Media90 – Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Pada Kamis, 5 Februari 2026, erupsi tercatat terjadi pada pukul 05.33 WIB dengan kolom letusan membumbung setinggi ±500 meter di atas puncak atau sekitar 4.176 meter di atas permukaan laut.
Berdasarkan laporan pengamatan, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan bergerak ke arah timur. Hingga laporan ini disusun, aktivitas erupsi masih berlangsung sehingga masyarakat di sekitar gunung diminta meningkatkan kewaspadaan.
Kondisi Terkini Erupsi Gunung Semeru
Aktivitas erupsi tersebut kembali menegaskan status Gunung Semeru sebagai gunung api dengan tingkat aktivitas tinggi. Arah sebaran abu ke timur berpotensi berdampak pada wilayah yang berada di jalur aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru.
Selain abu vulkanik, potensi bahaya lain yang perlu diantisipasi meliputi awan panas guguran, aliran lava, serta lahar, terutama apabila terjadi hujan di sekitar kawasan puncak.
Zona Bahaya yang Harus Dihindari
Masyarakat di sekitar Gunung Semeru diminta mematuhi batas aman aktivitas sesuai rekomendasi otoritas terkait, khususnya di wilayah rawan berikut:
Sektor Tenggara – Besuk Kobokan
Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun dalam radius 13 kilometer dari puncak. Di luar jarak tersebut, warga juga tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius 500 meter dari sempadan sungai, karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer.
Radius Kawah Semeru
Aktivitas masyarakat dilarang dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru, mengingat tingginya risiko lontaran batu pijar.
Wilayah Sungai yang Perlu Diwaspadai
Selain Besuk Kobokan, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan di sepanjang aliran sungai berikut:
- Besuk Bang
- Besuk Kembar
- Besuk Sat
- Anak-anak sungai yang bermuara ke Besuk Kobokan
Sungai-sungai tersebut berpotensi dilalui awan panas guguran, aliran lava, serta lahar, terutama saat intensitas hujan meningkat.
Imbauan untuk Masyarakat
Warga di sekitar Gunung Semeru diimbau untuk:
- Menghindari seluruh zona terlarang sesuai rekomendasi
- Menggunakan masker apabila terjadi hujan abu
- Mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang
- Tidak mudah terpancing informasi yang tidak valid di media sosial
Keselamatan jiwa menjadi prioritas utama di tengah aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang masih berlangsung.














