INTERNASIONAL

China Resmi Buka Wisata Luar Angkasa, Tiket Dibanderol Rp7,3 Miliar per Orang

12
×

China Resmi Buka Wisata Luar Angkasa, Tiket Dibanderol Rp7,3 Miliar per Orang

Sebarkan artikel ini
Fantastis! China Resmi Buka Wisata Luar Angkasa, Tiket Tembus Rp7,3 Miliar
Fantastis! China Resmi Buka Wisata Luar Angkasa, Tiket Tembus Rp7,3 Miliar

Media90 – China semakin serius melangkah ke era baru industri antariksa komersial. Setelah lama dikenal unggul dalam misi ilmiah dan pertahanan, Negeri Tirai Bambu kini mulai membuka pintu bagi wisata luar angkasa. Langkah ambisius ini ditandai dengan dibukanya pemesanan tiket penerbangan suborbital oleh InterstellOr, perusahaan antariksa swasta asal Beijing.

Tak sekadar menawarkan sensasi menembus batas atmosfer Bumi, InterstellOr juga secara terbuka mengumumkan harga tiket yang harus dibayar calon wisatawan antariksa—angka yang langsung menarik perhatian dunia.

InterstellOr Resmi Terjun ke Bisnis Wisata Antariksa

InterstellOr merupakan perusahaan antariksa komersial yang didirikan pada Januari 2023 dan berbasis di Beijing. Meski tergolong pendatang baru, perusahaan ini didukung oleh tim teknis yang memiliki pengalaman panjang di program antariksa berawak China.

Baca Juga:  Tragis, Bocah 6 Tahun Asal Indonesia Tewas dalam Kecelakaan di Chinatown Singapura

Dengan fondasi tersebut, InterstellOr kini membidik pasar wisata luar angkasa suborbital, segmen yang selama ini didominasi perusahaan-perusahaan Barat. Sebagai langkah awal, perusahaan telah membuka reservasi tiket penerbangan meski jadwal terbang resminya masih menunggu penyelesaian tahap pengujian dan sertifikasi.

Langkah ini menegaskan keseriusan InterstellOr dalam membangun ekosistem wisata antariksa sejak fase pengembangan awal.

Kapsul CYZ1, Wahana Menuju Tepi Angkasa

Pada 22 Januari 2026, InterstellOr memperkenalkan kapsul awak CYZ1 (ChuanYueZhe 1) versi eksperimental skala penuh. Kapsul ini dirancang khusus untuk membawa penumpang melintasi Garis Karman, batas imajiner antara atmosfer Bumi dan luar angkasa yang berada di ketinggian sekitar 100 kilometer.

Dalam penerbangan suborbital tersebut, penumpang akan merasakan kondisi mikrogravitasi selama beberapa menit. Sensasi tanpa bobot inilah yang menjadi daya tarik utama wisata luar angkasa, sebelum kapsul kembali memasuki atmosfer dan mendarat menggunakan sistem peredam khusus yang saat ini masih terus diuji.

Baca Juga:  Xiaomi Terancam Masuk Daftar Hitam AS, Bisnis Global di Persimpangan Jalan

InterstellOr menargetkan penerbangan berawak pertamanya pada 2028, dengan catatan seluruh tahapan uji coba berjalan sesuai rencana.

Harga Tiket Fantastis untuk Pengalaman Eksklusif

Mengutip laporan Space, harga tiket wisata luar angkasa InterstellOr dipatok sekitar 3 juta yuan per orang, atau setara dengan Rp7,3 miliar. Untuk mengamankan kursi, calon penumpang diwajibkan membayar uang muka sebesar 10 persen dari total harga tiket.

Meski tergolong sangat mahal, tarif tersebut masih sejalan dengan harga wisata suborbital yang ditawarkan perusahaan antariksa global lainnya. Pengalaman melihat lengkungan Bumi dari ketinggian ekstrem dinilai sebagai sensasi eksklusif yang hanya bisa dirasakan oleh segelintir orang.

Selebritas Jadi Daya Tarik Awal

Untuk menarik perhatian publik, InterstellOr menggandeng aktor ternama China Johnny Huang Jingyu sebagai penumpang selebritas pertama. Ia dijadwalkan terbang dengan nomor penumpang 009, sebuah simbol promosi yang kuat bagi perusahaan.

Selain itu, InterstellOr juga mengumumkan Lin Xiaoyan, seorang penyair China-Amerika, sebagai perempuan Tionghoa perantauan pertama yang akan mengikuti penerbangan luar angkasa bersama mereka. Kehadiran figur publik ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan pasar terhadap proyek ambisius tersebut.

Baca Juga:  Budaya Kerja Keras Berbanding Terbalik dengan Kebijakan “Cuti Tidak Bahagia” Pang Dong Lai

China Ikuti Jejak Perusahaan Barat

Masuknya InterstellOr ke sektor ini menempatkan China dalam peta persaingan wisata antariksa global. Sebelumnya, perusahaan Amerika Serikat seperti Blue Origin milik Jeff Bezos telah lebih dulu mengoperasikan penerbangan suborbital singkat dengan membawa selebritas dan tokoh publik.

Di dalam negeri China sendiri, persaingan diprediksi akan semakin ketat. Perusahaan seperti CAS Space dan Deep Blue Aerospace juga tengah mengembangkan roket serta kapsul yang dapat digunakan kembali untuk layanan wisata serupa.

Awal Era Baru Pariwisata Antariksa

Dengan semakin banyaknya pemain, wisata luar angkasa yang dulu hanya hadir dalam fiksi ilmiah kini perlahan menjelma menjadi industri nyata. Meski saat ini masih terbatas untuk kalangan tertentu dengan harga fantastis, kehadiran paket wisata antariksa dari China menjadi sinyal kuat bahwa perlombaan menuju angkasa telah memasuki babak baru.

Perjalanan ke luar angkasa kini tidak lagi semata misi negara, tetapi mulai bergeser menjadi pengalaman komersial eksklusif—dan China siap mengambil peran penting di dalamnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *