TEKNO

Nama Bali Muncul dalam Dokumen Jeffrey Epstein, Publik Indonesia Soroti Arsip DOJ AS

6
×

Nama Bali Muncul dalam Dokumen Jeffrey Epstein, Publik Indonesia Soroti Arsip DOJ AS

Sebarkan artikel ini
Bali Tercantum dalam Dokumen Jeffrey Epstein, Foto di Gianyar Picu Kehebohan
Bali Tercantum dalam Dokumen Jeffrey Epstein, Foto di Gianyar Picu Kehebohan

Media90 – Kasus kejahatan seksual yang melibatkan mendiang Jeffrey Epstein kembali menyedot perhatian dunia. Kali ini, sorotan publik tertuju pada rilis kumpulan dokumen terbaru oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (Department of Justice/DOJ) pada Jumat, 30 Januari 2026. Arsip tersebut merupakan bagian dari hasil penyelidikan panjang terhadap jaringan kejahatan yang dikaitkan dengan Epstein dan lingkaran terdekatnya.

Dokumen yang dirilis DOJ terbilang masif. Arsip itu memuat ratusan ribu foto serta ribuan video yang dikumpulkan selama proses investigasi berlangsung. Di tengah tumpukan berkas tersebut, muncul satu temuan yang mengejutkan, terutama bagi masyarakat Indonesia: tercantumnya nama Bali dan Indonesia dalam salah satu dokumen resmi penyelidikan.

Kemunculan nama Bali diperkuat dengan adanya foto yang menampilkan Jeffrey Epstein bersama Ghislaine Maxwell, sosok yang dikenal sebagai rekan dekat sekaligus kaki tangan Epstein dalam berbagai aktivitas kriminal. Temuan ini pun langsung memicu rasa penasaran publik dan menjadi bahan perbincangan luas di media sosial.

Arsip DOJ Ungkap Dokumentasi Epstein di Bali

Dalam salah satu dokumen PDF yang dirilis DOJ, terdapat slide awal yang mencantumkan sejumlah wilayah dunia yang diduga memiliki keterkaitan dengan aktivitas Epstein. Daftar tersebut meliputi Afrika, Hawai, Rusia, hingga kawasan Asia dengan penulisan “Bali/Thailand/Asia”.

Baca Juga:  Qualcomm Mengumumkan Snapdragon X Plus: Prosesor Terintegrasi Khusus untuk Aplikasi AI On-Device

Penyebutan Bali secara spesifik memunculkan berbagai pertanyaan. Publik bertanya-tanya, aktivitas apa yang sebenarnya dilakukan Epstein di Indonesia, khususnya di Bali, pada periode tersebut.

Perhatian publik semakin meningkat setelah akun media sosial X, @geovenera, mengunggah foto Epstein dan Maxwell pada Minggu, 1 Februari 2026. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa foto diambil pada rentang waktu 27 hingga 29 Mei 2002. Epstein terlihat mengenakan kemeja putih dan celana hitam, berada di sebuah galeri patung.

Berdasarkan analisis koordinat lokasi yang turut dibagikan, keduanya diketahui berada di kawasan Batubulan, Kabupaten Gianyar, Bali. Keterangan unggahan itu merinci waktu dan lokasi pengambilan gambar, sehingga memperkuat dugaan bahwa Epstein memang pernah mengunjungi Bali bersama Maxwell.

Baca Juga:  Apple Gencarkan Pengembangan iPad Mini dan MacBook Bertenaga OLED yang Lebih Luas

Puluhan Foto Bali Tersimpan dalam Epstein File

Perbincangan di ruang publik kian memanas setelah warganet menelusuri salah satu arsip dalam kumpulan Epstein File yang diberi kode EFTA00129111.pdf. Dokumen tersebut memuat sejumlah surat serta foto sensitif. Salah satu gambar disertai keterangan yang dinilai mencurigakan, berbunyi, “Before a group/gang training exercise in Bali”.

Kalimat singkat tersebut langsung memicu beragam tafsir di kalangan pengguna internet. Selain itu, ditemukan puluhan thumbnail gambar dengan penamaan file berurutan, mulai dari “Bali09.JPG” hingga “Bali50.JPG”. Seluruh thumbnail tersebut menampilkan berbagai visual lokasi di Bali.

Keterangan tersebut memunculkan spekulasi luas di media sosial. Banyak warganet mencoba mengaitkannya dengan teori-teori yang sebelumnya telah berkembang terkait dugaan aktivitas Epstein di sejumlah negara. Namun hingga kini, belum ada penjelasan resmi yang memastikan konteks sebenarnya dari catatan tersebut maupun aktivitas yang dimaksud dalam dokumen itu.

Spekulasi Meluas, Pakar Ingatkan Publik Tetap Kritis

Spekulasi yang beredar bahkan dikaitkan dengan properti Epstein di New Mexico yang dikenal sebagai Zorro Ranch, lokasi yang sebelumnya ramai diperbincangkan karena disebut-sebut terkait rencana ilegal Epstein. Meski demikian, hubungan antara dokumen yang menyebut Bali dengan lokasi tersebut masih bersifat dugaan dan belum didukung bukti hukum yang kuat.

Baca Juga:  Acer Aspire 5 Slim Intel 13th Gen: Pendamping Setia Pelajar dan Mahasiswa Aktif di Mana Saja

Sejumlah pakar hukum pun mengingatkan publik agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan. Mereka menegaskan bahwa keterangan foto atau catatan dalam dokumen penyelidikan belum tentu merupakan fakta hukum yang telah diverifikasi. Caption atau deskripsi bisa saja merupakan catatan awal penyidik, asumsi sementara, atau bagian dari arsip mentah yang belum diuji di pengadilan.

Masyarakat diminta untuk bersikap kritis dan berhati-hati dalam menyikapi informasi yang beredar, terlebih yang belum disertai klarifikasi resmi dari otoritas berwenang.

Jeffrey Epstein sendiri dikenal sebagai tokoh sentral dalam salah satu skandal terbesar yang melibatkan jaringan kekuasaan global. Selama bertahun-tahun, kasusnya menyeret nama-nama besar dari kalangan politik, bisnis, hingga selebritas dunia. Namun penting untuk dicatat, kemunculan nama individu maupun lokasi dalam dokumen investigasi tidak serta-merta menunjukkan keterlibatan dalam tindak pidana.

Sejauh ini, fakta yang terungkap baru sebatas jejak perjalanan dan arsip investigasi yang masih memerlukan penelusuran serta verifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *