Media90 – Setelah bertahun-tahun dikenal sebagai platform percakapan yang bersih dan bebas gangguan, OpenAI akhirnya mengambil langkah besar dalam perjalanan ChatGPT. Perusahaan teknologi tersebut resmi mulai menguji coba penayangan iklan di dalam platform kecerdasan buatannya.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi monetisasi untuk menopang biaya operasional yang terus meningkat, termasuk pelatihan model AI yang membutuhkan sumber daya besar. Di sisi lain, keputusan ini juga menandai babak baru dalam evolusi ChatGPT sebagai salah satu produk AI paling populer di dunia.
Iklan Diklaim Tidak Mengganggu
Salah satu kekhawatiran utama pengguna adalah potensi iklan yang mengganggu pengalaman atau bahkan memengaruhi jawaban AI. Namun, OpenAI menegaskan bahwa iklan tidak akan mengubah respons ChatGPT maupun dipengaruhi oleh kepentingan pengiklan.
Dalam uji coba ini, iklan akan ditempatkan secara terpisah di bagian bawah antarmuka percakapan, setelah jawaban utama ditampilkan. Konten bersponsor juga akan diberi label “Bersponsor” secara jelas agar pengguna dapat membedakannya dari jawaban asli AI.
Dengan skema ini, OpenAI mengklaim pengguna tetap bisa mendapatkan informasi yang netral tanpa distraksi dari iklan di dalam isi percakapan.
Hanya untuk Pengguna Tertentu
Pada tahap awal, iklan tidak akan muncul untuk semua pengguna. OpenAI membatasi uji coba ini hanya untuk pengguna dewasa di Amerika Serikat.
Iklan akan ditampilkan pada:
- Pengguna versi gratis ChatGPT
- Pengguna paket baru ChatGPT Go
ChatGPT Go merupakan paket langganan dengan harga sekitar 8 dolar AS per bulan. Meskipun menawarkan batas penggunaan yang lebih tinggi dibanding versi gratis, pengguna paket ini tetap akan melihat iklan.
Sementara itu, pengguna paket premium seperti Plus, Pro, atau Enterprise tetap mendapatkan pengalaman bebas iklan.
Privasi Tetap Dijaga
Isu privasi menjadi perhatian penting dalam penerapan iklan di platform AI. OpenAI menegaskan bahwa mereka tidak akan menjual atau membagikan isi percakapan pengguna kepada pengiklan.
Iklan yang muncul hanya berdasarkan konteks percakapan saat itu, bukan berdasarkan pelacakan data pengguna secara menyeluruh. Misalnya, jika pengguna sedang membahas teknologi, iklan yang muncul mungkin berkaitan dengan gadget, tanpa melibatkan data pribadi pengguna.
Selain itu, OpenAI juga membatasi penayangan iklan pada topik-topik sensitif, seperti:
- Kesehatan fisik dan mental
- Isu politik
- Percakapan pribadi yang mendalam
Pengguna juga diberikan opsi untuk mengatur personalisasi iklan atau menghapus data terkait iklan secara manual.
Perubahan Model Bisnis AI
Keputusan OpenAI menghadirkan iklan mencerminkan realitas baru di industri teknologi. Pengembangan dan operasional AI memerlukan biaya yang sangat besar, mulai dari infrastruktur server hingga proses komputasi yang kompleks.
Dengan menghadirkan iklan, OpenAI mencoba menjaga layanan tetap доступ для publik luas, baik secara gratis maupun dengan biaya langganan yang lebih terjangkau.
Strategi ini juga membuka peluang baru, di mana sistem percakapan AI dapat menghadirkan rekomendasi yang lebih relevan dibandingkan model iklan tradisional.
Meski demikian, tantangan terbesar tetap ada: menjaga kualitas jawaban tetap objektif di tengah potensi kepentingan komersial. Jika berhasil, ChatGPT berpotensi menjadi standar baru dalam model bisnis digital di era kecerdasan buatan—tetap cerdas, tetap membantu, sekaligus berkelanjutan secara finansial.














