hanya itu, robot resepsionis juga dibekali kemampuan multibahasa, termasuk bahasa Inggris, sehingga wisatawan internasional tidak mengalami kendala komunikasi.
Robot Tidak Hanya di Meja Depan
Inovasi di Henn-na Hotel tidak berhenti di lobby. Di sejumlah bagian hotel, robot telah menggantikan banyak peran manusia, antara lain:
-
Mengantarkan barang ke kamar
-
Memberikan petunjuk arah
-
Mengelola sistem elektronik kamar
-
Menjawab pertanyaan dasar wisatawan
Dengan sistem yang didesain untuk mengurangi interaksi manual, hotel ini menjadi gambaran bagaimana sektor jasa mulai mengadopsi teknologi otomatisasi secara serius.
Bagi Jepang—negara dengan populasi menua dan kekurangan tenaga kerja—konsep ini dinilai sebagai salah satu solusi yang potensial di masa depan. Namun di balik efisiensinya, tak sedikit tamu yang mengaku datang karena rasa penasaran ingin melihat langsung bagaimana robot bekerja layaknya manusia.
Berapa Tarif Menginap?
Pengalaman futuristik ini tentu datang dengan harga khusus. Pada tahun 2026, tarif menginap di Henn-na Hotel kawasan Huis Ten Bosch berada di kisaran:
💰 USD 150 – 300 per malam
≈ Rp 2,3 juta – Rp 4,6 juta
Harga dapat meningkat pada periode liburan atau untuk tipe kamar tertentu dengan panorama taman hiburan. Meski tidak murah, banyak tamu menilai harga tersebut sepadan dengan pengalaman unik yang nyaris mustahil ditemukan di tempat lain.
Cerminan Masa Depan Perhotelan
Konsep robot sebagai staf membuka diskusi global mengenai masa depan industri perhotelan. Teknologi terbukti mampu menawarkan efisiensi, kecepatan, dan pengalaman baru. Namun di sisi lain, muncul pertanyaan tentang hilangnya sentuhan manusia dalam layanan hospitality.
Terlepas dari itu, Henn-na Hotel berhasil menjadi pelopor yang mendobrak tradisi. Menginap di hotel ini bukan sekadar soal mencari tempat tidur, tetapi juga merasakan seperti apa dunia layanan publik ketika teknologi mengambil alih peranan manusia.
Bagi wisatawan yang penasaran dengan evolusi teknologi dalam sektor perhotelan, Henn-na Hotel adalah destinasi yang wajib dicoba.








