Media90 – Privasi digital kini menjadi isu yang semakin krusial seiring pesatnya perkembangan kecerdasan buatan. Copilot hadir dengan beragam fitur canggih yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan pengguna, sekaligus menyediakan pengaturan privasi yang memberi kendali penuh atas data pribadi. Di titik inilah pengguna dihadapkan pada pilihan penting: menikmati personalisasi maksimal atau membatasi jejak digital demi keamanan.
Ketika Data Menjadi Cermin Kehidupan Kita
Fitur Memory memungkinkan Copilot mengingat berbagai detail pengguna, mulai dari nama, preferensi, hingga minat tertentu. Hasilnya, interaksi terasa lebih akrab dan personal, seolah berbincang dengan sahabat yang selalu ingat hal-hal kecil. Namun di balik kenyamanan tersebut, muncul pertanyaan mendasar: sejauh mana kita rela percakapan pribadi tersimpan dan menjadi refleksi kehidupan digital kita?
Mengakses Pengaturan Privasi, Langkah Awal Melindungi Diri
Copilot menyediakan akses pengaturan privasi yang konsisten di berbagai platform, baik web, desktop, maupun mobile. Menariknya, perubahan yang dilakukan di satu perangkat akan otomatis berlaku di semua perangkat lain.
Di Windows, pengguna cukup mengklik ikon profil, lalu masuk ke menu Settings dan Privacy. Pada Mac, menu serupa dikenal dengan nama Data Control. Sementara di perangkat iOS dan Android, pengaturan dapat diakses melalui ikon hamburger, kemudian memilih Account dan Privacy.
Riwayat Percakapan, Kenangan atau Beban Digital?
Riwayat percakapan disimpan agar pengguna dapat melanjutkan diskusi sebelumnya tanpa harus mengulang dari awal. Fitur ini memang praktis, layaknya buku harian digital. Namun tidak semua percakapan pantas untuk disimpan, terutama jika mengandung informasi sensitif.
Untuk mengelolanya, pengguna dapat memilih percakapan di sidebar Copilot, lalu mengklik ikon tiga titik untuk mengganti nama, membagikan, atau menghapus percakapan. Jika ingin menghapus seluruh riwayat sekaligus, tersedia opsi Delete History melalui menu Privacy > View, Export, or Delete History.
Model Training, Apakah Kita Rela Menjadi Bahan Belajar?
Salah satu pengaturan paling krusial adalah Model Training. Saat fitur ini aktif, percakapan teks maupun suara dapat digunakan untuk melatih model AI Copilot. Meski data diklaim telah dianonimkan, tidak sedikit pengguna yang merasa kurang nyaman.
Bagi yang ingin menjaga interaksi tetap privat, fitur ini dapat dimatikan melalui Settings > Privacy > Model Training, lalu menonaktifkan opsi Text Training dan Voice Training.
Memory yang Bisa Dihapus, Apakah Itu Benar-Benar Lupa?
Memory memungkinkan Copilot menyimpan informasi personal demi pengalaman yang lebih relevan. Namun jika dirasa berlebihan, pengguna dapat mematikan fitur ini sepenuhnya. Cukup masuk ke Settings > Privacy > Memory (atau Personalization di Mac), lalu geser ke posisi Off. Tersedia pula opsi Delete Memory untuk menghapus seluruh data yang sudah tersimpan.
Percakapan yang Dibagikan, Kendali Tetap di Tangan Pengguna
Copilot memungkinkan pengguna membagikan percakapan melalui tautan. Meski berguna, tautan yang tersebar bisa menjadi celah risiko jika tidak lagi diawasi. Untungnya, Copilot menyediakan fitur untuk mencabut akses tersebut melalui Manage Shared Conversations/Links, sehingga kendali tetap berada di tangan pengguna.
Proactivity, Ketika AI Menyapa Tanpa Diminta
Fitur Proactivity memungkinkan Copilot mengirim notifikasi secara aktif. Bagi sebagian orang ini terasa futuristik, namun bagi yang lain justru mengganggu. Fitur ini dapat dinonaktifkan melalui menu Settings > Privacy > Proactivity di aplikasi mobile.
Data Sharing dan Iklan, Batas Tipis antara Layanan dan Komoditas
Khusus pengguna Windows, terdapat pengaturan tambahan berupa Diagnostic Data Sharing dan Ad Personalization. Fitur ini membantu pengembang memahami penggunaan aplikasi sekaligus menampilkan iklan yang lebih relevan. Namun, banyak pengguna memilih menonaktifkannya agar data pribadi tidak dimanfaatkan untuk kepentingan komersial.
Privasi Sebagai Hak yang Harus Dijaga
Privasi bukan sekadar urusan teknis, melainkan hak fundamental di era digital. Copilot memberi pengguna alat untuk mengontrol data mereka, tetapi keputusan akhir tetap berada di tangan masing-masing individu. Apakah kenyamanan personalisasi lebih penting daripada menjaga kerahasiaan informasi pribadi?
Privasi adalah Pilihan yang Membentuk Masa Depan
Mengelola privasi di Copilot bukan sekadar menekan tombol pengaturan. Ia adalah refleksi dari cara kita memandang teknologi dan kepercayaan. Setiap keputusan untuk menyimpan, menghapus, berbagi, atau membatasi data adalah langkah kecil dalam menjaga ruang pribadi. Pada akhirnya, privasi adalah fondasi kepercayaan—tanpanya, masa depan interaksi manusia dengan AI akan kehilangan maknanya.














