BERITA

Dosen Polinela Terapkan Chomix Portable di Pringsewu, Pencacahan Pakan 81,7 Persen Lebih Cepat

Luluk RJMP
6
×

Dosen Polinela Terapkan Chomix Portable di Pringsewu, Pencacahan Pakan 81,7 Persen Lebih Cepat

Sebarkan artikel ini
Dosen Polinela Terapkan Chomix Portable di Pringsewu Pencacahan Pakan 817 Persen Lebih Cepat

Media90.id – Tim dosen Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menerapkan teknologi mesin Chomix Portable multifungsi dua jalur untuk membantu Kelompok Tani Sidomulyo di Pekon Mataram, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, dalam mengolah bahan pakan ternak berbasis sumber daya lokal.

Penerapan teknologi tersebut menjadi solusi atas persoalan peternak yang sebelumnya masih mengandalkan parang dan sabit untuk mencacah bahan pakan.

Ads
close ads

Metode manual membutuhkan waktu dan tenaga cukup besar. Selain itu, ukuran bahan hasil cacahan juga cenderung tidak seragam sehingga pemanfaatan sumber daya lokal sebagai pakan ternak belum berjalan secara efisien.

Tim pengabdian Polinela terdiri atas Fauzi Ibrahim, Agus Apriyanto, Alexander Sembiring, Hendri Gustian, Muhammad Ridwan, dan Muhammad Baraa Alfarishi Maulana dari Program Studi Teknologi Rekayasa Otomotif dan Mekanisasi Pertanian Polinela.

Kegiatan tersebut melibatkan 20 anggota Kelompok Tani Sidomulyo. Rangkaian kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan, sosialisasi, pelatihan teknis, praktik pengoperasian mesin, pendampingan, hingga evaluasi kemampuan operator.

Chomix Portable Punya Dua Jalur Pemasukan

Chomix Portable dirancang dengan dua jalur pemasukan bahan dalam satu unit mesin. Jalur atas digunakan untuk bahan yang relatif keras seperti singkong, bonggol jagung, batang jagung, dan ranting petai cina.

Sementara itu, jalur bawah digunakan untuk mencacah rumput ilalang, rumput gajah, serta berbagai jenis hijauan lainnya.

Konfigurasi dua jalur tersebut memungkinkan peternak mengolah bahan dengan karakter berbeda menggunakan satu mesin.

Selain lebih praktis, desain tersebut juga memudahkan mesin dipindahkan dan digunakan di lingkungan peternakan sesuai kebutuhan.

Waktu Pencacahan Turun 81,7 Persen

Hasil pengujian menunjukkan peningkatan efisiensi yang signifikan setelah Kelompok Tani Sidomulyo menggunakan Chomix Portable.

Untuk mencacah 20 kilogram bahan, proses secara manual membutuhkan rata-rata waktu 28,4 menit. Setelah menggunakan mesin Chomix Portable, waktu yang dibutuhkan turun menjadi sekitar 5,2 menit.

Dengan demikian, waktu pencacahan berkurang hingga 81,7 persen.

Kapasitas kerja juga mengalami peningkatan dari sekitar 42,3 kilogram per jam menjadi 230,8 kilogram per jam. Angka tersebut bahkan melampaui target program yang ditetapkan sebesar 200 kilogram per jam.

Teknologi tersebut telah diuji untuk mengolah enam jenis bahan lokal, yakni singkong, bonggol jagung, batang jagung, ranting petai cina, rumput gajah, dan rumput ilalang.

Pengetahuan dan Keterampilan Petani Meningkat

Penerapan Chomix Portable tidak hanya meningkatkan efisiensi pencacahan, tetapi juga berdampak pada kemampuan anggota kelompok tani dalam mengoperasikan teknologi.

Nilai rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 56,7 menjadi 86,3 setelah mengikuti sosialisasi, demonstrasi, dan praktik langsung. Artinya, terdapat peningkatan sebesar 29,6 poin.

Dari sisi keterampilan, sebanyak 18 dari 20 peserta atau 90 persen dinyatakan mampu memenuhi enam indikator kompetensi pengoperasian mesin.

Indikator tersebut meliputi kemampuan menyalakan mesin, memilih jalur sesuai jenis bahan, memasukkan bahan secara aman, menghentikan mesin, membersihkan ruang pencacah, serta melakukan perawatan dasar.

Pengelolaan Mesin Disiapkan agar Berkelanjutan

Program pengabdian Polinela tidak hanya berfokus pada penyerahan dan penggunaan mesin. Tim juga memberikan pendampingan terkait tata kelola pemanfaatan alat agar teknologi tersebut dapat digunakan secara berkelanjutan.

Kelompok Tani Sidomulyo kemudian menetapkan satu operator utama dan dua operator cadangan.

Kelompok juga mulai menyusun jadwal penggunaan serta perawatan mesin dan menerapkan pencatatan jenis serta jumlah bahan yang dicacah, waktu penggunaan, kebutuhan bahan bakar, hingga kondisi peralatan.

Pola pengelolaan tersebut diharapkan membuat Chomix Portable tidak sekadar menjadi bantuan fisik, tetapi benar-benar berfungsi sebagai sarana produksi bersama yang mampu meningkatkan efisiensi penyediaan pakan ternak.

Selain mempercepat pekerjaan, teknologi ini membuka peluang pemanfaatan limbah dan hijauan pertanian yang tersedia di sekitar Pekon Mataram menjadi bahan pakan yang lebih mudah diolah dan dimanfaatkan.

Polinela Dorong Pengembangan Teknologi Tepat Guna

Ke depan, pengembangan dan pendampingan penggunaan mesin dapat diarahkan pada pengujian konsumsi bahan bakar, standardisasi ukuran hasil cacahan, peningkatan aspek keselamatan, serta evaluasi penggunaan teknologi secara berkala.

Fauzi Ibrahim mewakili tim pelaksana menyampaikan terima kasih kepada Politeknik Negeri Lampung yang telah mendukung kegiatan melalui pendanaan DIPA Polinela Tahun 2026 Nomor 167.62/DST/PL15.8/PM/2026.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pemerintah Pekon Mataram, Kelompok Tani Sidomulyo, mahasiswa pendamping, serta seluruh pihak yang mendukung perancangan, pelatihan, penerapan, dan evaluasi mesin Chomix Portable dua jalur.

Penerapan Chomix Portable menjadi bagian dari upaya Polinela menghadirkan teknologi tepat guna yang dapat digunakan secara langsung untuk membantu menyelesaikan persoalan masyarakat.

Teknologi tersebut sekaligus diharapkan mampu mendukung pengelolaan peternakan berbasis potensi lokal dan meningkatkan efisiensi penyediaan pakan bagi peternak di Pekon Mataram.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *