NASIONAL

Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Kerja? Tantangan Lulusan Baru di Pasar Tenaga Kerja AS

5
×

Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Kerja? Tantangan Lulusan Baru di Pasar Tenaga Kerja AS

Sebarkan artikel ini
Tingkat Pengangguran Lulusan Baru AS Tembus 5,8 Persen
Tingkat Pengangguran Lulusan Baru AS Tembus 5,8 Persen

Media90 – Sektor pendidikan tinggi di Amerika Serikat tengah menghadapi tekanan serius terkait relevansi gelar akademik di dunia kerja modern yang bergerak cepat. Berdasarkan data federal, angka pendaftaran universitas di seluruh AS menurun drastis sebesar 15% dalam periode 2010–2022. Penurunan ini diperparah oleh pemotongan pendanaan negara yang berdampak langsung pada melonjaknya biaya kuliah, sehingga memunculkan pertanyaan bagi calon mahasiswa: apakah pendidikan tinggi masih layak secara finansial (return on investment/ROI)?

Tekanan dari Teknologi dan Pasar Kerja

Kondisi semakin kompleks dengan hadirnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang mengubah kebutuhan industri di banyak sektor. Banyak posisi entry-level kini mulai otomatis, sementara fungsi pekerjaan lama berubah demi efisiensi operasional. Akibatnya, para fresh graduate menghadapi pasar kerja yang sangat kompetitif dan menantang.

Tingkat Pengangguran Lulusan Baru Lebih Tinggi

Data Federal Reserve Bank of New York yang dirilis Desember lalu menunjukkan tingkat pengangguran fresh graduate mencapai 5,8%, lebih tinggi 1,7% dibanding rata-rata nasional sebesar 4,1%. Sebagai perbandingan, pengangguran pemegang gelar sarjana lintas usia hanya 2,9%. Artinya, lulusan baru menghadapi risiko pengangguran dua kali lipat lebih tinggi dibanding mereka yang sudah memiliki pengalaman kerja.

Baca Juga:  Tips Mudah: Menjalankan ChatGPT sebagai Aplikasi Windows di Laptop atau PC Anda

Alina McMahon, lulusan University of Pittsburgh, menceritakan pengalamannya: meski telah mengajukan sekitar 150 lamaran pekerjaan full-time, mayoritas posisi yang dilamar telah dikurangi atau dibekukan. Kondisi ini mencerminkan adanya ketidaksesuaian antara ketersediaan talenta baru dan daya serap industri.

Perubahan Strategi Perusahaan dalam Pelatihan SDM

Faktor lain yang memengaruhi penyerapan tenaga kerja sarjana adalah perubahan perhitungan finansial perusahaan. Simon Kho, mantan kepala program karier awal di Raymond James Financial, menjelaskan bahwa perusahaan kini lebih berhati-hati mengalokasikan sumber daya untuk melatih karyawan baru.

Perusahaan rata-rata membutuhkan 18 bulan untuk mengembalikan investasi pelatihan seorang lulusan baru hingga mencapai produktivitas optimal. Namun, tingginya mobilitas karyawan muda setelah pelatihan menimbulkan risiko kerugian. Hal ini mendorong perusahaan mempertimbangkan solusi berbasis AI yang lebih efisien, cepat, dan tidak membutuhkan waktu adaptasi panjang.

Baca Juga:  Prof. Herpratiwi Terpilih sebagai Ketua Senat Unila, Sementara Evi Kurniawaty Dilantik Menjadi Dekan Fakultas Kedokteran

Reorientasi Pendidikan Tinggi Berbasis Pengalaman Kerja

Menanggapi tekanan ini, para ahli pendidikan menekankan perlunya inovasi kurikulum. Ryan Craig, penulis Apprentice Nation, menyoroti isu eksistensial perguruan tinggi: menurunnya minat pendaftaran, terutama pada bidang teknis seperti ilmu komputer, menunjukkan gelar akademik tanpa pengalaman praktis mulai kehilangan nilai di mata industri.

Craig menyarankan integrasi pengalaman kerja berbayar ke dalam program studi. “Lembaga pendidikan harus mencari cara mengintegrasikan pengalaman kerja yang relevan, sesuai bidang, dan berbayar untuk semua siswa, agar mereka memiliki beberapa pengalaman sebelum lulus,” ujarnya.

Langkah ini dianggap krusial karena perusahaan teknologi dan keuangan enggan menanggung pelatihan talenta dari nol. Tanpa jembatan antara teori di kelas dan praktik di lapangan, jurang pengalaman akan semakin melebar. Adaptasi kurikulum yang menekankan pengalaman kerja nyata dipandang sebagai jalan utama agar perguruan tinggi tetap relevan dan menjadi pilihan utama pengembangan karier profesional di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *