Media90.id – Pengadaan seragam sekolah bagi peserta didik yang masuk melalui jalur afirmasi di Kota Bandar Lampung mendapat perhatian dari DPRD Kota Bandar Lampung.
DPRD meminta agar anggaran pengadaan seragam bagi siswa kurang mampu benar-benar disiapkan dan direalisasikan tepat waktu. Hal tersebut dinilai penting agar bantuan seragam dapat diterima siswa sejak awal tahun ajaran, bukan ketika siswa sudah terlanjur membeli sendiri.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah, menyampaikan hal tersebut usai mengikuti rapat paripurna di Gedung Rapat DPRD Kota Bandar Lampung, Senin (24/8/2026).
Menurut Asroni, pemerintah perlu memperhitungkan sejak awal jumlah peserta didik jalur afirmasi yang diperkirakan akan diterima pada tahun ajaran berikutnya.
Dengan demikian, kebutuhan anggaran pengadaan seragam dapat disesuaikan dengan jumlah siswa yang menjadi penerima bantuan.
“Kalau memang tahun depan diperkirakan ada sekitar 2.000 siswa jalur afirmasi, kebutuhan seragamnya juga harus dihitung dan dianggarkan sejak awal,” ujar Asroni Paslah.
DPRD Minta Pengadaan Seragam Dipercepat
Asroni menilai pengadaan seragam bagi siswa jalur afirmasi seharusnya dilakukan dengan sistem yang lebih cepat dan terencana.
Begitu siswa dinyatakan masuk dalam daftar penerima bantuan, data ukuran pakaian dapat langsung dikumpulkan. Dengan begitu, proses pengadaan hingga pembagian seragam tidak membutuhkan waktu terlalu lama.
“Begitu masuk daftar, langsung ukur bajunya. Jangan sampai satu semester baru seragamnya keluar. Kalau terlalu lama, bantuan itu tidak lagi efektif,” tegas Asroni.
Menurutnya, keterlambatan pembagian seragam justru dapat membebani keluarga kurang mampu. Selama menunggu bantuan, orang tua terpaksa mengeluarkan biaya sendiri untuk membeli seragam agar anak tetap dapat mengikuti kegiatan sekolah.
Asroni juga mengaku hingga saat ini belum melihat secara langsung seragam sekolah yang diperuntukkan bagi siswa yang diterima pada tahun ajaran 2026/2027.
“Seragam yang diadakan untuk anak-anak yang diterima tahun 2026-2027 ini, sampai sekarang belum saya lihat mereka terima. Jangan sampai nanti baru dibagikan akhir Desember,” katanya.
Jangan Sampai Orang Tua Terpaksa Membeli Sendiri
Jika seragam baru diterima menjelang akhir tahun, Asroni menilai bantuan tersebut menjadi kurang tepat dari sisi waktu.
Sebab, siswa kemungkinan besar sudah memiliki seragam yang dibeli sendiri oleh orang tua karena kebutuhan sekolah tidak dapat ditunda.
“Kalau dibagikan terlalu lama, mereka sudah punya. Mereka akhirnya membeli sendiri dan mengeluarkan uang lagi. Padahal tujuan bantuan ini untuk meringankan beban masyarakat yang tidak mampu,” jelasnya.
Ia menegaskan program afirmasi pendidikan harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang menjadi sasaran.
Jangan sampai persoalan administrasi maupun keterlambatan pengadaan justru membuat keluarga penerima bantuan harus menanggung biaya tambahan.
Karena itu, DPRD mendorong Pemerintah Kota Bandar Lampung melakukan perencanaan yang lebih matang dalam pelaksanaan program tersebut.
Perencanaan tersebut mencakup pendataan siswa penerima afirmasi, penghitungan kebutuhan seragam, penganggaran, pengukuran pakaian, hingga distribusi kepada penerima.
“Jangan dipaksakan kepada orang yang memang tidak mampu. Kalau pemerintah sudah membuat program afirmasi, kebutuhan pendukungnya juga harus dipikirkan dan dianggarkan dengan baik,” pungkas Asroni.














