TEKNO

MIT Kembangkan Ultrasound Otak Non-Invasif, Membuka Tabir Kesadaran Manusia

7
×

MIT Kembangkan Ultrasound Otak Non-Invasif, Membuka Tabir Kesadaran Manusia

Sebarkan artikel ini
MIT Kembangkan Ultrasound Otak Non-Invasif untuk Menyelidiki Kesadaran
MIT Kembangkan Ultrasound Otak Non-Invasif untuk Menyelidiki Kesadaran

Media90 – Kesadaran manusia telah lama menjadi salah satu misteri terbesar dalam dunia sains. Meski teknologi pemindaian otak seperti MRI dan EEG terus berkembang, para ilmuwan masih belum sepenuhnya memahami bagaimana aktivitas fisik sel saraf bisa berubah menjadi pikiran, emosi, dan pengalaman subjektif sehari-hari. Kini, tim peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) memperkenalkan pendekatan baru yang berpotensi mengungkap rahasia tersebut: ultrasound otak non-invasif.

Dari Observasi ke Manipulasi Otak

Alih-alih hanya mengamati aktivitas otak, tim MIT mengembangkan teknologi transcranial focused ultrasound (ultrasound terfokus transkranial) yang mampu menstimulasi bagian otak tertentu secara langsung tanpa pembedahan. Dengan cara ini, peneliti dapat meneliti mekanisme kesadaran secara lebih mendalam, yang sebelumnya dianggap mustahil dilakukan pada manusia sehat.

Berbeda dengan metode konvensional, teknologi ini non-invasif—tidak perlu menanam alat atau membuka tengkorak—tetapi kemampuannya jauh melampaui pemantauan otak biasa.

Baca Juga:  Kehebohan Rilis! Realme GT Neo 5 Pro dan Realme GT Neo 6 SE Memukau dengan Spesifikasi Mirip

Menjangkau Area Otak Terdalam

Salah satu keunggulan utama ultrasound terfokus adalah kemampuannya menjangkau area otak bagian dalam yang sulit diakses. Dengan gelombang akustik frekuensi tinggi, stimulasi bisa dipusatkan hanya pada titik selebar beberapa milimeter.

Hal ini menjadi terobosan karena MRI dan EEG hanya bisa mengamati aktivitas saraf, sementara ultrasound terfokus memungkinkan peneliti memicu aktivitas saraf secara terkontrol, membuka jalan dari korelasi menuju hubungan sebab-akibat.

Daniel Freeman, peneliti MIT sekaligus penulis makalah di Neuroscience and Biobehavioral Reviews, menekankan pentingnya teknologi ini:

“Akses aman ke bagian otak terdalam membuka peluang baru dalam memahami fungsi saraf manusia.”

Menguji Teori Besar Kesadaran

Dengan kemampuan stimulasi presisi tinggi, peneliti MIT dapat menguji dua teori besar:

  • Teori kognitivis: kesadaran muncul dari proses mental tingkat tinggi di korteks frontal.
  • Teori non-kognitivis: kesadaran berasal dari aktivitas lokal di korteks posterior atau struktur subkortikal yang lebih dalam.

Teknologi ini memungkinkan ilmuwan membedakan proses saraf mana yang esensial bagi kesadaran dan mana yang hanya efek samping aktivitas otak lain. Matthias Michel, filsuf MIT, menilai teknologi ini sebagai solusi atas keterbatasan riset sebelumnya:

“Sangat sedikit cara yang aman sekaligus efektif untuk memanipulasi aktivitas otak.”

Potensi Medis dan Masa Depan

Penelitian ini didukung Departemen Angkatan Udara AS, menandakan potensi besar teknologi ini, tidak hanya secara teori, tetapi juga untuk aplikasi praktis. Ke depan, ultrasound terfokus transkranial bisa menjadi dasar terapi gangguan saraf dan mental, sekaligus membantu memahami apa yang membuat manusia sadar.

Terobosan MIT ini menandai langkah penting dalam memecahkan misteri paling mendasar manusia. Dengan kemampuan menstimulasi otak secara aman dan presisi, ultrasound terfokus transkranial membawa sains semakin dekat untuk memahami kesadaran manusia—meski jawaban akhir belum sepenuhnya terungkap, satu hal jelas: rahasia pikiran manusia kini mulai terbuka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *