INTERNASIONAL

Industri Baterai China Menjadi Mesin Uang Baru Energi Global, Ekspor Tembus US$65 Miliar

182
×

Industri Baterai China Menjadi Mesin Uang Baru Energi Global, Ekspor Tembus US$65 Miliar

Sebarkan artikel ini
Ekspor Baterai Meroket, China Kantongi US$65 Miliar dan Kuasai Rantai Pasok Energi Global
Ekspor Baterai Meroket, China Kantongi US$65 Miliar dan Kuasai Rantai Pasok Energi Global

Media90 – Industri baterai China kian menegaskan posisinya sebagai salah satu motor penggerak utama ekonomi dan transisi energi global. Sepanjang 2025, nilai ekspor baterai untuk penyimpanan energi dan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) China dilaporkan menembus lebih dari US$65 miliar atau sekitar Rp1.090 triliun. Capaian ini bukan sekadar angka perdagangan, melainkan bukti kuat keberhasilan China memosisikan diri sebagai pemain dominan dalam sektor energi bersih yang semakin strategis bagi dunia.

Laporan lembaga riset Ember mencatat, sejak 2022 baterai telah menjadi komoditas teknologi bersih paling menguntungkan, bahkan melampaui panel surya yang sebelumnya mendominasi ekspor China. Fakta tersebut menegaskan bahwa baterai kini bukan lagi sekadar komponen pendukung kendaraan listrik, melainkan aset strategis yang menopang sistem energi global di tengah percepatan transisi menuju energi rendah karbon.

Ads
close ads

Permintaan Global dan Dominasi China

Lonjakan ekspor baterai China didorong oleh meningkatnya permintaan internasional, khususnya dari Eropa dan Timur Tengah. Kedua kawasan tersebut tengah agresif mengembangkan energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin. Namun, sifat energi terbarukan yang bergantung pada cuaca membuat pasokan listrik tidak selalu stabil.

Di sinilah peran baterai penyimpanan energi menjadi krusial. Teknologi ini memungkinkan listrik dari surya dan angin disimpan untuk digunakan saat produksi menurun, sehingga pasokan listrik tetap terjaga. Stabilitas energi tidak hanya penting bagi rumah tangga dan industri, tetapi juga bagi infrastruktur digital modern seperti pusat data kecerdasan buatan (AI).

Pusat data AI membutuhkan pasokan listrik besar dan konsisten. Tanpa sistem penyimpanan energi yang andal, operasional data center berisiko terganggu dan dapat menghambat perkembangan teknologi AI yang kini menjadi tulang punggung inovasi global.

Seiring meningkatnya kebutuhan tersebut, permintaan baterai global pun terus naik. UBS memproyeksikan instalasi penyimpanan energi baterai global meningkat sekitar 25 persen pada 2026. Sementara itu, Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan investasi global pada fasilitas penyimpanan baterai mencapai US$66 miliar tahun ini.

China berada di pusat pertumbuhan tersebut. Enam dari sepuluh pemasok sel baterai terbesar dunia berasal dari China, termasuk CATL, BYD, HiTHIUM, CALB, dan REPT BATTERO. Di luar China, hanya AESC asal Jepang yang mampu menembus jajaran 10 besar. Dominasi ini menegaskan kuatnya cengkeraman China dalam rantai pasok energi bersih global.

Data Center AI Jadi Pendorong Permintaan Baru

Lonjakan kebutuhan energi dari pusat data AI, terutama di Amerika Serikat, menjadi faktor pendorong baru bagi industri baterai. Analis UBS, Yishu Yan, menilai bahwa kombinasi tenaga surya dan sistem penyimpanan energi merupakan satu-satunya solusi realistis untuk memenuhi kebutuhan listrik data center AI.

Pertumbuhan AI yang pesat menuntut pasokan energi yang stabil, sementara sumber energi fosil seperti gas dan nuklir diperkirakan tidak akan berkembang signifikan dalam lima tahun ke depan. Dalam konteks ini, baterai penyimpanan energi menjadi tulang punggung bagi kelangsungan dan ekspansi industri AI global.

Mesin Uang Baru China

Data menunjukkan ekspor baterai China mencapai rekor US$66,7 miliar hanya dalam 10 bulan pertama 2025. Angka tersebut menjadikan baterai sebagai mesin uang baru yang bahkan melampaui ekspor panel fotovoltaik surya. Konsultan Infolink memperkirakan pengiriman sel penyimpanan energi global dapat mencapai 800 gigawatt-jam, tumbuh sekitar 33–43 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menariknya, pertumbuhan ekspor baterai penyimpanan energi tercatat lebih cepat dibandingkan baterai EV, masing-masing sebesar 51,4 persen dan 40,6 persen. Tren ini menandakan bahwa penyimpanan energi kini menjadi fokus utama industri, bukan lagi sekadar pelengkap kendaraan listrik.

Peran Kebijakan dan Subsidi Pemerintah

Dominasi China di sektor ini tidak lepas dari dukungan kebijakan pemerintah. Sejumlah pemerintah daerah mewajibkan proyek pembangkit listrik tenaga angin dan surya untuk dilengkapi sistem penyimpanan energi. Kebijakan tersebut membuat China kini menguasai sekitar 40 persen armada penyimpanan energi baterai global, melampaui kapasitas pembangkit listrik tenaga air konvensional.

Subsidi, reformasi industri, dan skala produksi yang masif turut mempercepat adopsi teknologi baterai, menjadikan China bukan hanya pusat manufaktur, tetapi juga pusat inovasi energi bersih dunia.

Bisakah China Bertahan Mendominasi?

Meski berada di puncak, produsen baterai China tetap menghadapi tantangan. Kebijakan proteksionisme di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, berpotensi menghambat ekspansi. Washington membatasi proyek energi yang menerima kredit pajak investasi jika melibatkan entitas asing tertentu, termasuk dari China.

Namun, dengan basis produksi yang kuat, penguasaan teknologi, dan permintaan global yang terus meningkat, China masih berada pada posisi strategis untuk memimpin transisi energi bersih dunia dalam jangka menengah hingga panjang.

Industri baterai China kini bukan sekadar soal nilai ekspor yang fantastis, tetapi juga tentang strategi global. Dengan dukungan kebijakan, dominasi rantai pasok, dan peran sentral dalam transisi energi, baterai telah menjadi mesin uang baru sekaligus senjata strategis China di panggung energi dunia.

Israel Tuai Sorotan Internasional Usai Hentikan Kapal Bantuan untuk Gaza
INTERNASIONAL

Media90 – Ketegangan terkait konflik Gaza kembali memanas setelah militer Israel mencegat armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla di kawasan Laut Mediterania. Insiden tersebut terjadi saat kapal bantuan berada di perairan internasional sekitar 460 kilometer di barat Siprus.Ads close ads Aksi pencegatan itu langsung menjadi perhatian dunia internasional setelah rekaman siaran langsung tersebar luas di media sosial. Dalam video yang beredar, sejumlah relawan dan penumpang sipil tampak mengangkat tangan ketika pasukan komando Israel memasuki kapal bantuan tersebut. Langkah militer Israel menuai kecaman dari berbagai pihak karena operasi dilakukan di luar wilayah perairan negaranya. Sejumlah pihak menilai tindakan tersebut berpotensi melanggar hukum…

Darah Buatan Super Clot Diklaim Mampu Menghentikan Pendarahan dalam Hitungan Detik
INTERNASIONAL

Media90 – Dunia medis kembali mencatat kemajuan besar dengan hadirnya teknologi Engineered Blood Clots (EBCs), sebuah inovasi pembekuan darah buatan yang mampu menghentikan perdarahan hebat hanya dalam hitungan detik. Teknologi ini dikembangkan oleh tim peneliti lintas institusi dari Kanada dan Amerika Serikat melalui pendekatan revolusioner yang dikenal sebagai click clotting. Inovasi ini digadang-gadang menjadi solusi masa depan dalam penanganan darurat, terutama pada kasus kecelakaan, operasi besar, hingga pasien dengan gangguan pembekuan darah.Ads close ads Click Clotting: Cara Baru Membekukan Darah Berbeda dengan proses alami tubuh yang mengandalkan serat fibrin, teknologi EBCs justru memaksimalkan peran sel darah merah sebagai struktur utama…

Kabel Internet Global di Selat Hormuz Jadi Target, Iran Wacanakan ‘Toll Digital’ untuk Big Tech
INTERNASIONAL

Media90 – Selat Hormuz yang selama ini dikenal sebagai jalur vital energi dunia kini mulai dipandang dari perspektif baru oleh Iran: sebagai pusat infrastruktur digital global yang strategis. Media yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Tasnim News Agency, mendorong pemerintah untuk mulai memonetisasi kabel serat optik bawah laut yang melintasi kawasan tersebut. Dalam laporan berjudul “Three practical steps for generating revenue from Strait of Hormuz internet cables”, Tasnim menyoroti bahwa Selat Hormuz tidak hanya menjadi jalur kapal tanker minyak, tetapi juga koridor penting bagi arus data global yang menghubungkan Asia, Timur Tengah, dan Eropa.Ads close ads Selat…

Ilmuwan China Ciptakan Sel Bahan Bakar Batu Bara dengan Potensi Nol Emisi
INTERNASIONAL

Media90 – Tim ilmuwan dari Universitas Shenzhen, China, mengklaim telah berhasil mengembangkan teknologi sel bahan bakar batu bara yang berpotensi memangkas emisi karbon dioksida (CO2) hingga mendekati nol. Inovasi yang diberi nama zero-carbon-emission direct coal fuel cell (ZC-DCFC) ini dinilai mampu mengubah cara kerja pembangkit listrik berbasis batu bara secara fundamental. Berdasarkan laporan The Independent pada akhir April 2026, teknologi ini menawarkan pendekatan baru dalam menghasilkan energi dari bahan bakar fosil dengan dampak polusi yang jauh lebih rendah dibanding metode konvensional.Ads close ads Mekanisme Kerja Tanpa Pembakaran Berbeda dengan pembangkit listrik tenaga uap yang mengandalkan pembakaran batu bara, sistem ZC-DCFC…

Kanker Usus pada Usia Muda Meningkat, Peneliti Temukan Jejak Herbisida di DNA
INTERNASIONAL

Media90 – Tren peningkatan kasus Kanker Kolorektal pada kelompok usia di bawah 50 tahun kini menjadi perhatian serius dunia kesehatan. Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine mengungkap temuan mengejutkan, yakni adanya dugaan keterkaitan antara paparan herbisida bernama Picloram dengan meningkatnya kasus kanker ini pada pasien usia muda. Temuan tersebut membuka perspektif baru dalam dunia Onkologi, yang selama ini lebih banyak mengaitkan kanker usus dengan faktor gaya hidup dan pola makan. Meski masih bersifat awal, peneliti menemukan “sidik jari” DNA pada tumor pasien yang mengindikasikan adanya pengaruh paparan lingkungan terhadap mutasi genetik.Ads close ads Jejak DNA Ungkap Paparan Lingkungan…

Hebat! Menteri Luar Negeri Singapura Gunakan AI Buatan Internal untuk Kerja Negara
INTERNASIONAL

Media90 – Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, dunia diplomasi internasional dibuat kagum oleh langkah tidak biasa dari Vivian Balakrishnan. Ia mengungkapkan bahwa dirinya secara mandiri melakukan coding untuk membangun sistem AI yang membantu menyelesaikan tugas-tugas diplomatik sehari-hari. Aksi ini menjadi sorotan karena menunjukkan bahwa kemampuan memahami teknologi kini bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan penting bagi pemimpin di era digital.Ads close ads AI Buatan Sendiri untuk Membantu Tugas Diplomasi AI yang dikembangkan oleh Vivian Balakrishnan dirancang untuk membantu menganalisis dokumen-dokumen diplomatik yang sangat kompleks dan panjang. Sistem ini mampu merangkum poin-poin penting secara otomatis sehingga proses pengambilan keputusan…

Tuai Kecaman, Indonesia Protes Israel atas Spanduk di Reruntuhan RS Indonesia Gaza
INTERNASIONAL

Media90 – Pemerintah Indonesia melontarkan kecaman tegas terhadap tindakan militer Israel yang memasang spanduk propaganda di atas reruntuhan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara, Jalur Gaza. Melalui pernyataan resmi yang disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia pada Rabu, 22 April 2026, Indonesia menilai aksi tersebut sebagai tindakan yang sangat provokatif dan tidak dapat diterima.Ads close ads Dinilai Provokatif dan Cederai Nilai Kemanusiaan Spanduk bertuliskan “Rising Lion” yang dipasang oleh pasukan Israel dinilai bukan sekadar simbol militer, tetapi juga bentuk propaganda yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan. Terlebih, spanduk tersebut ditempatkan di lokasi fasilitas kesehatan yang telah hancur. Kemlu RI menegaskan bahwa…